I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 71. Lottere Awal



"Ah,Hari ini akan cukup berat." Liuzen mendesah panjang setelah mendengar penjelasan tentang lottere dari staf.


"Seharusnya aku tidak setuju dengan mudah hari itu." Eunji juga menyesalkan pilihannya beberapa hari yang lalu,Coba saja dia tidak setuju untuk Riandi menjadi produser yang menulis naskah.


Maka tidak akan ada hal menyusahkan seperti Lottere ini, Tapi nasib sudah jadi bubur Eunji dan lainnya harus menerima ini dengan hati yang menyesal.


"Baiklah, Mari segera mulai lottere gurp pertama ... Aku sangat tidak sabar." Berbeda dengan member lainnya yang mendesah berat, Riandi sangat antusias karna ini adalah rencana yang dibuat sendiri.


Seorang staf pria membawa sebuah Lottere yang berukuran sedang,Dengan 6 pilihan dimana 5 pilihan ditutup,Dan terdapat 1 pilihan kosong dimana itu tidak memiliki hukuman sama sekali jadi,Jika mendapatkan pilihan yang kosong tersebut mereka akan bebas melakukan apapun sampai lottere selanjutnya.


"Siapa yang akan memutar lottere diawal?." Riandi bertanya kemember lainnya, Apakah ada yang tertarik untuk menjadi orang pertama yang memulai memutar lottere.


Sejujurnya sama saja, Karna siapapun yang memutar lottere dan mendapatkan hukuman ataupun kesempatan, Kelimanya akan kena.


"Yang memutar harus yang memiliki keberuntungan yang bagus untuk hari ini ...Dan Hiro seharusnya cukup beruntung semenjak bangun." Ken menganjurkan agar Hiro yang menjadi orang pertama untuk memutar lottere.


"Ya, Hiro kamu majulah." Riandi setuju dengan saran dari Ken.


Karna semenjak pagi, Hiro cukup beruntung dan belum memiliki hal hal sial yang ditemui untuk hari ini.


Jadi mereka sepakat agar Hiro yang menjadi orang pertama yang memutar lottere,Dan juga orang yang akan menentukan pilihan setiap member.


"Jangan salahkan aku,Jika mendapatkan hal yang tidak bagus." Sebelum memutar lottere Hiro berkata kepada member lainnya,Agar tidak menyalahkannya jika tidak sesuai ekspektasi mereka.


"Tenang aja, Putar saja lotterenya dengan hati yang tenang." Jawab Eunji dengan yakin,Agar Hiro tidak mengkuatirkan hasilnya nanti.


"Baiklah,Aku akan putar." Dengan kuat Hiro memutar lottere tersebut.


Lottere berputar cukup kencang dan memakan 1 menit sebelum melambat.


Lottere tersebut mulai melambat dan jarum tunjuk lottere sepertinya akan mendapatkan pilihan kosong.


Ini membuat member lainnya menahan nafas mereka dan menunggu dengan tegang hasil akhir dari lottere tersebut.


"Oo ... Oo ... Berhenti ... Berhenti."


Kelimanya dengan cepat berteriak berhenti karna lottere sudah sangat lambat dan jarum menunjuk ke tempat kosong di lottere tersebut, Tapi masih berputar dengan sangat pelan.


"Hahaha, Kita tidak mendapatkan hukuman." Ken sudah berseru dengan senang lebih dulu sebelum lottere tersebut berhenti total.


Saat Ken berseru senang,Hal yang mengejutkan terjadi karna jarum lottere tersebut berpindah dari tempat kosong,Ke sebelahnya yang terdapat kertas yang berisi hukuman grup.


"Ahhh ... Tidak!!."Ken langsung berteriak menyesal setelah melihat hasil akhirnya, Dia hanya diberikan beberapa detik saja senang.


Keempat lainnya mengehela nafas menyesal, Padahal terdapat harapan untuk tidak mendapatkan hukuman, Tapi hasil akhirnya sangat menyakitkan untuk mereka berlima.


Liuzen berjalan mendekat ke lottere tersebut dan membuka penutup di tempat jarum lottere menunjuk, Setelah itu dia mengambil kertas yang berisi hukuman didalamnya dan membacakannya kepada yang lain.


"Lakukan tos dengan orang asing di depan keramaian, Setelah itu berikan tanda tanganmu kepada orang tersebut dan mintalah untuk menyimpannya dengan suara yang keras."


Liuzen yang membacakan hukuman langsung menutupi matanya sangking tidak percayanya bahwa hukuman untuk mereka sangat susah.


Bahkan keempat member lainnya juga merasa tidak percaya,Ini seperti sedang mengadu mereka.


Memang kedengarannya mudah, Tapi itu akan sangat munyusahkan untuk mencari orang yang ingin melakukan tos dengan orang yang tidak dikenal dan jika di abaikan akan sangat memalukan karna didepan publik, Apalagi meminta orang tersebut untuk menyimpan tanda tangannya dengan suara yang keras, Pasti akan memalukan.


Walaupun setiap member SmileFi memiliki urat malu yang longgar, Tapi tetap saja mereka bisa malu seperti orang lainnya, Walaupun malunya agak sedikit menyimpang dari pada orang biasanya.


Mendengar pertanyaan dari Eunji,Riandi menyangkalnya."Bukan aku yang membuat hukumannya ... Memang soal lottere aku yang memberikan ide, Tapi untuk isi didalam hukumannya bukan aku yang mengisinya."


Riandi yang bahkan menulis naskahnya terkejut setelah mendengar hukuman tersebut, Karna memang dia yang menyarankan untuk lottere ini, Tapi untuk hukuman di lottere bukan dia yang mengisinya, Karna itu diserahkan ketangan staf lainnya.


"Jika kalian ingin menyalahkanku ... Kalian salah tempat ... Karna bukan aku yang menyiapkan hukuman." Saat berkata Riandi juga mengalihkan tatapannya kepada Setiap staf yang tertawa cengingiran dibelakang kamera, Karna staf staf itulah yang membuat hukuman ini.


Member SmileFi lainnya juga memandangi staf staf tersebut dengan tidak bahagia, Tapi sangat disayangkan staf staf tersebut malah lebih senang melihat ketidak berdayaan dan kekesalan setiap member SmileFi.


"Huh, Baiklah mari jalani hukumannya dengan wajah tersenyum." Riandi berkata dengan berat hati, Dia juga memaksakan senyumnya.


Sejujurnya sekarang dia sudah menyesal untuk ide tentang lottere ini,Karna ini menjadi tempat para staf untuk menjahili mereka berlima.


Seperti Riandi, Member lainnya juga mengikuti untuk memberikan senyum terpaksa mereka.


"Hahahaha."


Dan senyum terpaksa mereka berlima, Menciptakan gelak tawa dari para staf di belakang kamera.


Kemudian mereka semua berpindah tempat, Dan staf mulai mengatur hal hal yang diperlukan selanjutnya.


Dikeramain dijalan, Terdapat seorang pemuda tampan dan berkarisma yang berdiri disisi jalan sambil mengamati orang orang yang lewat.


Terkadang pemuda tersebut akan mengamati belakangnya yang tidak ada apapun.


Pemuda tersebut tidak lain adalah Riandi, Dia menjadi orang pertama yang akan menjalani hukuman sebelum member lainnya.


Sekarang dia sedang bersiap-siap,Dan soal dia sering mengamati belakangnya karna terdapat kamera yang merekamnya secara diam diam, Dan juga kamera tersebut juga yang menjadi sarana untuk memantau Riandi.


Jadi tempat lain,Member SmileFi dan staf sedang mengamati Riandi sambil syuting.


"Test, Test ... Riandi apa kamu bisa mendengarkan suaraku?.


Dari alat yang berada telinga Riandi terdengar suara perempuan yang tidak lain adalah staf yang akan memberikan arahan kepadanya dari jarak jauh.


"Erghh ... Disini dapat didengar ... Dapat didengar ... Kembali." Riandi menjawab seperti seorang yang sedang menjalani misi rahasia,Karna dia berbisik dengan pelan.


"Oke, Sekarang kau bersiap ... Target pertama ... Didepan seorang wanita paruh baya mengenakan baju biru yang sedang berjalan dan sebentar lagi akan lewat didepanmu ... Lakukan seperti yang diarahkan."


"Baik ... Laksanakan ... Roger."


Setelah menjawab Riandi mengalihkan pandangannya kedepan dan mencari wanita paruh baya yang mengenakan baju biru seperti yang dikatakan staf tersebut kepadanya.


Tapi saat dia mengalihkan pandangannya kearah yang disebut sebelumnya,Riandi tidak bisa tidak kesal ... Karna didepannya terdapat beberapa wanita paruh baya yang mengenakan baju biru yang sama persis, Dan targetnya adalah salah satu dari wanita wanita paruh baya tersebut yang mengenakan baju biru.


Tapi semuanya mengenakan baju biru, Membuat Riandi menjadi lebih pusing untuk mencari target sebenarnya.


"Hey, Bukannya tadi bilang hanya ada seorang saja? ... Kenapa ada banyak begini? ... Jadi siapa sebenarnya targetku?." Riandi langsung berkata dengan kesal ke mic yang berada di kerah bajunya.