I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Rindu Tante Elma (Rev)



Rindu Tante Elma


Tak terasa sudah seminggu lebih aku tinggal dan bekerja di Istana Ini,  dan perlakuan Reno sebagai Majikanku sangatlah Baik dan Sopan.


Reno selalu menyempatkan mengantar ku kekampus dengan mobil mewahya, sejujurnya aku sangat canggung.


Dia perlakukan Aku bukan sebagai pegawainya tetapi sebagai sahabatnya.


dia mengatakan agar aku tak memanggilnya dengan sebutan tuan atau pak tapi dengan Reno saja bukankah pagilan untuk seorang sahabat adalah ini, jelas Reno kepada ku dan menurut ku itu cukup wajar.


Sesaat aku teringat akan Bibi Elma, bagai mana kabar nya saat ini, apakah dia terus jadi bulan-bulanan kemarahan Om Robert.


aaargh..!. Hati ku sedih mengingat mata Bibi Elma yang Sembab akibat menangis.


Aku berjanji pada Hati ku sendiri jika aku telah lulus dan menjadi Seorang Guru aku akan merawat Bibi Elma dan melindunginya.


aku tak pernah menyangka selama ini perlakuan baik Om Robert hanya pura-pura Baik,  setelah itu dia seperti seekor Rubah.


Bibi Elma sudah ku anggap seperti Ibuku sendiri, begitupun bibi Elma yang juga menganggap aku seperti Anaknya.


Aku melihat Revi & Reva sudah selesai di Mandikan Baby Sitter, dan mereka berlari berhamburan Kearah ku.


Kupeluk mereka berdua dan kudekap serta kuciumi satu persatu, ada wangi harum shampo Anak-anak.


Reva mengalungkan tangannya dari belakang leherku dan Revi terus Memegangi tangan ku, benar-benar tawa anak kembar ini seperti malaikat Kataku.


Celoteh mereka yang masih belum terlalu fasih berbicara, menambah kelucuan mereka di mataku.


Tapi tiba-tiba aku merasakan seseorang sedang mendekatiku, ternyata Reno yang sedang mencium kening Reva di belakangku jantungku sesaat berdetak kencang saat aku mencium aroma tubuh dari pria ini.


Ada Aroma khas yang Berani tetapi lembut dan sedikit Exotis, yang menurut ku baru kali ini aku mencium aroma Tubuh seperti ini, bahkan pada mas bram aku tak pernah mencium aroma ini.


Aku merasa dia seakan Ingin mencium leher ku,  tapi untunglah dugaan ku itu salah ternyata dia mencium pipi Reva putri kembarnya.


saat itu Mas bram baru selesai pulang kuliah, Mas bram saat itu sedang menjalani kuliah semester 5 dalam jurusan Arsitek.


Aku melepas hubungan ku dengan nya, karena Bram di Jodoh kan dengan Anak gadis sahabat ayahnya.


Aku sedikit kecewa bukan karena dia di jodohkan, aku kecewa karena mas bram sangat mudahmenyerah.


menurutku dan tak mau memperjuangkan cinta kami dan aku pun mengambil keputusan untuk berpisah dengannya.


Mas Bram tak mau melepasku karena menurutnya aku adalah cintanya, tapi apakah itu layak di katakan cinta tanpa ada sikap pembuktian dari si Pria kepada Nasib Cintanya,itukah yang dikatakan cinta kalau hanya ada perjuangan sepihak saja.


Aku selalu menutup diriku setiap ada pria di kampus yang mencoba mendekatiku, setelah mereka mengetahui statusku telah putus dari Mas Bram.


Setiap pulang dari kantor Reno selalu mengajak aku berbincang-bincang, dan yang kami bahas hanyalah tingkah laku si Kembar dan perkembangannya.


Reno sangat Sayang kepada kedua buah Hatinya ini, aku tak melihat sesuatu yang buruk pada Reno yang aku lihat hanyalah semua kebaikannya.


Semua para penghuni di rumah terlihat ramah terhadapku,  beberapa kali aku bilang ke Bibi Ana agar tidak memanggil ku nyoya tapi cukup dengan Aira saja,


 


 


-Bersambung-


 


*hai..! Pembaca kesayangan terus dukung dan semangati aku dengan Like,Coment dan Vote kalian. 😍😘😘


Jangan lupa baCa juga "Jodoh..aku Cinta kamu" & "Penglihatan sora" tetap semangat ya bacanya.. 🤗