I'm not Your Wife

I'm not Your Wife
Siapa AIRA Sebenarnya?



Pov Reno


"Reno, Reno kamu harus kuat Aku Mencintai mu aku tidak ingin kehilangan mu"


Samar Aku lihat Aira Seakan Memanggil ku dalam Tidur ku, Sejenak aku seakan hilang dan ku lihat Semua di sekelilingku berwarna Putih.


Aku melihat di depan ku ada Sebuah pagar yang sangat Tinggi lalu Aku Melihat Gadis yang Bernama Aira itu memanggil ku.


Aku mencoba mendekatinya dengan Tertatih, entah kenapa kaki ku sangatlah berat.


Aku ingin segera berlari menghampiri Gadis itu, tetapi seakan berat dan jauh.


Hati ku mengatakan aku harus mendapatkannya dan memeluknya erat.


Tetapi Kaki ku sulit untuk aku melangkah.


Dan tak seberapa Lama pun Aku sadar dari Tidur panjang ku.


Mama menghampiri ku dengan Khawatir dan menangis.


Disitu aku sadar bahwa aku baru saja mengalami kecelakaan.


Aku seakan kembali mengingat Gadis yang bernama Aira yang wajahnya mirip sekali dengan Amara.


Aku tersadar seingatku aku sedang minum di suatu Bar saat aku menunggu Beberapa hari lagi Amara akan melahirkan Anak Kami.


Aku baru tahu ternyata aku mengalami Amnesia Sementara dan aku sudah melupakan memoriku 2 tahun ini termasuk yang terjadi sebelum aku kecelakaan.


Keesokan harinya Amara menjenguk ku, Aku merasa ini bukan Amara yang Aku kenal sangat Berbeda.


Wanita ini sama seperti Aira yang ada dalam Mimpiku.


Dari gayanya bicara dan semua tingkah lakunya bukan seperti Amara.


Sejenak aku bingung akan Amara dan Aira, Aku merasa sangat nyaman dengan Amara yang saat ini dan Aku seakan Ingin terus menjaganya.


Aku tahu Kalau aku belum pernah merasakan jatuh cinta dengan Amara, hanya rasa sayang dan tanggung jawab sebagai suami saja.


Tetapi untuk Amara yang sekarang ada di hadapanku Aku seakan Merasakan Jatuh Cinta.


Semakin hari Aku semakin Cinta dengan Amara yang sekarang banyak perubahan dan hampir tiap Malam aku bermimpi tentang gadis bernama Aira itu.


Aku berusaha melatih kaki ku di kamar tanpa ada yang membantu.


Aku ingin Segera sembuh.


Aku ingin mencari tahu Siapa itu Aira.


Banyak hal sekilas yang terlintas di pikiran ku ,seakan itu adalah Memori ku dengan Aira dan masih nampak Abu-abu.


Aku yakin Gadis ini pasti pernah mengisi Hati ku, kalau tidak pikiran ku tidak akan terganggu setiap saat dengan Sibuk memikirkan Aira.


Hari ini adalah Hari pesta pernikahan kami yang dulu sempat tidak kami adakan.


Aku merasa ini pernikahan ku yang pertama dan aku sangat bahagia sekali.


Malam harinya Aku mendapati Amara tidak ada di sampingku.


Aku pun tertidur setelah minum obat rutinku.


Lagi-lagi aku kecewa, pagi hari Amara pun tak ada di sampingku kemana dia?.


Semalam dia tidur di mana?.


Entah kenapa Aku seakan merasa Takut kehilangannya Sama seperti Mimpiku tentang Gadis yang bernam Aira.


Aku berteriak dan mencarinya di seisi rumah.


Ternyata Amara ada di kamar Si kembar.


Khawatirku segera hilang saat kulihat Amara sudah ada di hadapanku.


Ough, Istriku nampaknya pucat dan Om Aswin menanyakan kondisinya.


Amara bilang dia hanya lelah saat ini.


Aku segera mengantarnya ke kamar kami.


Aku selimuti dia dan ku kecup keningnya.


Aku tunggui dia sampai dia terbangun.


Aku menaiki Ranjang dengan susah payah dan mencoba berbaring di sebelah Amara.


Aku memeluknya dan merangkulnya dari belakang.


Tak sadar aku pun ikut terlelap.


Aku seperti bermimpi kembali tentang Aira, kali ini aku berhasil berjalan dan menemuinya.


Aku tersadar dan membuka mata, aku melihat aku sedang memeluk Amara.


Aku seakan seperti memeluk gadis yang bernama Aira itu.


Aku mengeratkan pelukanku dan ku Cium Aroma tubuhnya yang sepertinya aku pernah menciumnya.


Amara sudah terbangun, mungkin dia terganggu saat aku mengeratkan pelukan ku.


Aku mengajaknya makan bersama, dan dia pun segera bergegas mengambil makanan untuk kami makan.


Amara terkejut saat aku sudah berada kembali di kursi Roda.


Aku juga bingung dengan apa yang kulakukan yang nampak mudah padahal sebelumnya kaki ku sulit sekali untuk ku gerakkan.


Amara menyuapi ku dan aku juga Menyuapinya.


Amara mengatakan Kalau saat ini dia sedang kuliah dan meminta ijin kepada ku agar mulai besok dia bisa kembali ke kampus.


Seakan ada memori kecil melintas dalam pikiran ku, kalau ini adalah Cita-citanya sejak dulu.


Amara selalu berharap Agar aku segera sembuh, dan aku melihat ada kerinduan dimatanya saat ini.


Sudah 3 hari Amara mulai kembali kuliah dan Aku sibuk dengan urusan yang sebelum nya aku tinggalkan dan di urus oleh Om Aswin sementara.


Aku juga sibuk Terapi yang sudah ku jalani 7 kali pertemuan sejak aku keluar dari Rumah sakit.


Saat ini Dokter terapi itu mengatakan perkembangan kaki ku cukup cepat.


Aku sudah dapat menggerakkan kaki ku sedikit demi sedikit.


Entah kenapa Aku ingin sekali mengatar Amara ke kampusnya.


Dan ini yang memacu semangat ku untuk sembuh.


Aku ingin melindungi sayangku.


Saat ini Aku lebih suka memanggil Amara dengan sebutan Sayang dari Pada Memanggilnya dengan sebutan Amara.


Besok lusa Aku ingin memberi kejutan Kepada Istri ku.


Aku ingin mengantarnya ke Kampus biarlah supir yang membantuku.


Aku hanya ingin mengantar Istriku.


Sudah Seharusnya Aku berjuang mulai dari hal kecil seperti ini.


Aku seakan menemukan Jati diriku saat Aku bersama Istriku.


Andai saja Aira yang ada dalam Mimpi ku sama dengan Amara saat ini, Mungkin Aku adalah pria yang paling Bahagia saat ini.


Aku memang terdengar Egois tetapi bukankah Manusia berhak memilih kebahagiaannya.


Sebab semakin hari aku semakin merasa kalau mimpiku seakan nyata.


Aku seakan memiliki Aira di tangan ku saat ini.


Aku seakan merasa Aira adalah Amara yang saat ini berubah drastis dari yang ku kenal.


Amara yang sekarang lebih banyak berkomunikasi dengan Ku.


Kami saling bercerita dan bertukar pikiran.


Aku Merasa sangat nyaman dengan nya.


Aku juga melihat betapa cintanya Amara dengan Anak-anak kami, begitu pun Si kembar yang merasa Amara Ibu terbaik di Dunia.


Aku ingin lekas sembuh dari Amnesia ku.


Aku merasa Memori ku yang hilang adalah yang paling penting dalam Hidup ku.


Aku juga ingin tahu siapa itu Aira, dan Apa sebenarnya yang terjadi sebelum aku kecelakaan.


Aku merasa Banyak hal yang seharusnya ku kerjakan, tetapi aku tak dapat mengingatnya sama sekali.


Aku merasa aku sedang menantikan Suatu berita atau suatu petunjuk.


Arghh, sudahlah semakin aku paksa berfikir aku semakin Pusing.


Lebih baik hal itu aku Coba pelan-pelan untuk mengingatnya.


Aku yakin, beberapa Minggu kedepan Aku akan dapat berjalan.


Aku ingin sekali mengajak Istriku pergi kesuatu tempat, hanya kami berdua saja.


-Bersambung-💞