
Riandi dan Ken menyiapkan makanan bersama, Riandi menjadi kepala koki dan Ken hanya mengikuti perintah dari Riandi.
Hingga jam 6 sore, akhirnya sashimi dan sup seolleongtang telah dibuat untuk porsi lima orang.
"Ken panggil mereka untuk kesini."
Setelah menaruh semua makanan dan piring di teras rumah tamu, Riandi meminta agar Ken menelpon member lainnya untuk datang.
Ken menelpon ke Eunji untuk memintanya memanggil member lain, hanya dalam beberapa menit member lain langsung berkumpul di meja makan teras.
"Wow shasimi?, bagaimana caranya kalian membuat sashimi?." Liuzen langsung terkejut melihat sajian sashimi di atas meja.
"Aroma sup seolleongtang sangat memikat." Ucap Hiro dengan senang.
"Ini semua dibuat oleh kak Riandi, aku hanya membantu menyiapkan bahan saja."Ken berkata kepada member lain, tentang pembuatan shasimi dan sup seolleongtang.
Saat member berkomunikasi, Riandi datang dari dalam membawa sumpit, lalu berkata."Apa yang kalian tunggu?, cepat makan, shasiminya harus segera dimakan, sebelum ikan menjadi tidak segar."
"Apakah ada nasi?."Tanya Eunji setelah menyendok sup seolleongtang ke dalam mangkuknya.
"Ada, itu di dekat Liuzen." Ken menunjuk ke sebuah mangkuk besar berisi nasi yang telah disiapkan.
Kelima member SmileFi langsung menyantap makanan bersama sama, sambil mengobrol.
"Wow, rasanya sangat enak." Ucap Hiro setelah mencicipi sup seolleongtang dan shasimi yang masih sangat segar.
Member lainnya juga menganggukan kepalanya dengan setuju, makanan yang di buat oleh Riandi dan Ken sangat enak.
"Syukurlah kalau kalian suka." Balas Riandi sambil tersenyum puas dengan rasa makanan yang dia buat.
Mereka berlima menyantap makanan dengan lahap, dan menghabiskan malam hari dengan canda tawa.
.....
5 Hari kemudian, di pagi hari.
Riandi bangun dari tidurnya, dan melihat jam yang menunjuk pukul 7 pagi.
Dalam 5 hari terakhir mereka berlima melakukan kegiatan yang mereka sukai, dan menghabiskan waktu dengan gelak tawa.
Setelah meregangkan tubuhnya, Riandi pergi untuk mandi.
"Hal yang paling aku sukai dipagi hari adalah melihat wajah tampanku di depan kaca kamar mandi." Ucap Riandi dengan serius sambil menatap dirinya yang telah membuka baju lewat kaca.
Tubuh Riandi sangat profesional dengan otot dan bagian perut sixpack, yang unik di bagian perutnya terdapat tanda lahir kecil.Tubuh Riandi terlihat sangat sempurna.
Setelah mengagumi wajahnya sendiri beberapa saat, Riandi langsung pergi untuk mandi. Riandi mandi selama 5 menit, dan keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah dia kenakan.
Riandi terlebih dahulu mengeringkan rambutnya, sebelum berjalan keluar dari kamar.
"Sepertinya belum ada yang bangun." Riandi berkata setelah melihat tidak ada pergerakan sama sekali dari rumah utama maupun rumah tamu.
Riandi mengambil minuman dari kulkas dan meneguknya sekali, lalu berkata pada dirinya sendiri."Apa yang akan aku buat untuk sarapan?."
Selama disini, Riandi yang selalu menjadi koki utama untuk membuat makanan, dan member lain akan membantu atau membereskan barang yang berantakan.
"Buat omelet daging saja." Riandi memutuskan untuk membuat omelet bukan hanya simpel tapi juga enak untuk menjadi sarapan pagi.
Riandi lebih dahulu memecahkan telur untuk porsi 5 orang, dan mengocok telur hingga mengembang. Lalu menumis bawang putih dan bombai yang telah dicincang hingga harum.
Selama menunggu hingga harum, Riandi memotong motong daging menjadi kecil, Riandi juga menambahkan jamur sebagai tambahan.
Setelah memisahkan bawang putih dan bombai yang telah ditumis hingga harum, Riandi menumis daging dan jamur hingga tekstur yang menurutnya pas.
Lalu Riandi menggabungkan bawang putih,bawang bombai, daging dan jamur yang telah ditumis kedalam telur yang telah di kocok. Riandi juga menambahkan wortel,daun bawang,garam dan kaldu jamur, kedalam adonan telur.
"Hanya perlu memanaskan minyak dan memasaknya." Gumam Riandi setelah mengaduk rata adonan telur yang telah dicampur.
Setelah minyak panas, Riandi menuangkan kocokan telur secukupnya kedalam wajan, lalu tunggu hingga matang dan gulung atau lipat omelet di atas wajan.
Riandi melakukannya sebanyak lima kali, sebelum adonan telur habis. Riandi berhasil membuat 5 omelet daging yang lezat.
"Seharusnya ini sudah cukup untuk menjadi sarapan semua member dan untukku." Ucap Riandi saat melihat omelet yang tebal dan cukup besar.
Riandi mengambil satu omelet ke atas piringnya, dan menaruh sisanya ke lemari makanan untuk member lain.
Untuk menambah nikmat,Riandi menambahkan saus ke pinggiran piringnya untuk dimakan bersama dengan omelet.
Setelah itu Riandi berjalan keluar menuju bangku di halaman, dengan membawa omelet nya dan sebuah minuman kopi.
"Hmm, ini sangat enak."
Riandi memuji makanan yang dia buat, dia bahkan terkejut sendiri tidak menyangka bisa membuat omelet yang seenak ini.
"Apa aku harus membuka restoran ku sendiri?." Ucap Riandi pada dirinya sendiri.
Riandi menikmati makanan sambil melihat lihat pemandangan pagi di sekitar danau, dalam sekejap Riandi menghabiskan omeletnya.
Setelah meminum habis kopinya, Riandi berkata sambil melihat sekeliling."Kegiatan apa yang harus aku lakukan?. Memancing? ... Ahh lebih baik jangan."
Riandi menolak pikirannya untuk mancing, bukan tanpa alasan karna dalam 5 hari terakhir, Liuzen yang sering memancing bahkan belum mendapatkan ikan satupun.
Bahkan sebelumnya Liuzen telah berharap kepada dewa laut, dan membuat lukisan keberuntungan yang bisa membuatnya mendapatkan ikan. Tapi hasilnya adalah tidak ada ikan satupun yang berhasil dapatkan oleh Liuzen
Riandi memikirkan kegiatan lain yang bisa dia lakukan sekarang."Apa aku melukis saja?, kebetulan masih ada kanvas." Ucap Riandi.
"Dan juga sepertinya hanya aku yang belum membuat lukisan." Tambah Riandi,setelah mengingat bahwa member lain telah membuat lukisan mereka masing-masing.
Setelah memutuskan apa yang akan di lakukan, Riandi membawa masuk piring miliknya, lalu mencuci semua piring dan wajan yang sebelumnya dia gunakan untuk membuat omelet.
Selesai mencuci piring, Riandi mengambil kanvas satu satunya yang berukuran 50, dan membawanya ke balkon rumah utama. Dimana semua peralatan melukis ada balkon.
Setibanya di balkon, Riandi melihat lukisan member SmileFi yang lain.
Eunji melukis lukisan abstrak, Liuzen melukis lautan yang dipenuhi ikan, Hiro melukis hati berukuran besar dengan didalamnya tertulis SmileFi dan Remily, Ken yang melukis pemandangan danau dan bukit.
"Wow mereka cukup bagus dalam melukis." Ucap Riandi setelah memerhatikan setiap lukisan member SmileFi.
Riandi mencari tempat kosong untuk menaruh kanvas miliknya, setelah itu mulai memikirkan apa yang harus dia lukis.
"Apa yang harus ku lukis?, aku tidak ada referensi sama sekali." Gumam Riandi menatap kamera yang selalu bergerak mengikuti gerakannya.