
Hari sudah Berganti dan seperti biasa Aira menjalani Rutinitasnya ke kampus.
Sudah 2 hari Ini Aira tidak kuliah.
Sementara Reno Terus menyalahkan dirinya.
*Pov Reno.
Pagi ini aku harus menemui Kapten Rendra, yang menghubungi ku pagi-pagi sekali.
Aku berharap Pentunjuk ini Membuktikan Kecurigaan ku akan penyebab kecelakaan Amara.
Sesampainya aku Di Kantor polisi Aku segera menemui Kapten Rendra.
"Selamat Pagi Kapten Rendra"
"selamat pagi Pak Reno, silahkan Duduk, Anda cepat sekali Sampai"
Aku pun segera duduk.
"kebetulan jalanan Tidak macet pak. "
Jawabku atas basa-basi kapten Rendra.
"Briptu Anwar.! tolong bawakan saya semua barang Bukti milik Alm Ibu Amara. "
Lalu ajudannya pun segera tiba dengan membawa beberapa berkas dan barang bukti.
Aku hanya terdiam menunggu penjelasan Kapten Rendra.
"Begini Pak Reno, ini adalah Foto yang diambil team penyelidikannya dalam Foto terlihat Tanah yang di lalui Ban Mobil Nyonya Amara nampak Sedang berhenti di bagian Sini. "
Kapten Rendra memperlihatkan gambar jalan dengan goresan yang di buat Ban Mobil Aira.
"Apa Kapten Rendra Yakin kalau itu adalah Mobil Amara istri saya. "
"saya sudah menduga, pasti pak Reno akan Melontarkan pertanyaan ini kesaya."
"maaf kapten, maksud saya, bisa jadi itu bukan goresan dari ban Mobil Amara, bisa jadi itu milik orang lain"
"tidak ada seorang pun akan kesana pak reno, kecuali Dia mau bunuh diri atau ingin membunuh seseorang dengan mendorongnya ke jurang"
"kemungkinan Dugaan saya hanya yang Ke dua kapten. "
Aku terus memandangi Foto itu dengan tatapan tajam.
"kalau dugaan pak Reno adalah pembunuhan, apakah selama ini Nyonya Amara memiliki Musuh atau seseorang yang Tidak suka dengan Nyonya Amara.? "
"Bukan Amara kapten, tetapi besar kemungkinan Mereka demdam keada saya. "
"kalau begitu kami akan sekuat tenaga mencari kembali petunjuk, karena kalau memang benar nyonya Amara sengaja di bunuh dengan membuatnya jatuh ke jurang, ini sudah termasuk tindak kriminal, dan ini adalah kejahatan"
"Benar kapten, saya juga berharap akan ada peningkatan dari penyelidikan ini. "
"Maaf pak Reno, dapatkah anda menulis tempat-tempat yang sering di kunjungi Nyonya Amara akhir-akhir ini"
"Baik kapten,ada beberapa tempat yang sering istri saya sebutkan jika dia hendak ingin ke sana untuk minta ijin saya, jujur Istri saya agak pendiam dan tertutup, berbeda dengan... "
Hampir saja aku hendak menyebutkan Nama Aira, sekilas aku teringat tentang Aira.
"dengan siapa pak Reno.?"
"Maaf maksud saya dengan wanita lainnya kapten."
Kapten Rendra memberikan Aku selembar kertas beserta alat tulis, untuk aku menuliskan beberapa tempat tersebut.
"ok, ini dia ada 5 tempat kapten, kalau begitu saya tunggu khabar dari kapten Rendra berikutnya. "
Aku segera menjabat tangan kapten Rendra dan segera berlalu menuju tempat mobil ku di parkir.
Aku masih penasaran, siapa orang yang ingin membunuh ku dan apa motifnya untuk membunuh ku.
Amara tidak pernah menceritakan apa yang menurutnya Janggal, atau ada seseorang yang pernah membuntutinya.
Itupun tidak pernah Amara Keluhkan.
Arghh...Satu masalah Aira yaitu Cinta ku dan Satu Masalah Amara Istri ku.
Aku harus meluruskan Masalah ku dengan Aira, tentang Masalah aku menciumnya.
Aku melaju sedikit cepat agar dapat berjumpa dengan Aira sebelum Dia berangkat Kuliah.
Aku mendapati kembar kesayangan ku Revi dan Reva sedang bermain di Taman, tapi kali ini tanpa Aira kemana Dia.? Tanya ku.
Tak lama aku melihat dari kejauhan Aira berpisah dengan Mama.
Aku melihat wajah Aira seakan kecewa dan kesal, entah siapa yang membuatnya seperti itu.
hai..Aira, nampaknya kamu lagi kesal yah.." sapaku penuh dengan rasa penasaran.
"betul, hati ku sedang sangat kesal sekali dengan Seseorang " jawabnya Ketus.
Aku bingung Kenapa Aira sampai semarah itu, apakah karena masalah semalam.
Aku tanya kembali kepada nya, apakah mama yang melukai hatinya.
Tetapi tiba-tiba Aira berlari meninggal kan ku.
Aku segera menghampiri mama berniat untuk menanyakan Apa yang terjadi dengan Aira.
Betapa terkejutnya Aku ternyata Aira Telah mengetahui Bahwa Amara berwajah Mirip Dengan Aira.
Aku menghampiri kamar Aira mencoba untuk menjelaskan Tentang semuanya.
Aku ketuk terus pintu kamarnya sampai Aira mau membukakan Pintunya Untuk ku.
Akan tetapi Aira Tak berniat untuk membukakanya untuk ku.
Aku Akhirnya sadar, Gambaran kekecewaan di Wajahnya adalah Karena Sikap ku yang tidak Jujur.
Saat aku terus mengetuk dan sedikit berteriak memanggil Aira.
Ponsel ku Berbunyi panggilan kedua dari Kapten Rendra, yang mengatakan mereka telah menemukan satu lagi petunjuk.
Aku bingung apakah aku Harus ke kantor polisi lagi atau aku terus berusaha Agar Aira mau membukakan Pintunya dan mengijinkan Aku bicara.
Tetapi aku lebih memilih untuk datang ke kantor polisi, Aku lebih peka kepada Masalah ini.
Sebab ini juga akan berdampak ke Orang-orang yang aku Cintai termasuk Aira.
Aku harus menemukan dalang dari semua kejadian yang membuat Meninggalnya Amara Istri ku.
Aku berteriak hendak berpamitan agar Aira mendengarnya.
Aku rasa nanti malam aku dapat melanjutkan kembali untuk membahasnya bersama Aira dan Aku juga merasa Aira hanya kecewa sesaat, mungkin setelah mendengar penjelasan ku dia Akan kembali tersenyum padaku.
Sungguh, sungguh Aira aku tak berniat membohongi mu, bisik ku dalam hati.
Sesampainya di kantor polisi.
"pak Reno, kami menemukan Nyonya Amara sedang mengunjungi beberapa Tempat sesuai tempat-tempat yang Anda tulis, dan kami memeriksa setiap Cctv tempat tersebut, sesuai tanggal nyonya amara mengalami kecelakaan."
"anda menemukan Apa Kapten, bisa kita putar Cctv tersebut.? "
Lalu kapten Rendra memerintahkan Anak buahnya menyalakan hasil rekaman cctv tersebut yang sudah di Copy ke dalam Flash disk.
"Apotik inilah tempat terakhir yang di kunjungi Nyonya Amara ,tepat satu jam sebelum Nyonya Amara Jatuh ke Jurang, dan kami menemukan Ada seorang pria muda bersama Nyonya Amara.
Nampak mereka berdua sedang Berdebat, menurut keterangan dari karyawan Apotik yang melayani Pria tersebut. "
"maaf kapten, apakah sudah di ketahui tujuan Amara atau pria tersebut ke Apotik ini, apa yang hendak Mereka Beli sebenarnya.? "
"Menurut keterangan yang kami terima dari karyawan Apotik, Nyonya Amara membeli Obat Penahan rasa sakit, bagi penderita penyakit Kronis dan juga Nyonya Amara membeli beberapa Obat Penenang bagi penderita stress Berat. "
Aku diam tanpa kata saat mendengar apa yang dikatakan kepten Rendra.
Apakah obat itu untuk Amara sendiri, ataukah Amara selama ini sedang sakit keras, tapi dia sembunyikan dari ku selama ini.
Jika ternyata semua itu benar, betapa kejamnya Aku terhadap Amara Istriku.
Rasanya Aku seperti pria yang benar-benar Egois.
***
Aku kembali ke Rumah tetapi sebelum Pulang Aku sempatkan Mampir di Bar tempat biasa aku habiskan waktu kejenuhan dengan teman-teman ku dulu semasa aku muda.
Aku pernah mengajak Amara ke tempat Ini, dimana Bar ini hanya di datangi oleh kelompok high Class atau kalangan Elite.
Di sinilah aku tau kalau amara tidak suka dengan bau alkohol.
Aku menegak minuman keras beberapa gelas tapi aku tidak sampai mabuk.
Karena kesadaran ku masih berjalan dan berfikir nanti aku harus dapat berbicara kepada Aira.
Inilah yang menghentikan ku agar tidak mabuk, selalu terbayang wajah Amara dan Aira secara bergantian di pikiran ku.
-Bersambung-
hai.. Trimaksh sudah membaca karya Aku janga lupa sertakan VOTE kalian baik poin atau koin dan. dukung Aku terus yah 💞