I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 176. Panggilan Telepon [S2]



Riandi pergi ketempat manejer Ain berada, dan meminta nomor milik orang tua dari Hiro.


Setelah mendapatkan nomornya, Riandi langsung pergi ke tempat yang sepi untuk melakukan telepon.


Riandi menelpon ke nomor yang telah diberikan oleh manejer Ain kepadanya, setelah beberapa saat berdering akhirnya diangkat oleh seorang pria.


"Hallo, ini siapa?." Suara seorang pria paruh baya dengan menggunakan bahasa jepang terdengar dari handphone Riandi.


"Hallo om, saya Riandi." Jawab Riandi dengan menggunakan bahasa jepang yang fasih.


"Riandi?, Riandi SmileFi?." Tanya dengan bingung pria dari telepon.


"Betul om, saya Riandi." Riandi menegaskan dirinya kepada pihak lain,bahwa memang dia adalah Riandi yang dimaksud.


"Ohw, ada apa menelpon ke saya?, jika ingin membujuk agar datang ke konser kalian, lebih baik jangan buang buang waktumu, karna om tidak akan datang kesana." Ucap pihak lain dengan cepat dan dengan nada yang tidak begitu suka menyangkut konser SmileFi.


Pihak yang ditelepon oleh Riandi adalah ayah dari Hiro, yang hingga sekarang sama sekali tidak setuju untuk Hiro menjadi seorang Idol.


Riandi menebak perubahan sifat dari Hiro yang tiba-tiba, pasti karna Hiro sempat menelpon ayahnya untuk hadir di konser besok malam, tapi ayahnya menolak hal tersebut. Inilah alasan mengapa Hiro akhir akhir suka termenung dan memiliki ekspresi sedih.


Anak mana yang tidak ingin dilihat, oleh orang tuanya saat konser di hadapan puluhan ribu penonton. Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri untuk anak tersebut saat orang tua hadir di konser grup nya.


"Kalau itu yang ingin kamu bicarakan, lebih baik sudahi saja panggilan telepon ini. Mau sampai bagaimanapun, saya tidak akan datang ke konser kalian." Ucap ayah Hiro dan berniat untuk segera menutup telepon.


"Tunggu om, aku tidak ingin membicarakan hal itu." Riandi langsung berbicara dengan cepat untuk menghentikan ayah Hiro untuk menutup telepon.


Setelah melihat telepon belum di tutup, Riandi langsung membicarakan apa yang ingin dia sampaikan kepada ayah Hiro." Saya tidak tahu alasan Om bisa sangat menolak impian Hiro untuk menjadi idol, dan saya sebagai orang luar tidak terlalu berhak untuk ikut campur dalam urusan ini...."


"Tapi sebagai teman Hiro, yang telah menyaksikan sebarapa besarnya penderitaan yang dihadapi oleh Hiro, untuk mencapai impiannya yang sekarang. Saya tidak tega melihat Hiro sedih, karna Om yang sangat tidak menyukai Hiro untuk menjadi Idol...."


Riandi berbicara dengan sangat fasih dalam bahasa jepang tanpa kosakata yang salah, Riandi menceritakan seberapa besar perjuangan Hiro untuk mimpinya tersebut.


"Yang ingin aku beritahukan kepada Om. Selama masa trainee dan hingga sekarang, saat ulang tahun Hiro tiba, yang hanya Hiro harapkan adalah bahwa Om dapat menyetujui mimpinya tersebut, dan memberikan support kepadanya sebagai seorang ayah dan anak...."


Ayah Hiro di sisi lain terdiam mendengar cerita yang dibicarakan oleh Riandi.


Riandi tetap melanjutkan berbicara,walaupun tidak ada respon sama sekali."Jadi demi mewujudkan harapan tersebut, Hiro sangat bekerja keras dalam pelatihan, demi mendapatkan pengakuan dari Om...."


"Saya dan member lainnya beberapa kali melihat Hiro yang menangis sendirian saat malam tiba. Hiro menangis karna kerja kerasnya sama sekali tidak dapat mengubah fakta bahwa Om tidak menyetujui mimpinya."


"Coba Om bayangkan, seorang anak 16 tahun terbang ke korea demi mimpinya yang tidak direstui oleh orang tuanya, sendirian mengejar mimpi di negara orang lain, tanpa bimbingan dari orang tua . Coba Om bayangkan sebarapa berat dan kesepiannya Hiro saat itu!, Hiro bertahan hingga sekarang hanya karna tekadnya saja!...." Riandi menaikkan sedikit nadanya saat berbicara.


Riandi mengingat akan masalalu saat pertemuan pertama dengan Hiro, saat itu dia pernah melihat Hiro di ruangan dance yang memakan segigit hamburger lalu meletakkannya kembali ke ranselnya.


Riandi sempat bertanya-tanya mengapa Hiro hanya memakan segigit saja?, bukan langsung dihabiskan?.


Saat malam harinya, Riandi langsung mengetahui alasan Hiro menyisakan hamburger tersebut, ternyata untuk dimakan oleh Hiro saat malam hari,sebagai penghilang rasa laparnya setelah berlatih hingga larut malam. Saat itu Hiro hanya memiliki sedikit uang saja untuk membeli makanan, jadi Hiro sangat menghemat makanan dan uangnya.


Tapi untung saja masa tersebut tidak berlangsung lama, setelah Park Ji Hyeon mengetahui kisah Hiro, dengan baik hati Park Ji Hyeon juga memberikan uang jajan untuk Hiro dan member SmileFi lainnya saat itu.


Tapi tetap saja, melihat Hiro yang saat itu, Riandi merasa sangat kasihan, bahwa seorang anak berumur 16 tahun padahal memiliki orang tua, tapi harus berjuang sendiri demi mimpinya di negara lain.


Lanjut Riandi."Asalkan Om tau, Hiro berlatih sangat keras dan banyak air mata yang di tetaskan olehnya,hanya untuk mencapai prestasi yang sekarang."


"Hiro selalu berlatih hingga larut malam, terus berlatih hingga tubuhnya terasa tak sanggup lagi, dan latihan keras Hiro selalu akan ada air mata, saat mengingat kerja kerasnya sama sekali tidak dianggap oleh orangtuanya."


Saat Riandi berbicara, Riandi dapat mendengar suara tangis wanita dari handphonenya, yang seharusnya adalah ibu dari Hiro, yang merasa sangat sedih membayangkan perjuangan anaknya.


Riandi terus melanjutkan berbicara."Sekarang mimpi Hiro untuk menjadi Idol telah tergapai, Hiro berhasil menjadi seorang Idol yang disayangi banyak orang. Tapi pasti Hiro selalu merasa tidak nyaman dan sedih karna hingga sekarang, orang tuanya belum memberikan persetujuan terhadap mimpinya."


"Dibeberapa acara award Hiro sering ingin beberapa kali mengatakan terimakasih atas dukungan orang tuanya, saat SmileFi mendapatkan penghargaan, tapi keinginan tersebut selalu di tahan oleh Hiro, karna hingga sekarang, dia belum pernah sama sekali mendapatkan dukungan dari orang tuanya terhadap mimpinya."


"Om seharusnya tahu apa yang di lakukan bukan?, agar Hiro dapat lebih bahagia dan melepaskan semua kesedihannya, dan agar Hiro dapat dengan bangga mengatakan terimakasih kepada orang tuanya, di depan publik,karna telah mendukung mimpinya."


Semua keluarga member SmileFi akan mendapatkan tiket konser eksklusif gratis, sehingga jika ingin menghadiri konser SmileFi, tinggal hanya membawa tiket yang telah dikirimkan oleh agensi ke konser, dan mereka dapat menikmati konser SmileFi dengan gratis.


Dan juga akan ada perlakuan khusus untuk keluarga anggota SmileFi yaitu dapat mengambil 1-2 merchandise secara gratis.


"Saya hanya ingin mengatakan hal ini, terimakasih Om sudah mau mendengarkan."


Setelah berterimakasih dan tidak ada tanggapan sama sekali, Riandi langsung menutup panggilan telepon.


"Huh.."Riandi menghembuskan nafas berat setelah menyelesaikan panggilan telepon, dan bergumam dengan pelan."Hanya ini yang dapat aku lakukan sebagai kakak dan sahabat."