
Saat Aira Asik berbincang-bincang dengan Richo tak lama pun Mira telah Tiba dan Mendapati Aira bersama Richo.
"Aira, Aku kangen sudah lama gak ketemu kamu, dimana Keponakan Ku yang Cantik-cantik itu."
"Mereka baru saja tidur Siang, Habis bermain bersama Richo."
"Richo? "
"Oh iya Aku lupa, ini Richo adik tiri Richard dan Reno."
"hai..Mira Senang bisa berkenalan dengan gadis Cantik seperti mu."
"Maaf Kamu kok tau sih Nama Aku Mira, kita kan baru bertemu."
"Kak Aira yang baru saja memberitahukan Kalau Kamu bernama Mira, sebelum kamu tiba di sini."
"oh ya, kalau begitu aku juga senang berkenalan dengan Kamu."
"eh Mira Richo ini jomblo loh dan Sedang mencari Calon Istri."
"Maksudnya Apa Aira."
"Maksud Kak Aira, boleh tidak kita saling mengenal lebih dekat."
"Gimana Yah, Aku tuh lagi mencari Pria yang Mapan Sih buat Masa depan ku Nanti."
"Mira, Kamu gak usah khawatir Richo ini pria Mapan dan dia saat ini sedang menjalani perusahaan Milik Almarhum Ayahnya Richard."
"bagaimana Mira, Kamu Mau nggak berteman dekat dengan Aku dulu, nanti kan lama-lama dari teman dekat jadi teman hidup."
Mendengar perkataan Richo Mira dan Aira tertawa lepas, dan Richo serta Mira sepertinya Memang Cocok menurut Aira.
Richo Mengantar Mira pulang dan Mereka langsung Akrab satu sama lain.
Menjelang Sore Aira mendapatkan telepon dari Bi Elma.
"hallo Bi, Senang bisa mendengar Suara bibi."
"hallo Aira Bibi juga senang, bagai mana kandungan Kamu ?"
"Baik Bi, semakin besar Aira semakin Sehat tidak mabuk lagi."
"Baguslah kalau begitu, oh iya kemungkinan Besok ada paket dari Robert untuk kamu."
"Om Robert mengirimkan Paket Apa bi? "
"Bibi juga tidak tahu, tetapi dia Ingat sekali besok adalah ulang tahun mu Aira."
"Om Robert Ingat Ultah Aku, sementara Aku sendiri lupa kalau besok adalah Ultah ku."
"itulah Aira, Saat Richard meminta tolong kepada Robert untuk membelikan Sebuah gelang Emas untuk Amara sebagai hadiah hari pernikahan mereka, Om Robert menjadi ingat kalau besok adalah hari ulang tahun mu."
"Bi,Tolong Sampaikan kepada Om Robert akan Rasa terimaksih Aira kepada Om Robert."
"Bibi kirim salam yah Buat Mertua kamu lani dan Reno juga Peluk Cium dari Bibi buat si Kembar."
"khabar Richard bagai mana bi.?"
"Dia semakin Sehat dan terus Rutin menjalani pengobatan, dan juga Amara."
"Amara menjalani pengobatan Apa bi.? "
"Amara dan Richard Sedang mencoba program bayi tabung."
"baguslah Semoga Kak Amara bisa kembali memiliki Bayi dan Mereka bahagia selalu."
"Bibi tutup dulu yah teleponnya Aira."
Aira Bersyukur kondisi kesehatan Richard semakin membaik dan Iya juga mengharapkan Agar Amara masih bisa memiliki Anak Lagi dari Richard.
Aira terus mengusap perutnya yang semakin besar.
"Nak, Mama sudah tidak sabar menantikan kehadiran mu, Apalagi kakak-kakak mu dan Papa, kami sangat menantikan Mu, ingin mendengar suara tangis mu."
Air mata Aira menetes karena Dia merasakan Bahagia.
Setelah banyak yang di Laluinya Selama ini dan semua yang harus dia hadapi.
Aira bersyukur untuk keluarga yang dia Miliki dan Suami yang sangat dia Cintai.
Setelah Dua bulan berlalu dan Kandungan Aira sudah memasuki 9 bulan dan tinggal Menanti hari kelahirannya.
Reno selalu mempercepat waktunya pulang ke Rumah, bahkan dia sering beberapa kali tidak ke kantor Setiap kali Aira merasakan Kontraksi Semu.
Suatu Pagi Aira membuat Sarapan untuk si Kembar dan Reno.
dan Saat Aira sedang menghidangkan nya di Meja Makan dia mulai merasakan Sakit.
Reno yang saat itu baru saja keluar dari kamar Mencari keberadaan Aira.
Dan Betapa terkejutnya Reno melihat Aira yang terus meringis sambil memegang perutnya.
"Aira, Kamu kenapa Sayang."
"Reno, Sepertinya Aku akan melahirkan."
"Ayo kita ke Rumah Sakit segera, Ma...,Bi Ana..."
Reno menggendong Aira sambil berteriak memanggil Lani ibunya dan Bi Ana.
"Ada apa Reno..!"
"Ma, kita harus ke Rumah Sakit Sepertinya Aira Akan segera melahirkan."
Betapa paniknya Reno, Lani memerintahkan agar supir yang membawa mereka bukan Reno karena dia terlihat sangat panik.
Bi Ana tidak ikut sebab bi Ana harus menyiapkan perlengkapan Aira dan menyusul segera ke Rumah sakit.
Bi Ana segera menghubungi Nyonya Erika yang saat ini sedang bersama Amara dan memberitahukan kalau Aira akan segera melahirkan.
Erika meminta ijin kepada Richard agar mengijinkannya kembali ke Indonesia untuk melihat kondisi Aira Anaknya.
Dan Richard mengijinkannya dan membelikan tiket pulang sekaligus.
Aira agak kesulitan saat melahirkan karena ini Anak pertama Aira.
Reno terus mendampingi Aira dan menyemangatinya untuk melahirkan Bayi mereka.
Reno terlihat menangis, sesaat dia mengingat Akan Ibu yang melahirkannya yang belum pernah sekalipun dia Lihat dan bertemu.
Lalu Reno memeluk Lani.
"Kenapa Sayang, tenang saja Sebentar lagi bayi kalian lahir."
"Ma, terimaksih karena sudah merawat Reno dan Terimaksih untuk Ibu yang melahirkan Reno, Anggap saja saat ini Mama Adalah Ibu yang melahirkan Reno saat ini dan biarkan Reno memeluk mama sebagai Mama Prita."
"Kamu adalah Anak Prita dan juga Anak Mama sayang, walau pun Prita yang melahirkan Kamu tetap kamu adalah Anak Mama, Prita di sana pasti bangga melihat kamu."
Suara tangisan bayi pun terdengar dan Bayi Reno dan Aira telah lahir, Bayi Mereka adalah Laki-laki.
Betapa Bahagia Reno sambil menangis menggendong Bayi Laki-lakinya, dan Reno terus menciumi Aira Dan berterimakasih atas buah hati yang dilahirkannya.
Reno memberi nama RAYMOND yang Artinya menjadi pelindung yang Bijaksana Bagi Kakak-kakaknya kelak. 💞