
Dia Kekasih ku.
Sikap Aku dan Reno sudah kembali Normal setelah kami saling berbagi kesedihan Kami dan Menyatakan kembali Persahabatan kami, setelah beberapa hari lalu Reno sempat menghindari ku.
Aku kembali Duduk makan Bersama Tuan yang Baik sang pemilik Rumah yaitu Reno.
Aku sempat merasa heran mengapa Hari ini Bi Ana nampak sangat senang dan tersenyum terus bila Aku berdua duduk dalam meja makan,dan menikmati sarapan berdua hanya aku dan Reno saja.
Tapi aku tak mau terlalu banyak memikirkan itu, yang paling ku pikirkan adalah Kondisi kesehatan Bi Elma yang Masih di rawat di Rs.
"Reno..! " sapa ku ragu, dengan suara merendah.
"hmm..., Kenapa Aira.. ?" jawab Reno sambil mengunyah sarapannya.
"Aku, boleh Ijin 2 Hari ini aku tidak bekerja..? "
"loh kenapa..? Kamu ada kegiatan di kampus.? "
"bukan.., bukan itu, aku mau menjaga Bibi ku di Rumah Sakit, aku yakin pasti Om Robert tidak akan merawat Bi Elma dia akan sibuk berjudi setiap Hari.. " jawabku dan berharap Reno Mengijinkan ku.
"non Aira, bi Ana berharap semoga Bibi kamu lekas sembuh yah.. " aku bersyukur penghuni di Rumah ini semua Ramah dan berhati baik.
"terimakasih Bi Ana, atas Doanya untuk Bibi saya.. "
"Aku sih bersedia memberi kamu Ijin, tapi bagai mana dengan si Kembar..? " Reno berbalik melemparkan pertanyaannya yang membuat aku bingung harus menjawab apa, karena memang pekerjaan ku adalah menjaga Si kembar.
"masalah si kembar biar Bi Ana saja & Baby sitter Mereka Tuan, lagi pula Non Aira hanya 2 hari tidak Lebih.. "
Dalam hati aku sangat berterimakasih kepada Bi ana yang telah membantu ku meyakinkan Reno.
"oke.,Baik lah.., aku ijinkan Kamu tapi hanya 2 hari saja tidak lebih.."
Reno mengijinkan ku dan memberi ku waktu sesuai yang aku minta, dari gaya bicaranya yang sedikit menekan dan tegas aku sadar kalau Reno Tetaplah Majikan ku walau Reno selalu menganggap ku Sahabat, Saat Reno menegaskan Perkataannya Aku terkagum melihat Gaya bicaranya, pantaslah memang Dia Seorang CEO dan seorang pemimpin sebab dia dapat memilah mana kepentingan Pribadi dan Perusahaan.
Ijinnya aku Bekerja Mungkin dapat memberi kan waktu untuk Reno lebih dekat kepada Si kembar Putrinya.
Reno kembali mengantarku ke Kampus kali ini dia tidak menyuruh Supir lagi.
Oh.. Tidak.., saat Mobil Reno Tiba di Gerbang Kampus aku Melihat Mas Bram berdiri di Pinggir Gerbang, aku keluar Mobil dan hatiku Bertanya Apa Tujuan mas Bram ke kampus ku, apakah dia Ingin Menemui ku atau kah Orang lain..?
Mas Bram melihat ku ke Luar dari Mobil Reno dan wajahnya langsung berubah sinis, ntah apa yang di pikirkan Mas Bram tentang aku saat keluar dari mobil Reno
"Aira...! Tunggu.." Mas Bram mamanggil & aku sengaja terus berjalan dan tak ingin menemui Mas Bram sebab itu akan membuat Aku semakin sakit.
"Aww...! sakit mas, kau menarik tangan ku dengan Kasar..! " teriak ku yang merasa tangan ku Sakit akibat di tarik paksa Mas Bram.
"Siapa Dia itu bukan Urusan Kamu Mas.., permisi Aku mau masuk ke Kelas."
"Aira..! Tunggu aku belum selesai Bicara..!"
"kamu kenapa sih mas, sekarang kamu berubah, kamu menjadi kasar..!"
aku kesal dengan sikap mas bram yang sudah berubah sekali, yang menjadi sangat kasar, Reno yang belum pergi dan melihat perdebatan aku dengan Bram membuatnya keluar dari mobil dan membuka kancing jas nya lalu menghampiri kami.
"Aku..!, aku kamu bilang Berubah, jelas-jelas kamu yang sudah berubah Aira, begitu Cepat kamu melupakan Aku dan menjalin Hubungan dengan Laki-laki ini, apa karena dia Kaya.. " Mas bram nampak kesal dan menunjukan jari nya ke Arah Reno, merasa di tantang Reno menatap Bram sinis dan menurunkan tangan Mas Bram yang di arah kan ke padanya.
"maaf Bung.., anda tidak pantas berbicara Kasar kepada seorang wanita, apalagi kepada Aira.. "
"Apa Urusan Anda, jangan ikut Campur Urusan saya dengan Aira, Ayo.. ! Aira kita Cari tempat Bicara.. " Mas Bram menarik tanganku dan hendak membawaku menjauh dari hadapan Reno,lalu Reno dengan Sigap Menahan Mas Bram dan Merebut tangan ku dari Genggaman Mas Bram.
"Maaf., Aira Harus Kuliah dan sebentar lagi Masuk kelas Dosen nya akan tiba Sebentar lagi..,Ayo Aira Aku Antar kamu ke kelas..! "
"Kamu.. Pikir kamu siapa ha..!, kekasihnya Aira..?" Mas Bram semakin naik pitam melihat sikap lembut Reno terhadap ku dan Mas Bram menarik Leher stelan jas yang Reno pakai seakan menantangnya untuk berkelahi, aku segera melerai mereka, karena Mas Bram sudah kelewat Batas Menurut ku.
"ya.., Betul.. Dia Kekasih ku..!" jawabku tegas dan melepaskan cengkraman Tangan Mas Bram dari pakaian Reno, aku melihat Reno juga bingung akan perkataan ku, aku tau pasti Reno tidak takut menghadapi mas Bram hanya saja aku tak ingin ada keributan disekitar Kampus.
"Aira.., apa maksud kamu..? " bisik Reno kepada ku, dan aku tak nenjawab aku segera menjauh dari mas Bram.
"ayo Reno.., antarkan Aku ke Kelas..!"
Aku telah berada di lantai dua dimana Kelas yang ku tuju berada, aku melihat dari kejauhan kalau mas bram telah pergi dan tak berada di depan kampus lagi.
"Reno.., maaf yah, atas ulah mas bram tadi sama kamu.. "
"tidak apa-apa sayang..!, bagai mana pun juga aku akan melindungi kekasih ku.. " cekikik Reno mengolok ku atas peryataan ku barusan di hadapan Mas Bram.
"ih..! Reno..Sorri yah aku sudah melibat kan kamu tadi., jangan diambil hati yah..perkataan ku tadi.. " kata ku agar Reno tidak salah Paham dengan apa yang kukatakan tadi di depan mas Bram.
Wajah Reno sedikit berubah sesaat lalu dia tersenyum kecil kembali kepada ku.
"ya sudah kamu gak usah sungkan, kita kan Sahabat, oke.., aku kekantor dulu yah..,salam buat Bibi mu.. " Reno pun berlalu dan pergi meninggalkan kampus, aku pun turut melambaikan tangan saat dia melambaikan tangan kepada ku.
Aku masuk ke Kelas dan ku letakkan Ransel ku diatas Meja kampus, aku sudah mempersiapkan Pakaian ku untuk 2 hari selama aku menemani bibi Elma di Rumah sakit.
Aku atur waktu ku, saat jam Kuliah ku selesai aku akan bergegas menuju Rumah sakit di mana Bibi Elma di Rawat.
*hai..! Pembaca kesayangan Trimakasih sudah mampir di karya Aku, suport aku dengan VOte,LikE dan Comment kalian yah, jangan lupa Baca karya ku lainnya.. 🤗