I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Revo



Pov Reno.


Aku menemukan kekasih Masa kecil ku Ai yang ternyata adalah Istriku Aira.


Dunia begitu sempit, aku mencarinya dan kehilangan jejak nya ternyata Dia datang dan Menjadi Istri ku.


Aira tidak mengetahui kalau Pria kecil yang di temuinya pertama kali adalah Revo kembaran ku.


Aku pun Menceritakan semua kepada nya tentang apa yang terjadi dengan Revo kakak ku.


Aku dan Revo adalah Saudara kembar Kami sangat Mirip.


Kakak ku Revo sering sakit-sakitan dan sangat menyukai berenang.


Suatu hari Dokter mengatakan kalau kaki kakak ku akan mengalami lemah otot yang akut.


Dan Kak Revo Tidak percaya jika dia sudah tidak diperboleh kan berenang.


Kak Revo pergi tanpa sepengetahuan Papa dan Mama.


Revo pergi dengan membohongi supir dan mengatakan kalau dia hanya ingin bermain air saja di danau.


Sebenarnya Revo hanya ingin membuktikan kalau dirinya masih bisa berenang.


Menurut Cerita kak Revo awalnya dia senang sebab yang di katakan dokter tidak benar, tetapi setelah beberapa menit dia berenang tiba-tiba kedua tangannya mengalami keram.


Untunglah Ayah Aira dan Aira sedang berada di sekitar situ.


Awalnya Aira yang melihat Revo seakan mencoba memunculkan kepalanya keluar dari Air.


Lalu Aira memberitahukan kepada Ayahnya dan Mencoba menyelamatkan Revo.


Revo selamat dan merasa beruntung saat Aira melihat dirinya sedang berusaha untuk keluar dari dalam Air.


Revo berkenalan dengan Aira yang memberitahukan namanya Adalah Ai.


Mereka pun berencana bertemu kembali bulan depan.


kondisi kesehatan Revo tidaklah baik


Kian hari dia Semakin lemah.


Revo meminta ku Untuk menggantikannya sebagai dirinya.


"Tapi kak, dia kan tahunya kakak memakai kacamata. "


"tolonglah Reno, Kali ini kamu bantu Aku yah kau pakai saja kaca mata biasa"


"Aku tidak akan mau kalau Ai itu adalah Anak yang sombong kak. "


"Ai itu sangat Baik, walau umurnya lebih kecil dari kita tetapi Ai sangat dewasa dan Ramah. "


"Ok, aku bantu kak Revo tapi kakak harus Mau minum Obat dan di Rawat di Rs, nanti ketika kakak Sembuh Kakak dapat Bertemu dengan Ai lagi. "


"iya, kakak Janji deh. "


Setiap Ayah Ai membawanya ke danau hijau Aku akan bertemu dengannya.


Aku sangat nyaman berteman dengan Ai.


Papa dan Mama berencana membawa Revo ke luar Negeri untuk menjalani pengobatan di sana.


Setelah beberapa Bulan di Rawat tubuh Kak Revo pun tidak terlalu kuat melawan Sakitnya.


Dan akhirnya Kak Revo meninggal kan kami.


Aku sangat sedih mendemgar kabar kakak ku yang telah tiada dan aku menangis juga berjanji akan menjaga Ai sesuai pesannya dulu.


Mama pernah mengatakan kalau penyakit yang dialami Kak Revo adalah penyakit Keturunan, tetapi Mama tidak menjelaskan dalam keluarga ku siapa yang juga sudah mengalami hal yang sama seperti Kak Revo.


Semenjak Kak Revo tiada Mama Selalu protect terhadap ku dalam urusan kesehatan.


Sehingga Aku tidak seperti Anak muda kebanyakan yang dapat hangout dengan teman-temannya sampai larut malam.


Aku hanya sering nongkrong di Cafe,Club atau Bar tempat yang biasa di kunjungi Rekan bisnis papa untuk bertemu.


Mama takut penyakit itu juga akan menimpa diriku sebab hanya Akulah Anak satu-satunya yang hidup.


Aku tidak pernah lagi melihat Ai datang ke Danau hijau.


Aku lalu mencari tahu dimana Rumahnya melalui bantuan Asisten papa yaitu Om Raka.


hingga Aku dewasa dan sudah mulai memegang perusahaan sendiri.


Hingga Aku menikah dengan Amara dan Aku bertemu dengan Aira.


Sejak aku jatuh Hati dengan Aira aku mulai tersadar jika Cinta ku sewaktu masa Anak-anak adalah hanya Cinta Monyet biasa.


Dan Merasa kalau Ai bukanlah Jodoh ku sebab tidak pernah menemukannya lagi.


Dulu aku mengatakan dalam hatiku jika Ai memang Jodoh ku pastilah Aku akan di pertemukan dengannya.


Akupun mulai melupakan dan tidak mencari Ai lagi.


Tetapi siapa sangka Jika ternyata wanita yang ku temukan pingsan di jalan adalah Ai yang ternyata bernama Aira.


Waktu yang mempermainkan Kami dan Waktu jugalah yang menyatukan Kami.


Aku senang dapat menemukan Cinta sejati ku, yang juga adalah Jodoh ku.


Aku merasa nanti akan ada sedikit intrik dalam Rumah tangga Kami karena Amara.


Yang saat ini entah apa yang ingin dia Rencanakan dengan menemui revi dan reva secara sembunyi-sembunyi.


Jika nanti Amara mengambil kembar kesayangan ku dan membawanya kabur, maka aku tak akan segan berbuat kejam kepadanya.


Saat ini aku masih melihat situasi dan membaca apa yang ingin di Rencanakan Amara Sebenarnya.


Aku juga Akan menceraikan Amara.


Aku berusaha untuk tidak membencinya.


Sebab, bagaimana pun juga Amara adalah Ibu dari Anak-anak ku dan juga Kakak dari Aira.


*Pov Aira.


Aku tak menyangka ternyata Anak laki-laki yang kutemui saat masih kecil adalah 2 Orang yang ternyata Saudara Kembar.


Apakah ini yang di katakan Jodoh, Saat Aku penasaran dengan Gadis yang di cintai suami ku dalam waktu yang sangat lama, ternyata adalah diriku sendiri.


Memang sulit memprediksi Takdir dan semua hanya yang kuasa yang mengetahuinya.


Tuhan membuat Skenario untuk Aku dan Reno yang menurut ku Sangat Unik.


Mulai dari Aku bertemu dengannya.


Jatuh Cinta kepadanya dan Mencoba menjadi Istrinya Amara sampai menjadi Istri Sah nya Reno dan yang lebih Mengejutkan Lagi ternyata Amara Adalah Kakak kandung ku sendiri.


Tuhan Seakan Mengirimkan Aku seorang Malaikat yang menolongku dan Mengirimkan aku sekaligus 2 Malaikat Kecil dan Manis untuk mewarnai setiap Hari ku.


Aku seperti mendapatkan Jacpot yang tak ternilai.


Saat Tuhan Mengambil sesuatu yang berharga dari ku yaitu Mama dan Papa Angkat ku, Tuhan lalu mengirimkan Ku hadiah yang juga berharga.


Reno selalu membuat aku untuk tidak mencemaskan Amara yang saat ini Muncul di sekitar Anak-anak tanpa kami sadari.


Apa kak Amara selalu menganggap Cinta dan.Hubungan Suami Istri adalah suatu lelucon baginya.


Mulai dari Hubungannya dengan Reno dan saat ini Hubungannya dengan Richard.


Apakah Kak Amara tidak Takut akan namanya Kehilangan.


Apalagi kehilangan Orang yang dia Sayangi.


Semua pertanyaan dalam benak ku ingin sekali aku lontarkan Kepadanya


Jika nanti aku bertemu dengannya.


Beberapa Malam ini Aku hanya dapat tidur dan Memejamkan Mata sebentar saja hanya beberapa jam.


Besok aku harus kembali kuliah dan mengejar semua pelajaran yang tertinggal.


Reno mengatakan akan menyempatkan diri pulang kerumah hanya intuk mengantarku.


Aku menolaknya Biarlah Supir yang mengantarku, sebab aku tidak ingin menggangu pekerjaannya di Perusahaan.


πŸπŸπŸπŸπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸπŸπŸπŸ


-Bersambung-πŸ’ž