
Hari sudah sangat larut Reno pun tiba di Rumah.
Dia Berniat mengganti Bajunya lalu mencoba Mengajak Aira untuk bicara.
Saat Reno hendak masuk kedalam kamar Pribadinya, Mama Reno yang sejak tadi Menantikan Reno Pulang segera memanggilnya.
"Reno..!" Lani memanggil Reno dengan Nada agak tinggi.
"iya, ma, loh mama belum tidur.? " jawab Reno datar.
"humps..! Kamu bau Alkohol, kamu habis minum-minum yah..? "
"Cuma Sedikit kok ma, tadi Reno Mampir di Club langganan Reno. "
Tiba-tiba kedua Baby sitter si kembar keluar dari kamar sambil menenangkan Revi dan Reva.
"loh.. Ma si kembar kenapa.? " tanya Reno heran yang melihat Reva dan Revi menangis di Tengah malam.
"Sepertinya si kembar Memang benar-benar Membutuhkan Aira "
"loh..ya sudah Aira kan ada di Kamarnya Ma.? " jawab Reno yang masih nampak Heran.
"Sepertinya Aira sudah pergi dari Rumah ini, tadi mama dapati Si kembar Menangis Tanpa Aira. " Jawab Lani Mama dari Reno yang mencoba mendiamkan Cucu kembarnya dari tangis.
"Apa..!,mama gak Salah..? " Reno terkejut dan sadar kalau kali ini Aira benar-benar Marah kepada Nya.
Lalu Bi Ana Datang menghampiri mereka.
"Sepertinya Non Aira memang sudah berniat ingin pergi dari Sini Tuan Reno, sebab Non Aira Sudah membawa semua Pakaiannya. "
"Argghh...sitt.. Aira kenapa sih Kamu Gak Mau dengar penjelasan aku.. "
Reno pun segera Mengambil Jaketnya dan Kunci mobil yang sudah terlanjur dia letakkan diatas Meja.
"kamu mau kemana Reno..? "
"Reno mau cari Aira Ma..,kasihan Si kembar dan Reno juga tidak bisa jauh dari Aira Ma.. "
"tapi, kamu mau cari Aira dimana.? "
"Reno akan Coba mencarinya di Rumah Bibi Elma. " lalu segera Reno Bergegas Menuju Mobil.
"hati-hati Reno, kamu itu habis minum Alkohol.. Mama khawatir.." Teriak Lani sebelum Reno menjauh.
Tetapi Reno seakan Tidak Peduli Dia tetap melajukan Mobilnya dengan kecepatan sedikit Tinggi.
Tak memakan Waktu lama Reno pun tiba di Rumah Bi elma.
Tetapi Usaha Reno Sia-sia teryata Aira tidak kesana.
Kembali Reno melajukan Mobilnya sambil Terus Memegang Ponsel untuk menghubungi Aira.
"Aira.., ayo Angkat Telepon Mu.. "
Reno terus Berusaha Mencoba menghubungi Aira.
"please..Aira Jawab panggilan ku.."
"Sebegitu Bencinya kah Kau Kepada ku?"
Sudah 13 kali panggilan yang Reno coba, tetapi Aira sepertinya Tak ingin menjawab Panggilan Telepon Reno.
Reno kesal terhadap dirinya Sendiri, dia menyusuri jalan-jalan di kota itu berharap mungkin akan bertemu Aira di Jalan.
Seperti saat Reno bertemu Aira Pertama kali.
Reno terus menoleh Kenan dan Ke kiri dan Kembali mencoba menghubungi Aira.
Tiba-tiba Sebuah Truk berukuran Sedang melaju dengan kecepatan tinggi datang dari Arah berlawanan.
Reno Kaget dan mencoba mengelak dengan Membanting Stir ke Arah yang berbeda lalu menabrak Bahu jalan.
Seketika Reno tidak bergerak dan tak sadarkan diri akibat kepala nya terbentur kuat pada Stir mobil.
***
Prankk.. Suara Piring terjatuh dari tangan Aira.
"Kamu kenapa Aira, gak ada yang Luka kan pada tangan mu.." Mira mencoba membantu Aira membereskan serpihan kaca Piring yang pecah akibat terjatuh dari gengaman tangan Aira.
"Maaf ya Mira, aku gak sengaja sudah pecahin piring kamu. "
"gak Apa-apa kok sobat, kan tadi sudah aku bilang, Piring bekas Makan malamnya di Cucinya besok saja"
"Aku gak tau kenapa tiba-tiba Perasaan aku sedang gelisah dan gak Enak, trus Piringnya jatuh tanpa aku sadari.. "
Jelas Aira kepada Sahabatnya Mira dan Aira seakan merasa sedih lalu Menangis.
"loh.. Kok kamu Nangis sih, aku kan gak marah sama Kamu Sobat ku"
"Maaf Mira, tapi tiba-tiba perasaan ku sedih dan Khawatir.. "
"hmm..gini Aja, sepertinya Kamu benar-benar sudah Jatuh hati sama Reno, kalau kamu Gusar kamu jawab saja teleponnya yang sejak tadi manggil kamu, gak ada salah nya Aira, Cinta Itu punya Alasan yang Kuat buat memafkan. "
Mendengar Nasehat Mira Sahabatnya, Aira pun Sadar Akan sikapnya kepada Reno yang menurutnya Sudah Kelewat Batas.
Segera Aira pergi menuju kamar Mira untuk mengambil Ponselnya.
Saat Aira Membuka Pintu kamar Tiba-tiba ponsel Aira kembali Berdering, kali ini bukan pangilan dari Reno.
"hallo dengan Nona Aira.." sapa penelepon lain dari lawan bicara Aira.
"Iya pak, saya sendiri. "
"Kami dari Kepolisian Saat ini Pak Reno sedang di tangani di IGD Rumah Sakit akibat kecelakaan Mobil, dan saat kami cek ponsel nya tertera nomor Ini. "
Betapa terkejutnya Aira mendengar informasi dari polisi mengenai Reno.
Teriak Aira dengan isak Tangis yang mendalam.
"Di Rumah sakit Umum yang posisinya di jalan Tugu dekat dengan Lokasi Kejadian. "
"Ba.. Baik pak Saya segera kesana, Terimakasih atas infonya"
Tak lama dari itu Mira datang dan Melihat Aira Yang Terus Menangis.
"Kamu kenapa Aira, bertengkar ya dengan Reno..?" tanya Mira sambil mengambil Posisi duduk sisamping Aira.
"Mir, aku sudah jahat sama Reno, ternyata perasaan ku yang gelisah sejak tadi adalah Firasat kepada Reno.. "
"memang Apa yang Terjadi sama Reno Aira.?
"Reno Baru saja mengalami kecelakaan Mobil dan Saat ini sudah di bawa ke Rs, aku harus segera Kesana. "
"Ok.. Kamu tenang Dulu yah, aku akan Mengantar kamu Ke Rs segera.. "
"Mir.., kamu baik sekali sama aku.. "
"Sudahlah aku kan sahabat kamu, dan juga aku gak akan membiarkan kamu pergi sendiri dalam keadaan Panik begini. "
"Trimakasih ya Mir.. "Aira pun memeluk Mira Sahabatnya.
"sudah.. Sudah lebih baik kita segera berangkat, aku akan pesan Taxi Online dulu. "
Aira dan Mira telah sampai di Rs yang di katakan Polisi saat di telepon.
Mira lalu bertanya kepada bagian informasi tentang keberadaan Reno.
Segera Aira dan Mira menuju Ruang IGD.
"loh.. Ibu Amara.. " tiba-tiba Ada seorang Dokter Pria Menegur Aira saat Mereka sedang Mencari Ruangan IGD.
Aira Pun Menghentikan Langkahnya.
"Maaf saya Bukan Amara, anda Mengenal Saya..?" tanya Aira Heran.
Lalu Pria itu menjabat Tangan Amara.
"Saya Dokter pertama yang menangani Tuan Richard sebelum beliau di bawa ke Singapore, Bagai Mana keadaan Tuan Richard setelah pengaobatan Di sana. "
"Maaf pak Saya bukan Amara, anda Pasti salah Orang. " jawab Aira tegas.
Mira pun segera menarik Tangan Aira agar Aira tidak terlalu meladeni Orang tersebut.
Aira sempat berfikir apakah yang dimaksud pria Barusan adalah Amara Istri Reno yang Wajahnya sangat Mirip dengannya.
Aira pun segera menghempas pikirannya tadi dan kembali fokus kepada keadaan Reno.
Aira menangis Saat Melihat keadaan Reno dari kaca Ruang IGD dan masih dalam penanganan Team Medis.
Betapa Aira Sangat merasa bersalah akibat Tak menjawab panggilan Reno tadi.
"Maaf kan Aku Reno, Bukan Maksudku dan bukan ingin ku membuat mu seperti ini, Maaf.. "
Air mata Aira terus Mengalir, ingin Rasanya Aira segera menerobos Masuk dan Memeluk Reno.
Beberapa Menit Kemudian Dokter pun keluar dari Ruangan Itu.
"Anda keluarga Reno.. " tanya Dokter IGD
"Saya Bukan Keluarganya Dok, tapi saya sudah menghubungi Orang tua Dari Reno. " jelas Aira.
"Jika Keluarganya Tiba tolong bertahu saya, sebab saat ini Tuan Reno Harus Segera si Operasi akibat penggumpalan Darah di Bagian Otak yang terjadi karena benturan yang sangat keras. "
Betapa Aira tidak berkata Apa-apa dan kakinya seketika menjadi lemas.
Mira yang melihat Aira Sahabatnya Nampak Shok segera menuntun Aira untuk Duduk di kursi Ruang tunggu Rs tersebut.
Tak Lamapun Lani mama dari Reno pun Tiba.
"Aira, bagai Mana Keadaan Reno sekarang Cepat Beritahu Tante... " lani nampak sangat Khawatir sehingga diapun tak sadar sudah menguncang-guncang tubuh Aira.
Mira segera memberitahukan Dokter akan keluarga Reno yang sudah tiba.
Sementara Aira hanya menangis.
"Dok..Bagai mana Keadaan Anak saya?"
"Anak ibu mengalami penggumpalan darah di Otaknya akibat terbentur keras, jadi kami harus segera mengoperasinya. "
"Tolong Dok, usahakan Agar Anak saya dapat sadar kembali.. " Teriak lani Lirih.
"Kami akan berusaha sebaik mungkin, lebih baik ibu ke bagian Administrasi untuk mengisi data-data yang kami butuhkan, juga surat tanda setuju kami melakukan tindakan Operasi. "
Suasana sangat tegang saat Mereka menanti Operasi Reno Yang sudah Berjalan.
Mata Lani Terlihat sedikit Sinis saat memandang Aira.
"Kalau terjadi sesuatu kepada Anak ku Reno, aku tidak akan Memaafkan Kamu Aira.. Ingat itu.. "
Aira hanya terdiam dan tertunduk tak berani menatap mata Lani mama Reno.
"Inikah Balasan mu Atas semua kebaikan Reno, aku sudah katakan kepada kamu agar jangan Memandang Reno dengan Sebelah Mata. "
Aira mulai menangis lagi dan semakin jadi saat Aira di ingatkan kembali akan semua kebaikan Reno.
Aira tak dapat berbuat Apa-apa dan hanya bisa berdoa agar Operasi Reno berjalan Lancar.
Baru kali inilah Aira Merasakan rasa takut, takut kehilangan Akan Reno.
-Bersambung-πππ
T^rimaksih, Tetap dukungan & Vote kalian Selalu ku Tunggu loh Sobat.. π