I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 99. Berbagai Alasan [S2]



5 Hari Kemudian.


Jam 10 Siang.


Dilantai Satu Candy Entertainment tempat dimana semua orang menghabiskan waktu santai mereka disini.


Tapi berbeda dengan staf Candy Entertainment lainnya yang sedang mengobrol dengan santai dan menghabiskan waktu luang mereka dengan sebaik mungkin sebelum jam kerja mereka tiba.


Riandi yang duduk di sofa ujung sedang menggaruk garuk kepalanya dengan pusing memikirkan tentang dirinya sendiri.


"Dasar teman yang gak setia kawan." Ucap Riandi dengan nada yang super kesal membayangkan kejadian pagi tadi.


.....


3 Jam Sebelumnya....


Asrama Pria No 1.


"Eunji, Apakau mau membantuku hari ini?, Hanya sekali saja temani aku untuk mendemonstrasikan koreografi yang telah ku buat untuk para trainee wanita." Riandi berkata kepada Eunji dengan nada yang tulus dan sangat baik.


"Ah?." Eunji yang mendengar perkataan Riandi, Entah kenapa memiliki tubuh yang merinding jika membayangkan dirinya sendiri menunjukkan Koreografi yang telah dibuat Riandi didepan wanita.


"Ah, Maaf Leader, Pita suaraku sedang bermasalah,Jika melakukan beberapa gerakan ekstrim kata dokter aku mungkin tidak akan bisa bernyanyi lagi dimasa depan, Jadi maaf leader." Setelah memberikan alasan yang gak masuk akal, Eunji langsung keluar dari Asrama dengan terburu-buru tanpa menunggu perkataan Riandi.


Riandi yang mendengar alasan Eunji, Merasa alasan yang diberikan olehnya adalah alasan paling buruk yang pernah Riandi dengar.


"Cih, Bilang saja kau tidak ingin menemaniku." Riandi mendengus kesal melihat kepergian Eunji.


Riandi tahu bahwa alasan Eunji semuanya adalah bohong, Karna dia tidak lupa tadi malam siapa yang bernyanyi paling banyak saat karaoke, Tidak lain yaitu Eunji.


Dan juga bagaimana bisa dia membuat koreografi yang ekstrim untuk lagu yang bertema Cute?, Alasan Eunji adalah alasan paling bodoh.


Mungkin jika alasan ini diberikan kepada anak berumur 6 tahun mungkin mereka akan percaya,Tapi tapi alasan yang tidak masuk akal itu diucapkan kepada Riandi.


Melihat bahwa dia tidak dapat mengajak Eunji,Riandi mengalihkan pandangannya kepada ketiga member SmileFi lainnya yang telah membeku ditempat mereka masing masing setelah melihat tatapan Riandi yang mengarah kepada diri mereka sendiri.


Dengan senyum yang sangat tulus, tapi penuh dengan rasa penindasan,Riandi berkata dengan perlahan."Nah, Kalian bertiga bisa bukan membantuku?."


"Ahh?." X3


Mereka bertiga secara serempak berkata 'Ah', Dan otak mereka yang sebelumnya jaringannya H+, Telah meningkatkan dengan cepat menjadi 4G dalam sekejap, Dan otak mereka bertiga mulai memikirkan berbagai macam alasan untuk menolak permintaan dari Riandi.


Otak yang sebelumnya lambat dan kosong melompong mulai berputar cepat memikirkan alasan yang masuk akal untuk bisa kabur dari permintaan dari leader mereka.


Jika diberikan soal matematika yang ama rumit,Dengan kecepatan otak ketiganya yang sekarang, Mereka dapat menyelesaikannya dalam sekejap.


Bahkan wanita yang susah dimengerti oleh semua lelaki,Akan langsung dapat dimengerti oleh ketiganya.


Sangking mereka memaksimalkan kinerja otak mereka demi menolak permintaan Riandi.


Riandi yang melihat ketiganya tertegun,Kembali bertanya dengan senyuman tulus yang belum memudar."Bagaimana?, Apa kalian mau?."


Dengan kecepatan angin Liuzen langsung menghilang dihadapan Riandi dan 2 member lainnya yang masih memiliki banyak keringat dingin.


"Ha?, Semenjak kapan Liuzen bekerja di kebun binatang?, Dan bukannya dia memiliki pobia terhadap buaya?." Melihat kepergian Liuzen yang secepat Eunji sebelumnya,Riandi mau tidak mau mengehela nafas dengan berat."Kalau begitu kalian berdua saja bagaimana?."


"Ah, Maaf Kak Riandi, Sepertinya Liuzen melupakan tas miliknya yang biasanya dia pakai untuk sift di kebun binatang." Hiro entah kepan sudah memegang sebuah tas bermotif macan tutul ditangannya."Jadi sebagai teman yang baik, Aku harus menyusulnya, Maaf kak Riandi, Bye bye."


Hiro berlari keluar dari pintu sambil menyeret tas entah milik siapa itu,Dan meninggalkan Riandi yang masih tertegun dan Ken yang sudah memiliki keringat dingin yang mengucur diseluruh badannya.


Mendengar berbagai alasan yang sangat tidak masuk akal,Riandi mengalihkan pandangannya ke satu satunya yang tersisa yaitu Ken."Kau tidak akan seperti mereka bertiga bukan?, Memberikan alasan yang tidak masuk akal sama sekali."


"Ah?, Tentu saja kak Riandi, Aku tidak akan memberikan alasan yang sangat buruk dan bohong seperti mereka bertiga." Ken menjawab dengan senyum ceria, Tapi di lubuk hatinya sudah mendung dan otaknya berputar dengan cepat untuk memikirkan sebuah solusi untuk kabur.


Mendengar perkataan Ken, Riandi kembali tersenyum tulus." Jadi kau mau menemaniku?."


"Ah?!, Sepertinya aku juga tidak bisa Kak Riandi, Karna kakiku sedang sangat sakit karna dance Battle beberapa hari yang lalu." Ken mengatakan alasannya sambil memasang wajah yang kesakitan memegangi paha kaki kanannya.


"Aghh, Sangat sakit." Ken mengerang sakit untuk meyakinkan bahwa memang kakinya sedang sakit.


Riandi yang melihat Ken mengerang,Mau tidak mau berkata saat mengingat beberapa hari yang lalu."Bukannya kemarin kemarin kakimu tidak ada masalah sama sekali?." Riandi menatap dengan curiga kepada Ken.


"Agh itu?, Ahh karna saat itu sakitnya sedang pending, Dan sekarang barulah efeknya tiba." Ken menjawab dengan ragu ragu dan sambil mengamati ekspresi Riandi setelah mendengar perkataannya.


"Aduh ... Aduh ..."


"Aduh kakiku."


Ken tidak memberikan waktu Riandi untuk berbicara,Dia langsung berjalan mengarah ke pintu asrama sambil terpincang-pincang dihadapan Riandi.


"Maaf,Kak Riandi, Sepertinya kakiku sangat sakit, Jadi aku harus memeriksakannya ke rumah sakit dulu." Setelah berkata Ken berjalan keluar dari asrama dengan tertatih-tatih dan menutup pintu asrama dihadapan tatapan mata Riandi.


Klack..


"Huhh."Diluar asrama Ken yang telah menutup pintu asrama menghela nafas lega, Dan dia langsung berlari dengan kencang meninggalkan asrama pria.


Bahkan Eunji yang telah berada di lantai satu telah disusul oleh Ken yang melewati tangga gawa darurat, Karna sangking cepatnya Ken berlari untuk kabur.


"Huhh, Mereka berempat sangat tidak setia kawan." Riandi menghela nafa berat dengan sangat kesal melihat bahwa dia tidak behasil mengajak satupun orang yang akan menemaninya untuk mengajarkan koreografi Jelli Jelli yang telah dia buat kepada kesembilan trainee.


Riandi hanya dapat melakukannya sendiri,Dan sepertinya dia harus membuat penyamaran nantinya saat mengajarkan koreografi yang telah dia buat.


Walaupun biasanya dia tidak tahu malu, Tapi entah kenapa dia sekarang agak pemalu, Ini adalah perasaan yang sangat aneh bagi Riandi yang urat malunya telah kendur.


Bahkan setahun yang lalu dia sering melakukan berbagai hal yang tak tahu malu didepan banyak orang bahkan ribuan orang seperti melakukan gerakan pose aneh saat di red Carpet acara award music bergengsi, Dan itu sama sekali tidak membuat dia malu sama sekali.


......................


Maaf karna gak update beberapa hari yang lalu,Karna akhir akhir ini kesehatan author lagi menurun, Bahkan sekarang author hanya memaksakan untuk membuat bab ini agar para pembaca tidak bosan menunggu update.


Semoga kalian semua menikmatinya ( ◜‿◝ ).