I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Amara masih Hidup.



Malam ini aku lebih dulu tertidur dan reno


lah yang menyelimuti ku.


Sejak siang banyak sekali persentasi di kampus sehingga Aku merasa lelah.


Pagi harinya Aku merasa nyaman saat Reno mendekap ku dalam tidur.


Aku juga tak ingin menuntutnya dengan kewajibanya sebagai suami.


Walau semalam mama sempat meledek ku ingin segera Punya cucu dari ku.


Aku hanya tersenyum simpul.


Ponsel Reno berbunyi dan aku melihat Reno masih sangat lelap tertidur.


Aku menerima panggilan telepon tersebut.


"hallo." sapa ku.


"maaf apakah bapak Reno ada. "


"Reno masih tidur, ini dengan siapa ?"


"selamat pagi nyonya, saya dengan kapten Rendra dari kantor polisi jakarta. "


"apa ada pesan, kebetulan Reno sedang kurang sehat saat ini. "


"maaf dengan siapa Saya berbicara.? "


"Saya dengan istri Reno. "


"baik nyonya, tolong sampaikan kalau saat ini kami sudah mendapatkan informasi besar tentang Nyonya Amara"


"maaf pak, apa maksud anda itu Nyonya Amara Istri reno pertama."


"iya, Anda benar Nyonya. "


"baik nanti saya sampaikan. "


"terimaksih nyonya. "


Aku sedikit terkejut mendengar apa yang di katakan Kapten Rendra tadi.


Sebaiknya Aku memberitahukan hal ini kepada Mama lani dan Om Aswin.


Aku segera menuju kamar mama dan ku ketuk pintu kamarnya.


Saat mama membuka kamarnya, aku segera menceritakan Semuanya.


Mama lalu menghampiri kamar Om Aswin, sama dengan apa yang kulakukan kepada Mama yaitu menceritakan apa yang tadi aku dengar.


Kami segera bergegas menuju kantor polisi yang di maksud.


Mama berpesan kepada Bi Ana jika Reno bertanya kemana kami katakan Saja, kami sedang survey tempat untuk acara ulang tahun si kembar.


Akhirnya kami pun Tiba dan di Sambut Kapten Rendra.


Betapa terkejutnya Kapten Rendra saat melihat aku yang dia fikir adalah Amara.


Lalu mama menceritakan detil bagai mana aku bisa menjadi istri Reno dan menjelaskan keadaan Reno saat ini.


"jadi bagai mana perkembangannya Kapten? " tanya om Aswin.


"Begini pak, kami menemukan Bukti kemungkinan Ibu Amara masih Hidup. "


Aku, Mama dan Juga Om Aswin terkejut dan kaget setelah mendengar pernyataan dari polisi.


"Lalu dengan jatuhnya mobil Amara kejurang itu apa.?"


" itulah pak, setelah team kami menyusuri hulu di mana berdekatan dengan jurang itu, kami mendapati bangkai Mobilnya masih tertutup rapat, hanya kaca yang pecah, yang di gunakan nyonya Amara adalah Mobil Mahal dan Kuat jadi saat jatuh ke laut tidak terlalu hancur. "


"Berarti jenasah Amara tidak ada di dalam mobil. "


"iya benar sekali pak, lalu kami mulai melacak Bandara saat terjadinya kecelakaan dan kami mendapatkan sosok pria yang bersama Amara saat berada di Apotik, pria tersebut hendak melakukan pengobatan ke Singapure"


"Apa pria itu Bernama Ricard kapten? "


"Anda tahu dari mana nyonya? "


"jadi waktu Reno di rawat saya di hampiri oleh seorang dokter Muda yang Mengira Saya adalah Amara, dan menyebutkan Richard yang saat ini sedang sakit. "


Jelasku kepada kapten Rendra.


"kalau begini sudah jelas, nyonya Amara masih hidup, hanya kita tidak tahu apakah dia di culik atau atas keinginannya sendiri menghilangkan diri dan ini adalah tugas yang mesti kami pecahkan. "


"iya pak, saya juga berharap begitu, sebab saya juga cemas akan keadaan anak saya yang pernah ingin di lukai orang yang tidak di kenal. "


"Nyonya tenang saja, kami akan berusaha dan kami sangat yakin ini semua berhubungan dengan percobaan pembunuhan kepada Tuan Reno. "


Kami pun segera meninggalkan kantor polisi itu.


Aku segera berbohong, aku mengatakan kalau nanti kami mengadakannya di sebuah panti Asuhan.


Reno sangat setuju dan berniat berderma untuk pati Asuhan nanti.


Si kembar berlari menghampiri ku dan memeluk ku.


Kian hari mereka semakin pintar berbicara.


"Mama, dali mana ?" dengan logat cadel mereka.


"Mama tadi dari panti Asuhan sayang. "


"Panti acuhan, apa itu ma. " tanya revi bingung.


"Panti Asuhan itu Rumah untuk Anak-anak yang tidak punya Ayah dan Ibu mereka juga sangat miskin tidak Punya apa-apa. "


"kacian ma. " jawab Reva.


"nanti levi mau acih boneka levi, boleh ma. "


"boleh dong nak. "


"leva juda mau acih pita leva. "


"itu juga boleh, asal kalian ikhlas yah."


"aduh cucu eyang pintar-pintar yah, sifatnya sama seperti papanya dermawan. "


"Sebentar lagi ulang tahun kalian." jawab Reno.


Serentak mereka berdua senang dan seperti biasa saling berpelukan.


Aku senang melihat pemandangan ini, tetapi aku juga takut kalau hal ini hanya sementara.


Sebab Amara masih hidup dan belum di ketahui pasti keberadaanya.


Aku takut Amara akan mengambil mereka Si kembar dan Reno.


Aku tahan air mataku saat ini, mama melihat kearah ku dia seakan tahu apa yang aku pikirkan.


Cepatlah kau sembuh Reno, agar kau mengingat ku kembali.


Aku takut saat kita berpisah bahkan kau belum mengingat ku lagi.


Aku Aira bukan Amara, aku rindu kau memanggil ku Aira.


Sungguh Aku takut sekali.


Terlebih saat aku melihat si kembar, siapa aku.


Aku bukanlah ibu mereka dan aku tidak punya hak kepada mereka.


Aku merasa akan berpisah dengn mereka.


Mereka sudah menjadi bagian di riku satu paket.


dan tidak bisa di pisah kan.


Aku juga kasihan dengan keadaan amara saat ini yang belum jelas.


Aku seakan merasa Amara pergi bukan Atas keinginannya.


Tetapi atas paksaan yang entah itu seperti Apa.


Tetapi mengapa akhir-akhir ini Aku merasa Amara seperti dekat.


Padahal sekali pun aku belum pernah melihatnya.


Entah mengapa aku selalu tidak bisa untuk membencinya, perasaan ku mengatakan kalau Amara saat ini dilema dalam pilihan.


Atau mungkin itu hanya perasaan ku saja.


Tapi aku seakan Puny perasaan yang kuat kalau Amara saat ini berada dekat dengan wilayah Rumah Reno.


dan Apa tujuannya Aku tidaklah tahu.


Arghh, semoga itu hanya perasaan ku saja Karena Aku takut Amara mengambil mereka dari ku.


Jika nanti Amara menampakkan dirinya, apakah Reno akan kembali kepadanya ?.


Dan Apakah Reno akan mengusir ku dan tak ingin melihat ku.


Karena bagaimana pun juga saat Amnesia pun yang dia Ingat hanya Amara bukan Aku.


Aku Hanya ada di mimpinya dan tidak nyata.


-Bersambung-💞