I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Sadar (Rev)



Sadar.


**Pov Reno.


Sepertinya Sarapan Pagi ini menurut ku sangat Lezat sebab Aku kembali di Temani Aira untuk Makan Bersama, Ya..Aira yang sudah menjadi Sahabat Ku di Rumah ini.


Aku semakin Nyaman bersamanya,  seolah-olah Dia sangat mengerti Isi Hati ku.


Mulai hari ini Aku beniat Akan selalu mengantarnya ke kampus.


"Reno..! " Aira menyapa ku dengan Sedikit ada Rasa Ragu menurut ku.


Lalu aku menjawab dan menanyakan hal apa yang ingin dia bicarakan.


Ternyata dia Ingin meminta ijin untuk menjaga Bibi nya di Rumah sakit,  aku sampai Lupa kalau saat ini beban pikiran sahabat ku ini adalah memikirkan Kondisi Bibi Elma.


Aku berfikir betapa aku sangat kejam jika tidak memberinya ijin, aku pun menyetujuinya.


Aku mengantarkanya ke Kampus. Sesampainya di depan gerbang kampus aku Melihat Ada seorang Pria yang sengaja


memperlakukan Aira dengan kasar siapakah Pria itu tanya ku dalam hati, apakah dia teman kampus Aira atau kekasihnya.


Aku segera menghampiri mereka saat aku perhatikan pria tersebut dengan kasar menarik tangan Aira dan membentaknya.


Ku lihat pria itu memaki Aira dan menunjuk kearah ku, aku Geram akan sikap pria ini,  aku turunkan tangannya dan dia Menarik bajuku seakan menantang ku sebagai Sesama Laki-laki.


Aku terkejut saat Aira mengatakan Kalau Aku adalah kekasih nya dan Aira meminta Aku mengantarkannya Ke kelas.


Aira Mencoba menjelaskan dan meminta maaf akan maksud perkataannya yang mengatakan aku adalah kekasihnya,  Aku tau perkataan Aira Barusan Hanyalah Omong kosong belaka, itu semata-mata untuk menghentikan Pria yang menggangunya.


Aku merasa tersanjung saat Aira menyatakan Aku kekasihnya,  setelah itu aku sedikit Kecewa saat dia meluruskan Perkataannya.


Aku segera melemparkan senyum kepadanya seakan menutupi kekecewaan hatiku, aku pun tersadar bahwa aku adalah sahabatnya dan tak mungkin Aira menganggap aku kekasihnya.


***


Baru satu malam Aira tidak Di Rumah,  aku mempercepat Jam ku pulang kerumah,  aku tau pasti kembar kesayangan ku Sangatlah kesepian.


Benar saja Aku melihat mereka seakan tidak bersemangat bermain dengan Baby sitter mereka.


Aku sedikit kecewa dan Marah kepada mereka, masa sih..mereka tidak bisa membujuk si Kembar untuk Makan.


Aku Ambil piring yang berisi makan malam Anak ku dan ku Coba menyuapi mereka.


Awalnya mereka tidak mau tapi aku berusaha semampuku untuk membujuk mereka dan mereka pun menghabiskan Makanannya.


Tiba saatnya mereka tidur, Bi Ana mengatakan Biasanyada Aira selalu mendongengi mereka dengan Buku cerita yang di Beli Aira dari toko Buku.


Aku segera kekamar Aira dan ku cari buku yang biasa di Baca Aira, aku buka laci meja dekat Ranjangnya dan ku temukan Foto Aira denga Pria yang tadi siang berdebat di kampus Aira dan Foto tersebut di coret dengan Tulisan Besar "MANTAN/MASA LALU".


Aku tersenyum nyengir ternyata pria itu adalah mantan kekasih Aira, entah kenapa aku merasa Menang saat Tau Pria tersebut Adalah Mantan kekasih nya.


Aku mulai membacakan buku cerita milik Aira, dan betapa Damai Hati ini saat kembar kesayanganku memeluk


tangan ku, Revi di kanan ku dan Reva di kiriku tak lama mereka sudah terlelap tidur.


Aira benar dan aku sadar Bahwa aku sudah terlalu lama tidak mencurahkan Kasih sayang ku kepada Mereka.


Apakah mungkin itu karena Terbongkarnya Kebohongan Amara selama ini kepada ku.


aagrrhh...! Seharusnya aku tidak melampiaskan kekecewaanku kepada dua kesayangan ku ini.


Aku mencium mereka satu persatu dan ku tatap mereka dengan Lekat dan tak terasa Air mataku Menetes.


Aku kembali ke kamar ku dan aku tak dapat memejamkan Mata ku.


Aku teringat akan Foto Mantan Aira, ada terbesit di Hati ku Rasa senang saat Aira mengatakan kalau Aku kekasihnya tapi Apa itu mungkin, Aira hanya mengangap aku Sahabat dan majikannya, bahkan dia tidak mau menerima Bantuanku Agar aku membayarkan Hutang Pamannya.


Aku Kangen..ya Sepertinya aku merasa Rindu Akan Aira saat ini.


Aku berfikir apakah dia juga merindukan ku saat ini.


Aku terus menghela Nafas ku menetralisir Degup jantungku yang berdetak Cepat saat aku mengucapkan Nama Aira.


*hai..!  Pembaca Kesayangan Trimkasih sudah Mampir di Karya Aku,  terus dukung Aku dengan VOTe, LIKe & Comment kalian,  jangan Lupa Baca Karya ku lainnya.. 🤗