
Revi Terjatuh
Pagi harinya di Rumah Sakit.
"Aira., Bibi Minta maaf yah, akibat ulah suami Bibi kamu jadi putus Kuliah.. " Bi Elma sudah semakin membaik dan sedikit sedih mengingat Rumah peninggalan Orang tua Angkat ku yang di jual untuk biaya aku kuliah,kini telah di jual Om robert dan Sisa uang nya dia Hamburkan di Meja Judi .
"Bi.., bibi gak usah khawatir Aira sudah dapat Kerja Sambil Kuliah.. " kataku, ini saatnya aku berbagi kebahagiaan kepada Bibi ku.
"syukurlah, bibi jadi sedikit Tenang, kamu kerja dimana Aira.. " tanya bibi ku dengan wajah agak penasaran.
"Aira hanya seorang Pengasuh Anak Kembar, bibi tau gak..,Waktu Aira di usir sama Om Robert Aira di tolong sama seorang pria yang baik Hati, Dia memiliki 2 Orang putri kembar yang sangat Lucu, jadi Aira sekarang kuliah sambil mengasuh Si Kembar.. " jelas ku dengan semangat.
"Mulia Sekali Pria itu Aira.. "
"dan juga Bi, Reno tidak menganggap Aku sebagai Pegawainya melainkan sahabatnya, Oh..iya, Reno kirim salam buat Bibi, dan yang membantu Aira membawa bibi ke Rs serta membiayai pengobatanya Adalah Reno."
"Bibi tidak sabar ingin mengucapkan Trimkasih kepada Nak Reno itu.."
"yang penting Bibi sembuh dulu, nanti kalau sudah sembuh, Bibi Aira Ajak Ke Rumah Reno.. "
"Bibi tadinya tidak percaya akan perkataan Robert yang mengatakan kamu menjadi simpanan Pria Muda Kaya.. "
hmm..,licik sekali Om robert berarti selama ini dia mengikuti ku kalau tidak dari mana dia tau tentang Reno, bisik ku dalam Hati.
"itu tidak Benar bi, Reno sangat menghormati Aira walau pun Dia seorang Duda.., bahkan Reno menawarkan Bantuan untuk membantu Aira membayarkan Hutang yang di Pinjam Om Robert, tapi Aira Menolaknya. "
"Iya Nak, kita haruslah sadar diri nak Reno sudah banyak membantu,dengan kamu di perlakukan baik saja sebagai pengasuh itu sudah Cukup.. " Bi Elma sependapat dengan ku untuk tak menerima Bantuan Reno yang sudah terlalu Banyak.
Tiba-tiba Ponsel ku berbunyi dan Kulihat Reno Orang Baik tertulis di Layar hp, segara aku mengangkatnya.
"hallo..! Reno.. "
"hallo..! Aira Maaf menggangu Kamu, Revi saat ini sedang di tangani Dokter.. " ku dengar suara Reno lirih dan Sedikit ada Rasa takut. aku pun terkejut akan perkataan Reno.
"Apa..! Kenapa dengan Revi Ren..? " aku cemas dan juga takut sama seperti Reno, Apa yang terjadi Dengan Revi tanyaku.
"Revi Terjatuh dari tangga.." Suara Reno sedikit bercampur tangis, mendengar itu seakan separuh jiwa ku hilang, kaki ku lemas dan aku terduduk di dekat Bangsal Bi Elma dan tak sadar aku pun ikut menangis.
"sekarang di Rs mana Reno.. Aku segera kesana.. " kataku dengan isak tangis.
"Aku membawa Revi ke Rs dimana kita membawa bibi mu, Karena Hanya itu yang terdekat, sekarang aku menunggu di luar Ruang IGD.
Aku langsung mematikan ponsel ku dan segera menuju IGD tanpa Pamit terlebih dahulu Kepada Bi Elma.
Aku berlari karena jarak antara ruang rawat inap dengan IGD sangatlah Jauh.
Dari kejauhan Aku melihat Bi Ana dan 1 Pelayan lain serta Baby sitter tapi aku tak menemukan Reno.
"non..! Syukurlah Non Aira ada disini juga."
Bi Ana segera menghampiri ku setelah melihatku dan dia pun Juga Bersedih.
hati ku semakin takut saat kulihat mereka semua berlinang Air mata, Diman Reno..? kenapa semua menangis..?Apa yang terjadi dengan Revi..? bertubi pertanyaan dalam batin ku semakin membuat dada ku sesak.
"Bi Ana.., bagaimana keadaan Revi..? dimana Reno..? Sebenarnya kenapa bisa begini..? " kulempar semua pertayaan yang ada dalam batin ku kepada Bi Ana.
" Sehabis di mandikan Revi melihat Nona Aira tidak Ada, sementara Tuan Reno berada di kamarnya untuk bersiap berangkat ke kantor, Revi keluar kamar tanpa sepengetahuan Baby sitternya yang sedang membuatkan susu untuk nya.
lalu Revi kaget saat melihat tuan Reno keluar dari Kamarnya dan menyapa Revi yang sedang mencoba membuka pintu kamar non Aira, tapi Revi segera berlari menjauhi Tuan Reno lalu tersandung dan jatuh dari tangga.."
aku merasa seperti tertindih oleh Batu yang sangat besar, ough...! Tidak si kecil Revi harus mengalami seperti ini anak yang baru berusia 2 tahun, ini salah ku karena aku tidak bersama mereka, aku memaki diriku sendiri.
Tanpa pikir panjang Aku menerobos masuk dan kulihat Reno terus menangis di samping Revi sambil mencium tangan mungil Revi.
Aku menyentuh bahunya dan ikut menangis.
"Aira..!, lihat Revi kesayangan ku, Dokter mengatakan kalau dalam 2 jam Revi tak sadar berarti dia Mengalami Koma.
dan ini sudah Satu setengah jam, Aku takut Aira, aku tak mau kehilangan Anak ku.. "
tangis Reno semakin tumpah, aku pun hanya bisa menangis Mulut ku tak mampu untuk berkata, saat kulihat Revi memakai Selang Oksigen dan Alat pendeteksi denyut Jantung, aku tak kuat melihat nya, aku pun sama takutnya seperti Reno, walau si kembar bukan Anak ku tapi aku seakan memiliki Kontak Batin yang sangat kuat kepada mereka.
Aku dekati Revi dari sebelah kiri, ku cium keningnya dan aku teringat perkataan banyak Orang, kalau seseorang mengalami koma hanya tubuh mereka yang tak bergerak tetapi perasaan dan naluri mereka serta pendengaran masih bekerja.
"Revi..Revi sayang.., ini Tante Aira sudah datang.., jenguk Revi..." Aku tak kuasa melanjutkan kata kata ku, aku terus menangis, tapi kata hati ku mengatakan Revi membutuh kan ku dan aku merasa dia Baik-baik saja, aku berusaha kuat untuk melanjutkan perkataan ku lagi dengan isak tangis.
"Revi.., Harus kuat yah sayang.., tante janji gak akan tinggalin Revi & Reva Lagi.., tante Aira Akan terus Bacain Buku cerita sebelum Tidur, dan menyuapi Revi & Reva.. "
aku tahan kembali kata-kata ku dan kutarik kemnbali nafasku dengan sesegukan karena tangisku.
"Tante Aira setiap pagi akan Sisir Rambut Revi dan Reva..,Ayo..bangun dong Revi..!, tante Aira disini.. " Bisik ku dengan Lirih dan Air mata yang tak henti terus menetes.
"Ayo..Bangun Sayang.., kita main sama Reva lagi, ayo..bangun sayang.., Reva sudah menunggu di Rumah, Ayo.. Revi..! " aku menjatuhkan kepalaku di dada Revi memeluknya dan aku terus menangis, Reno yang melihat Aku semakin sedih hanya bisa ikut nenagis dan terus mengusap Punggungku.
"Bangun Nak..! Bangun sayang..! " baru kali ini aku memangil Revi Dengan sebutan Nak , dan..Aku seperti mendapat Mujizat Revi mengeluarkan erangan dan mulutnya berkata MAMA.
Aku segera menegak kan Tubuh ku, Reno segera memanggil Dokter dan segara Dokter serta para suster berlari menghampiri Revi dan memeriksanya.
"Pak Reno..! Ini suatu mujizat sudah hampir dua setengah jam Revi tak sadarkan diri, menurut medis Revi mengalami benturan keras di kepalanya dan akan menyebabkan kesulitan berbicara dan melihat serta akan mengalami koma panjang, tapi Revi tersadar tanpa ada keluhan-keluhan."
Revi sudah sadar, Reno terus menciumi putrinya dan memeluknya, lalu Revi Melihat kearah ku dan Matanya seakan berkata ingin ku peluk, Reno pun seakan mengerti akan tatapan mata Revi kepada ku.
Alangkah terkejutnya Aku Revi mengulangi perkataan yang sama MAMA, aku abaikan apa yang kudengar yang penting saat ini aku masih bisa memeluk dan mencium Revi.
Bi Ana Masuk sambil menyerah kan Hp Reno.
"Tuan.,Sepertinya Reva di Rumah terus menangis..dan terus memanggil Mama." Reno segera mengambil Hpnya dan mencoba berbicara kepada putrinya Reva.
"Reva Anak Papa jangan nangis lagi yah.., Revi sudah sembuh.."
Reno mencoba menenangkan Reva tapi Reva terus menangis memangil kata MAMA berulang-ulang.
Reno nampak kewalahan dan Bingung, aku menawarkan diri untuk menyapa Revi di telp dengan Menggunakan Speaker.
"hallo Reva.. Anak pintar jangan nangis yah..! " sontak Bi Ana dan Reno terperangah saat Aira Bicara Reva langsung terdiam dan hanya terdengar sisa sesegukan akibat menangis.
"Tuan apa saya suruh supir saja Untuk membawa Reva kesini dan bertemu Non Aira.. " usul bi Ana dan aku tidak setuju.
"jangan..! Ini Rumah sakit Bi, dan tidak baik untuk anak kecil yang sehat ke sini, nanti cepat terkena penyakit dari Orang lain, biar Siang ini saya pulang.."
kataku mencoba memberi solusi.
"begini saja Aira, kalau memang kamu akan kembali kerumah ku, nanti aku Sewa salah satu perawat khusus menjaga Bibi mu bagaimana, kamu tidak usah sungkan anggap saja ini timbal balik kita, kamu menjaga Revi dan Reva aku pun begitu menyewa seorang perawat untuk bibi mu. "
menurut ku usul reno cukup baik sehingga pikiran ku tak bercabang.
"oke baiklah Reno aku setuju,siang hingga malam aku menemani Reva dan malam hingga pagi aku kembali ke rumah sakit menemani Revi sampai dia benar-benar pulih, jadi aku juga dapat sesekali melihat kondisi bibi ku."
Menurut ku itu yang terbaik, aku ingin bibi cepat sembuh begitu juga aku ingin Revi Cepat pulih tanpa mengabaikan Reva.
*Hai..! Pembaca kesayangan trimksh sudah menyempatkan membaca Novel ku, jangan Lupa Baca karya ku yang lainnya, Beri Aku VOTe, LiKE & Comment kalian yah.. Trimksh..! 🤗