I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 85. We Are Not Five, With You ( S1 End )



[ Ding ~ Terdeteksi Nyawa Host Terancam.]


[ Ding ~ Mode Penyembuhan Darurat Diaktifkan Secara Otomatis.]


System berbunyi saat disaat Riandi kehilangan kesadarannya secara total,Dan penyembuhan dilakukan secara hati hati oleh system dari dalam tubuh Riandi.


"Kak Riandi! ... Eunji cepat kita harus membawa Kak Riandi kedokter segera." Hiro yang melihat Riandi tidak sadarkan diri dan juga darah yang terus mengalir keluar dari luka di bagian kepala,Berkata dengan sangat cemas kepada Eunji.


"Ya, Cepat."


"Liuzen,Bantu aku untuk mengangkatnya, Ken kau pergilah kedepan lebih dulu dan hentikan taksi untuk kami ... Dan Hiro bantu robek pakaianku dan coba tutupi luka di kepala Riandi." Eunji memerintahkan dengan cepat,Dia juga langsung menggendong Riandi dengan bantuan Liuzen.


Saat Eunji menggendong Riandi dipunggungnya, Dia langsung merasa punggungnya basah dengan darah yang terkumpul di baju Riandi, Dan juga dia merasakan aliran darah Riandi di punggungnya, Ini membuat Eunji sangat khawatir."Riandi bertahanlah, Kita belum mewujudkan janji kita berlima."


Mereka bergerak dengan cepat,Dan Ken didepan sudah memberhentikan sebuah taksi untuk mereka.


"Pak,Tolong cepat kerumah sakit terdekat."Ucap cepat Liuzen kepada sopir taksi tersebut.


"Baik." Sopir tersebut juga mengetahui keadaannya sangat darurat sedikit sangatlah berharga,Jadi setelah semuanya naik,Dia langsung menancapkan gas dan menuju rumah sakit dengan secepat cepatnya.


Mereka berempat tidak memberitahukan kondisi Riandi terlebih dulu kepada yang lainnya,Dan juga Manejer Ody yang sebelumnya pergi mencari Riandi bersama mereka, Belum bertemu lagi dengan keempatnya, Karna sebelumnya mereka membagi tim,Dimana Manejer Ody kearah kanan dari Mini Market dan mereka berempat pergi ke kanan dimana terdapat lorong kosong tempat Riandi bertarung.


"Hiro, Kasih tahu Manejer Ody tentang kondisi Riandi dan juga berikan lokasi rumah sakit yang kita tuju." Eunji berkata dengan suara menahan tangis kepada Hiro yang duduk di bangku sampingnya.


Eunji beberapa kali mencoba mengecek pernapasan Riandi dari hidung, Untungnya Riandi masih bernafas tapi itu sangatlah lemah.


"Hm." Hiro mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca,Dia mengambil Handphone miliknya di saku dan segera menelepon Manejer Ody.


Setelah beberapa saat, telpon diangkat oleh Manejer Ody." Hallo Hiro ... Apa kalian sudah bertemu dengan Riandi?." Setelah telepon diangkat, Manejer Ody langsung bertanya.


"Hallo!?."


"Hallo!?, Hallo Hiro, Apa kau ada disitu?." Suara bingung Manejer Ody terdengar dari handphone Hiro,Karna Hiro tidak berkata apa-apa semenjak telepon diangkat oleh nya.


Hiro sudah tidak tahan lagi,Dan dia langsung menangis sambil mencoba menjelaskan bagaimana keadaan Riandi saat mereka bertemu."Manejer ... Menejer ... Kakak Riandi ... Kakak Riandi ... Huhuhuhu (Menangis)." Tapi Hiro tidak bisa menjelaskannya saat melihat Kondisi Riandi.


"Kenapa? ... Kenapa kau menangis Hiro? ... Ada apa memangnya dengan Riandi?." Suara khawatir Manejer Ody terdengar di handphone.


"Kakak Riandi ... Kakak Riandi tidak sadarkan diri sekarang ... Dan dia banyak mengeluarkan darah, Huhuhu (Menangis)." Jawab Hiro dengan sangat sedih.


"Apa?!! ... Jadi kalian dimana sekarang?." Tanya dengan buru buru Manejer Ody,Dari nadanya bertanya dia juga penuh kekwatiran setelah mendengar kondisi Riandi yang sangat buruk.


"Kami berada di dalam taxi, Sedang menuju kerumah sakit ******** (Ceritanya nama dan alamat rumah sakit)."


"Baiklah, Aku akan segera menyusul kalian dan memberikan kabar kepada Bos ... Kalian berempat tenanglah ... Riandi tidak akan apa apa."Setelah memberikan beberapa kata penenang untuk Hiro, Manejer Ody langsung menutup telepon.


Didalam Taxi semua Member SmileFi sudah pucat penuh dengan kekwatiran melihat Kondisi Riandi yang semangkin buruk.


Bahkan kain untuk menutup luka Riandi,Sudah basah dengan darah yang tidak berhenti mengalir keluar dari luka luka Riandi.


Hiro yang memiliki ketakutan terhadap darah dan juga hati yang lembut sudah tidak tahan lagi melihat kondisi Riandi yang parah,Dia terus menangis menutupi wajahnya.


Memberlainnya juga memiliki air mata yang berlinang karna kekwatiran yang sangat tinggi,Semuanya menutup wajah mereka dan menangis tidak tahan melihat darah yang terus berjatuhan dari kepala leader mereka.


15 Menit Kemudian.


Keempat member SmileFi sedang duduk didepan pintu gawat darurat, Mereka berempat akan sering beberapa kali untuk melihat ke pintu unit gawat darurat.


Saat mereka sampai dirumah sakit ini, Riandi langsung dibawa ke ruang gawat darurat,Dan juga sudah terdapat dokter yang menangani Riandi didalam sana.


Sekarang mereka sedang menunggu hasil pemeriksaan awal dari dokter.


Saat mereka menunggu, Terdengar beberapa suara langkah kaki cepat dari lorong menuju ketempat mereka berempat.


Yang datang adalah Park Ji Hyeon, Menajer Ain,Mina,Dahyu,Jihyo,Sana Dan Lisa, Mereka datang lebih dulu menggunakan mobil pertama,Dan untuk yang lainnya masih dalam perjalanan menuju kesini karna mobil yang terbatas.


Kebetulan saat Park Ji Hyeon dan yang lainnya datang, Seorang suster perawat Keluar dari balik pintu gawat darurat dan berkata."Kami kekurangan darah untuk pasien Riandi, Satu orang saja yang memiliki darah golongan A dapat maju dan menyumbangkan darahnya untuk pasien Riandi."


"Golongan darah A?."


"Aku bukan golongan darah A."


Keempat member SmileFi bukanlah golongan darah A dan Park Ji Hyeon dan lainnya juga bukan golongan darah A, Tapi saat semua orang berfikir tidak ada yang memiliki golongan darah A di antara mereka.


Mina berjalan keluar dari kerumunan dan berkata dengan bahasa korea yang tidak terlalu fasih."Aku golongan darah A, Suster bisa mengambil darahku."


"Bagus, Mari cepat ikuti aku." Tanpa basa basi, Suster tersebut membawa Mina bersamanya untuk mengambil darah.


5 Menit Kemudian, Mina keluar dengan sebuah kapas kecil berukuran sekelingking yang merekat di lengannya.


"Terimakasih Mina." Park Ji Hyeon berterimakasih kepada Mina yang telah berbaik hati untuk menyumbangkan darahnya untuk Riandi.


Member SmileFi lainnya juga sangat berterimakasih atas tindakan berani Mina.


"Tidak masalah sama sekali, Aku senang karna dapat membantu." Mina berkata sambil tersenyum,Dia sama sekali tidak masalah, Karna semenjak dia bertemu Riandi, Riandi sangat baik dengannya, Jadi dia juga ingin membalas kebaikan Riandi.


Setelah itu Mina berjalan ketempat, Dahyun,Jihyo dan Sana yang menghibur Lisa yang sedih mengetahui tentang kondisi Riandi.


"Lisa, Kakak Riandi tidak akan apa apa ... Lagi pula dokter sedang merawatnya." Hibur Mina kepada Lisa dengan menggunakan bahasa Indonesia.


"Benarkah kakak Mina?." Tanya tidak yakin Lisa sambil mengusap air matanya.


"Tentu saja." Jawab tegas Mina.


"Lisa tidak harus sedih."


" Tidak akan ada apa apa."


"Lisa hebat."


Sana,Jihyo Dan Dahyun juga menghibur menggunakan beberapa bahasa Indonesia yang mereka ketahui.


30 Menit Kemudian.


Sekarang Staf Candy Entertainment yang masih bangun,Park Ji Hyeon, Member SmileFi,Lisa, 9 Trianee wanita dan 2 Manejer SmileFi sedang menunggu dengan khawatir kondisi Riandi.


Mereka semua juga sudah mengetahui bagaimana Riandi bisa menjadi seperti ini sekarang, Mereka semua mengetahuinya dari Manajer Ody yang datang ketempat penyerangan Riandi.


Menejer Ody telah menahan ketujuh pria yang tidak sadarkan diri semenjak dikalahkan oleh Riandi dan menyerahkan ketujuh orang tersebut ketangan polisi.


Dan juga lewat video CCTV di lorong tersebut yang di ambil oleh Manejer Ody, Mereka dapat mengetahui semua gerakan dari awal hingga akhir setiap adegan penyerang terhadap Riandi oleh kesembilan orang tersebut.


Saat Manejer Ody menayangkan video CCTV tersebut semua orang menontonnya dari awal hingga akhir, Dari saat Riandi datang kelorong dengan belanjaan ditangannya,Kedatangan 6 pria yang membawa tongkat baseball,Botol kaca,Balok kayu,Dll, dan langsung menyerang Riandi dengan senjata yang mereka bawa, Saat Riandi mengalahkan 2 lawan yang menggunakan senjata dengan mudah, Dan saat dimana Riandi diserang dari belakang oleh orang ketujuh yang telah mengendap ngendep untuk menyerang Riandi dari belakang, Yang menyebabkan luka berdarah di kepala Riandi, Hingga ke akhir pertarungan dimana Riandi menumbangkan semua ketujuh pria yang membawa senjata untuk menyerangnya.


Keempat member SmileFi, Manejer SmileFi,Park Ji Hyeon,9 Trianee wanita,Lisa Dan staf yang menonton CCTV tersebut sangat terkejut melihat pertarungan Riandi yang sangat hebat, Saat menghadapi pengepungan oleh banyak orang yang membawa berbagai senjata ditangan mereka, Yang sangat hebat adalah Riandi berhasil mengalahkan semua orang tersebut dengan hanya mengandalkan dirinya sendiri dan dengan tangan kosong.


Keahlian bertarung Riandi sangat membuat semua orang terkejut, Karna Riandi sangat hebat dan menakjubkan saat bertarung sendirian dengan mengandalkan tangan kosongnya saja untuk mengalahkan ketujuh pria yang menggunakan senjata untuk menyerangnya.


"Orang orang ini harus dihukum dengan berat!!... Ini adalah Pembunuhan berencana." Park Ji Hyeon sangat marah setelah menonton video CCTV tersebut, Jika Riandi tidak ahli dalam bertarung, Maka nasibnya akan sangat buruk yaitu kehilangan nyawa karna dikeroyok dan dipukuli dengan berbagai senjata tumpul, Tapi untung saja Riandi sangat hebat dalam bertarung untuk membela diri dan mengalahkan ketujuh pria tersebut.


"Tenang bos, Aku akan berusaha untuk menjebloskan orang orang ini kepenjara dan tentu hukuman yang akan mereka dapatkan akan sangat berat." Manejer Ain berkata dengan sangat yakin kepada Park Ji Hyeon,Bahwa dia bisa memberikannya hukuman yang berat kepada para penyerang tersebut.


Pintu gawat darurat dibuka dan seorang dokter keluar dari balik pintu.


Lantas Park Ji Hyeon, Keempat member SmileFi,2 Manejer SmileFi,9 Trianee wanita,Lisa dan lainnya langsung bangun dari tempat duduk mereka dan menghampiri dokter tersebut untuk mengetahui kabar tentang kondisi Riandi sekarang.


"Bagaimana dokter dengan kondisi Riandi?." Tanya Park Ji Hyeon dengan terburu-buru dan penuh kekwatiran.


"Pasien sudah berhasil melewati masa masa paling berbahaya, Tapi pasien masih tidak sadarkan diri, Dan ini adalah sebuah keajaiban yang sangat bagus penyembuhan pasien terlihat lebih cepat."


Dokter menjelaskan panjang lebar tentang kondisi Riandi kepada semua orang, Dia juga bingung karna entah bagaimana luka luka Riandi yang berbahaya mulai sembuh dengan pelan pelan.


Setelah mendengar penjelasan dokter terhadap kondisi Riandi,Hati semua orang mulai sedikit rileks.


"Dok, Apa kami bisa masuk untuk melihat Riandi?." Tanya Liuzen dengan wajah yang sedikit lebih tenang dari pada sebelumnya.


"Maaf, Untuk jam jenguk sudah habis dan hanya dapat dilakukan besok saat jam 10 siang, Dan juga jika ada 2 orang yang ingin menginap menemani pasien bisa masuk kedalam ruangan ke tempat pasien dirawat." Jawab Dokter tersebut.


"Begitukah?." Liuzen cukup kecewa dan sedih karna tidak dapat melihat kondisi Riandi secara langsung.


Dan juga untuk 2. orang yang menginap dirumah sakit menemani Riandi, Keempat member SmileFi tidak bisa karna besok jam 8 pagi mereka harus menghadiri acara Award lainnya,Tentu saja 2 Manejer harus ikut, Dan untuk Park Ji Hyeon dia adalah CEO tidak bisa meninggalkan agensi lama lama.


Setelah perbincangan akhirnya Mina dan Lisa yang akan menginap di rumah sakit menemani Riandi, Keduanya yang menyarankan diri mereka sendiri, Dan itu disetujui oleh Park Ji Hyeon, Dan untuk Mina dia akan menemani Riandi dan menjaga Lisa di sini.


Jadi segera keduanya memasuki Ruangan VVIP tempat Riandi di rawat.


Diluar semua orang melihat keduanya memasuki Ruangan VVIP tempat Riandi dirawat, Setelah itu mereka semua berniat untuk kembali dulu ke agensi untuk beristirahat karna sekarang sudah hampir Jam 12 malam.


Sebelum pergi Keempat member SmileFi memandangi ruangan Riandi berada dengan tatapan sedih dan berharap keajaiban.


Mereka berharap bahwa Riandi akan tiba tiba berjalan keluar dari ruangan tersebut dan mengatakan semua ini hanyalah sebuah Prank.


Tapi harapan itu tidak akan pernah terjadi,Karna inilah kenyataannya dibalik pintu terbaring lemah Riandi yang tidak sadarkan diri.


"Beristirahatlah sejenak leader, Setelah kau sadar kami akan membawa lebih banyak piala untuk grup kita."


Mereka semua tidak menyangka hari yang seharusnya bahagia karna memenangkan Rookie Of The Year dan juga hari dimana Riandi berulang tahun, Tapi malah menjadi Hari paling menyedihkan bagi mereka semua.


.........


Keesokkannya Jam 05.00 Pagi.


Riandi yang terbaring di ranjang rumah sakit tiba tiba membuka matanya dengan perlahan dan mengamati sekelilingnya dengan cermat.


"Ini dirumah sakit?." Riandi bertanya kepada dirinya sendiri di dalam hatinya.


Setelah menetapkan bahwa memang dirinya berada dirumah sakit, Riandi mencoba untuk menyenderkan punggungnya."Beberapa tempat di badanku sakit."


"Untung saja ada System yang menolongku." Riandi bersyukur karna dia memiliki System yang dapat menyembuhkan lukanya lebih cepat dari pada biasanya, Dia juga sudah tidak terlalu merasa pusing dikepalanya dan juga sakit Ditubuhnya sudah tidak sesakit sebelumnya dengan bantuan penyembuhan dari dalam oleh System.


Dengan bantuan System,Riandi dapat sehat dalam 2 - 3 hari saja dan juga luka lukanya atau bekas luka akan menghilang seperti tidak pernah memiliki luka sama sekali, Dengan bantuan System.


Yang seharusnya akan kembali sehat seperti sediakala setelah beberapa Minggu, Tapi dengan bantuan System Riandi dapat kembali sehat seperti biasanya hanya memakan waktu 2-3 hari saja, Jika penyembuhan dari system sebaik hari ini terus.


System memiliki fungsi penyembuhan seperti ini baru saja diketahui oleh Riandi,Tapi walaupun fungsi penyembuhan system sangat berguna, Itu juga sangat terbatas dan diketahui hanya dapat sekali digunakan saja, Jadi setelah ini System tidak akan memiliki fungsi penyembuhan lagi seperti sekarang.


Walaupun begitu Riandi sangat bersyukur karna dapat kembali sembuh dan sehat seperti biasanya dengan cepat.


Riandi juga melihat Mina dan Lisa yang tertidur lelap di atas sofa, Riandi tidak membangunkan keduanya karna merasa kasian melihat keduanya yang tertidur dengan lelap.


Saat Riandi tidak tahu harus melakukan apa,Dia melihat handphone miliknya di meja dekatnya,Jadi dia langsung mengambilnya untuk menghibur dirinya yang bosan.


Saat membuka Miyu Riandi langsung disuguhi dengan banyaknya berita tentang dirinya yang diserang oleh sekelompok pria, Dan juga Video CCTV yang menayangkan semua dari awal hingga akhir juga tersebar luas di Miyu.


Dan saat Riandi masuk ke akun sosial media Miyu miliknya, Riandi melihat ratusan ribu pesan di akun sosial media miyunya dari para Remily dari berbagai mancam negara yang memberikan penyemangat untuk dirinya agar cepat sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasanya.


Riandi juga melihat Hastag penyemangat untuk dirinya agar cepat sembuh, Hashtag tersebut sudah mencapai 600K tweets yang penuh dengan berbagai macam kata penyemangat untuk dirinya maupun grup SmileFi untuk tetap maju walaupun banyak rintangan yang menghalangi.


Riandi yang membaca berbagai macam pesan penyemangat untuk dirinya merasa tersentuh dan bahagia, Riandi bahagia karna sekarang dia memiliki banyak orang yang peduli dengan dirinya.


Saat membaca pesan tersebut, Riandi entah kenapa memikirkan sesuatu segera dia mencari pulpen dan kertas di laci dekatnya dengan hati hati, Agar tidak membangunkan Mina dan Lisa.


[ Ding ~ Misi Rekor Album Debut Sukses. ]


[ 1. Rekor Album Debut


Misi : Pecahkan Rekor Mv debut dengan cara mendapatkan 250 Juta Penonton Di MV Party Dalam 1 Bulan setelah debut.


Keterangan : Rekor Mv untuk album debut terbanyak dalam sebulan dipegang oleh salah satu grub generasi 5 dengan Jumlah 240 Juta penonton dalam satu bulan setelah mereka debut.


Progres Misi : 250 Juta View / 250 Juta View ( Sukses )


Hadiah : Bakat Composer LV 5.


Kegagalan : Pengurangan 1 Level disetiap bakat.


Sisa Waktu : 18 Jam


Misi Sukses ]


[Ding ~ Bakat Composer LV 5 Telah Didapatkan karna berhasil menyelesaikan tugas System yaitu Mv debut mencapai 250 Juta dalam sebulan setelah debut.]


Setelah mendengar perkataan System,Riandi merasa otaknya penuh dengan inspirasi untuk membuat lagu.


Riandi menuliskan sebuah lirik lagu diatas kertas sambil membayangkan semua hal yang telah terjadi semasa Trainee dan juga setelah debut mereka.


Dia mencurahkan semua perasaannya selama ini kedalam lirik lagu yang di tulis.


Kenangan bersama saat berlatih dengan keras semasa trainee, Saat mereka berlima memulai debut sebulan yang lalu dibawah banyaknya orang yang meremehkan mereka, Menertawakan mereka dan menghina mereka.


Saat banyak orang memandang rendah mereka dan tidak mempedulikan mereka sama sekali,Saat mereka dilempari batu setelah memenangkan Piala di acara music mingguan,Kejadian malam tadi.


Dan saat dimana para Remily memberikan mereka sebuah penyemangat setiap saatnya,Dan Remily yang akan terus mendukung dan bersama dengan mereka berlima tanpa lelah sama sekali.


Semua itu muncul di pikiran Riandi dan terus berputar berulang kali, Itu juga menjadi inspirasi untuk lirik lagu yang dibuatnya.


Waktu demi waktu berlalu, Riandi hampir menyelesaikan menulis lirik lagu yang dia buat dengan seluruh perasaannya.


Saat Riandi menulis bagian akhir lirik lagu yang dia buat,Tanpa sadar setetes air mata dari matanya tumpah diatas kertas yang berisi lirik lagu yang telah dibuat.


Lagu yang dibuat oleh Riandi berjudul : We Are Not Five, With you.


SEASON 1 END.


......................


Berakhirnya Season 1, Juga menandai berakhirnya cerita Riandi dari semasa Trainee hingga Debut.


Cerita akan berlanjut ke Season 2, Yang akan menceritakan Comeback pertama SmileFi,Konser pertama mereka,Kegiatan grup ataupun kegiatan pribadi member SmileFi, Berbagai prestasi cemerlang yang akan mereka dapatkan setelah Comebeck pertama mereka, Dan berbagai cerita menarik dan haru lainnya saat SmileFi Comeback untuk pertama kalinya.


Sampai Jumpa Di Season 2 I Am The World's Most Famous Idol.