I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Ulang Tahun



Mama Lani Nampak sangat sibuk Membuat kue, aku dan Bi Ana turut membantu mama Lani.


Ternyata mertuaku ini sangat pandai dalam membuat berbagai jenis Cake.


Beliau juga mengajariku membuat kue yang Reno sukai.


Sore ini kami akan merayakan Ulang tahun Reva dan Revi yang ke 3 tahun.


Seperti yang ku katakan kepada Reno, kami akan mengadakannya di Sebuah panti Asuhan.


Aku dan mama sudah mempersiapkan Bingkisan yang akan kami berikan kepada Anak-anak panti yaitu peralatan sekolah termasuk tas sekolah, juga sepatu sekolah sesuai ukuran yang kami catat dari pengurus panti.


Semua Reno yang mengusulkan, sebab Anak panti pastilah senang mendapatkan Tas dan Sepatu baru.


Anak-anak ku, maksudku Reva dan Revi sudah menyiapkan beberapa barang yang ingin mereka berikan.


Semalam mereka tidur agak larut, mereka mengajak ku untuk memilah mana yang harus mereka berikan kepada Anak panti.


Mereka memilih beberapa pakaian mereka, Pita Rambut juga beberapa Mainan, lalu mereka masukkan dalam sebuah kotak kardus.


Aku senang walau mereka memiliki seorang Papa yang kaya tetapi mereka tetap Mau berbagi di umur yang masih terbilang kecil.


Aku tidak pernah salah menyebut si kembar adalah Malaikat kecil.


Aku mengundang Bibi Elma dan juga Mira sahabatku.


Bibi mengatakan kalau Om Robert sekarang sudah banyak berubah dan menjadi lebih Baik.


Sebenarnya Aku belum yakin, aku merasa Om Robert ingin mencoba mencari muka kepada Reno untuk sesuatu yang berbau dengan Uang.


Aku mau menerima Om Robert karena menghargai Bibi Elma dan bagaimana pun Juga Om Robert adalah Om ku.


Kami telah selesai membuat kue, satu Cake ulang tahun dan 4 loyang Cake Coklat sederhana.


Baunya benar-benar harum dan saat aku mencicipinya sangat enak.


Mertuaku sangat hebat pantaslah dia Memiliki Anak yang hebat juga seperti Reno.


Aku berusaha selalu membeli beberapa Baju untuk ku pakai, Rasanya sangat tidak nyaman memakai pakaian Amara terus.


Reno memintaku memilihkan pakaian untuk di pakai pada pesta ulang Tahun Si kembar.


Aku meilihkan warna Pakaian Reno yang senada dengan warna pakaian ku dan si Kembar.


Seolah kami memakai seragam.


Kami bersiap lebih awal menuju panti dengan menggunakan 2 mobil.


Sesampainya di panti Asuhan kami langsung di sambut beberapa Anak panti.


Ruangan telah di hiasi dan di dekor oleh orang suruhan Reno.


Revi dan Reva sangat senang berkenalan dengan anak-anak panti terutama anak yang sebaya dengan mereka.


Cattering yang di pesan Mama pun sudah tiba.


Aku membantu beberapa petugas panti menghidangkan kue yang di buat Mama lani.


Kepala panti berpamitan sebentar meninggalkan kami.


Sebab ada tamu yaitu donatur yang sering menyumbangkan uang untuk keperluan panti.


Reno pun mempersilahkan kepala panti menemui tamunya terlebih dahulu.


Revi menghampiri ku untuk mengatarkannya ke toilet.


"Mama, levi mau mpis. " sambil menyilangkan kakinya seakan menahan rasa ingin buang air kecilnya.


"Ayo sayang mama Antar ke Toilet."


Saat aku berjalan dengan sedikit tergesa-gesa takut Revi tak dapat menahan rasa ingin buang Air nya, tak sengaja aku menabrak seorang pria berjas Hitam dengan menggunakan kaca mata hitam.


"Ma, Maaf Tuan saya tidak sengaja. "


Saat aku ingin melanjutkan langkah ku, pria tersebut menahan tangan ku.


"Amara, kamu kenapa di sini, harusnya kamu tetap di Vila menjaga Richard."


Aku terkejut lagi-lagi ada Orang mengira aku adalah Amara dan lagi-lagi di sebutkan pria yang bernama Richard.


"Maaf, saya bukan Amara anda mungkin salah mengenali Orang."


Aku melihat pria itu menatap ku lekat dan seakan sadar kalau aku bukan Amara.


"Maaf kan saya Nyonya, saya salah Orang, saya kira Anda kakak Ipar saya"


Aku merasa yang pria ini maksud pastilah Amara istri Reno, aku ingin menanyakan nya kepada Pria Ini. "


"hmm, Maaf Tuan boleh saya bertanya?"


"Anda ingin menanyakan hal Apa nyonya. "


"Mama, Ayo Levi dah mau mpis. "


Aku baru sadar kalau tujuanku adalah ingin mengantar Revi ke Toilet.


"Tidak ada, Maaf tuan saya sedang terburu-buru. "


Aku menggendong Revi dan sedikit berlari sebab sepertinya Revi sudah tidak dapat menahan nya jika terlalu lama.


Setelah mengantar Revi, kami kembali ke Ruang Pesta.


"kamu dari mana sayang, itu ada seorang Bibi kata mama itu Bibi dan Om Angkat kamu. "


Reno juga tidak ingat akan Bi elma dan Om Robert untunglah Mama lani mengatakan kalau mereka Om dan Bibi angkat aku.


"Oh, aku baru saja mengantar Revi ke Toilet. "


Aku segera menghampiri Bi Elma dan mengajaknya menemui Reno.


"Reno ini Bibi Angkat ku namanya Bi elma. "


Reno segera menjabat tangan bi elma.


"Kamu tidak pernah cerita punya keluarga Angkat, Oh maaf mungkin aku yang tidak Ingat.


"tidak Apa-apa nak Reno, melihat kamu selamat saja Bibi sudah mengucap syukur. "


Tiba-tiba Om Robert datang menghampiri kami dan Nampak sekali dari Wajahnya meniatkan sesuatu yang licik.


"Oh nak Reno, Syukurlah kamu semakin sehat Aira sempat Khawatir dan Takut. "


"Aira, Maksud Om Aira siapa ?"


"Kamu salah dengar Nak, tadi Pak Robert mengatakan Amara, sudah ayo kita kumpul Mc nya sudah datang"


Mama mencoba mengalihkan Perhatian Reno dan Perhatian Reno kembali ke Acara ulang tahun si kembar.


Saat semua sedang melihat Hiburan Atraksi Badut, aku menghampiri kepala panti.


"Maaf ibu boleh saya tanya Tamu yang barusan itu siapa?"


"Oh itu Tuan Richo adik tiri dari Tuan Richard. "


"lalu Richard Itu siapa, apakah mereka orang kaya ?"


"Betul Nyonya, tuan Richard itu dulu di titipkan Di Panti Asuhan Ini sampai berumur 15 tahun karena Ibunya sakit Keras, lalu setelah Ayahnya menikah lagi, Dia mengambilnya kembali sebab Tuan Richard lah pewaris utama dari kekayaan Mereka."


"lalu Adik tirinya Richo itu? "


"Tuan Richard mengalami sakit keras sejak 4 tahun lalu, dan sebelum sakit dia sering menyumbang ke Panti Asuhan ini, tetapi setelah sakit Tuan Richo lah yang menjadi perwakilannya"


Aku semakin penasaran dan ingin mendapatkan Informasi selengkapnya tentang Amara, karena aku yakin ini berhubungan dengan Amara.


"Apakah Tuan Richard sudah menikah Bu? "


"dulu Saat Ayahnya masih Hidup Tuan Richard tidak ingin menikah, tetapi saat ayahnya tiada Hampir satu tahun ini, saya mendengar Tuan Richard sudah menikah dengan Seorang wanita Cantik yang adalah kekasihnya dulu. "


Aku berfikir keras apakah wanita yang di maksud adalah Amara.


"Maaf nyonya sangat Antusias dengan Keluarga tuan Richo ?"


"ah, tidak bu saya hanya kagum dengan kedermawanan mereka. "


Tak lama terdengar tepukan dan Mc mengumumkan Waktunya tiup lilin dan Potong kue.


Aku pun berpamitan kepada kepala panti untuk bergegas menuju ke depan.


Aku dan Reno akan mendampingi Si kembar Tiup lilin dan potong kue.


Hal seperti ini baru pertama kali di rasakan oleh Revi dan Reva.


Kue pertama aku menyuruh sikembar memberikannya kepada Mama Lani dan Om Aswin baru selanjutnya kepada Aku dan Reno.


Tanpa sadar aku menangis dan menitikkan Air Mata.


"Mama angan Angis, Nanti leva cedih."


Reva mengusap Air mata ku dan mereka memeluk ku erat.


"enggak mama ini lagi senang tapi air matanya jatuh karena sangat senang. "


Mama lani mengusap Pundak ku seakan mengerti rasa Haru ku.


Aku menemukan Informasi Amara sudah menikah.


Sebegitu bencinya kah Amara kepada Reno sehingga dia memperlakukan Reno Seperti ini.


Jika Nanti Amara meminta hak nya, aku akan berada di depan terlebih dahulu.


Tadinya aku tak berniat merebut Si kembar dari Amara jika dia kembali.


Tetapi setelah aku mendengar Amara sudah menikah dengan Richard, Aku menjadi tidak bersimpati lagi kepadanya.


Amara tidak berhak atas si kembar, Aku ibu mereka, aku yang merawat mereka dan aku yang memberi kasih sayang ku kepada mereka, Aku jugalah yang Mengobati Mental dari Reva dan Revi.


Amara tidak berhak, tidak sama sekali.


Apapun alasan dia nanti tetap dia Salah atas semua tindakannya.


Aku sedih dan kasihan ketika pertama kali melihat Kondisi Mental Revi dan


Reva.


Sungguh tega seorang ibu meninggalkan buah hatinya dengan suatu alasan Apapun itu alasannya tetaplah dia bukan seorang Ibu.


Aku memaki Amara terus dalam Hati


-Bersambung-💞