
Beberapa saat kemudian Riandi dan member SmileFi lainnya tiba diruangan untuk pengambilan darah.
Mereka duduk dibangku sofa dan menunggu saat dimana dokter tersebut menyuruh mereka untuk masuk dan bersiap.
Beberapa detik kemudian kelimanya dibawah masuk kedalam ruangan tersebut.
Riandi menjadi orang pertama yang akan diambil darahnya.
Keempat member lainnya juga duduk sambil memandangi Riandi yang akan segera di ambil darahnya.
"Sudah siap?." Perawat tersebut berkata kepada Riandi,Sambil menyiap suntikan yang cukup besar ditangannya.
"Ya, Suster dapat memulainya kapan saja." Jawab Riandi dengan sopan, Dia tidak takut sama sekali dengan suntikan yang lebih besar dari pada suntikan biasanya.
"Baiklah, Ulurkan tangan kiri anda, Saya akan memulai pengambilan darahnya." Suruh perawat tersebut kepada Riandi.
Riandi langsung mengulurkan tangannya dan tidak lupa melipat langan bajunya yang panjang.
Setelah itu perawat tersebut mengoleskan sesuatu ketampat yang akan disuntik.
"Oke, Aku akan memulainya."
Perawat tersebut langsung menyuntikkan jarum tersebut kebagian lengan Riandi,Dan darah mulai terhisap kedalam suntikan tersebut secara perlahan.
"Wow, Darahnya mulai keluar." Riandi bukannya merasa sakit atau takut malah dia sangat tertarik saat melihat darahnya sendiri keluar.
"Darahnya sangat merah." Ken yang duduk dibelakang melangkah maju untuk melihat proses Riandi saat pengambilan darah.
Eunji dan Hiro juga melangkah maju dan melihat dengan penasaran seperti Ken.
Hanya Liuzen yang duduk dengan tangan gemetar dibelakang,Dia tidak sanggup melihat jarum suntik yang menembus kulit Riandi.
Proses pengembalian darah memakan waktu 30 menit, Proses ini dibilang cukup lama karna Liuzen yang terus memberontak saat ingin disuntik.
Membuat keempat member lainnya harus Secara paksa memegangi seluruh tubuh Liuzen agar dia tidak terus memberontak.
Yang membuat kameramen senang melihat Liuzen yang sangat putus asa saat dia disuntik.
"Dasar, Padahal udah gede ... masih aja takut sama jarum." Ejek Eunji kepada Liuzen yang masih gemetar setelah di ambil darahnya.
Liuzen sama sekali tidak membantah ejekan dari Eunji seperti sebelumnya, Karna sekarang dia masih sedikit takut saat melihat suntikan yang menembus kulitnya dan darah yang mengalir keluar dari tubuhnya.
"Sudah, Mari selesaikan test kesehatan ini dengan cepat."
"UHuk!."
"Uhuk!."
Riandi berkata sambil terbatuk batuk,Dia juga memasang wajah yang lesuh dan lemas.
Melihat akan hal itu,Eunji yang berjalan di dekat Riandi langsung bertanya dengan khawatir."Apa kau tidak apa apa, Riandi?."
"Batukmu sama sekali tidak berhenti, Bahkan menjadi lebih parah ... Dan Juga wajahmu mulai pucat."
"Bagaimana kita sekarang langsung periksa saja?."Eunji berkata dengan nada khawatir.
"Ya,Kita langsung periksa saja tubuhmu dengan dokter disini." Liuzen juga berkata dengan nada khawatir dan rasa takutnya juga tergantikan dengan rasa khawatir dengan kesehatan Riandi.
Riandi hanya menjawab dengan suara yang lemah." Tidak usah, Selesaikan saja dulu test kesehatan ini ... Hasil test kesehatan juga akan langsung memperlihatkan apa yang tidak normal ditubuhku ... Jadi fokus saja untuk menyelesaikan test kesehatan ini."
"Uhuk!."
Semua member memandangi Riandi dengan khawatir, Dan mereka juga langsung mempercepat proses test kesehatan ini agar mereka juga bisa tahu apa yang Riandi sedang derita beberapa hari ini.
Dengan begitu dalam 2 Jam mereka menyelesaikan semua proses test kesehatan, Dan untuk hasilnya belum diketahui akan keluar kapan.
Selama 2 Jam ini Riandi terus terbatuk dan beberapa kali bolak balik kekamar mandi, Bahkan wajahnya sudah mulai sangat pucat saat keluar dari kamar mandi.
Tentu saja wajah pucat Riandi dibuat saat kekamar mandi,Disitu sudah ada make up artist yang menunggu Riandi untuk didandani seperti seorang yang pucat dan sakit.
"Kak, Bukannya lebih baik kita langsung merawat mu saja sekarang? ... Lihat wajah mu sudah sangat pucat." Ucap Ken dengan nada khawatir bahkan tangannya sudah bergetar sangking panik dan khawatirnya dia terhadap Riandi.
"Ya, Mari kita segera meminta dokter untuk merawat dan memeriksa kesehatanmu ... Lihat dirimu yang sekarang Kak Riandi .... Sangat pucat ... Jad- ... Jadi mohon untuk segera memeriksanya agar tidak lebih parah kak ... Ay- ... Ayo .. Kak." Hiro Berkata dengan nada terputus putus dan matanya sudah berkaca-kaca memandangi Riandi yang sudah seperti mayat sangking pucatnya.
Selama 2 jam ini mereka berempat tidak dapat tenang sama sekali melihat keadaan Riandi yang semangkin tambah parah seiring waktu berjalan,Mereka sangat khawatir melihat kondisi Riandi yang semangkin buruk.
Mereka berempat melihat Riandi yang sudah pucat dan terus terbatuk dengan parah, Keempatnya sudah tidak dapat berfikir dengan jernih lagi sangking khawatir dengan kondisi Riandi yang sangat buruk.
"Mari kita berhentikan dulu syuting ini ... Kesehatanmu lebih penting dari pada syuting ini, Riandi." Liuzen berkata dengan nada membujuk agar memberhentikan syuting ini dulu dan fokus kepada Riandi yang sudah sangat pucat dan terus terbatuk-batuk dengan parah.
"Ya, Mari hentikan dulu syuting ini." Eunji juga setuju, Dia mencoba menopang Riandi agar tidak jatuh karna melihat Riandi yang sudah sangat lemas.
"Baik, Ayo hentikan terlebih dahulu syuting ini." Staf yang tidak mengetahui prank,Setuju dengan Liuzen dan Eunji mereka juga khawatir dengan keadaan Riandi semenjak tadi.
Tapi untuk beberapa staf yang mengetahui Prank ini tidak mematikan kameranya,Tapi terus merekam dengan sembunyi sembunyi.
Dibeberapa tempat dirumah sakit ini juga sudah dipasangi kamera tersembunyi yang akan terus merekam member SmileFi tanpa sepengetahuan mereka (Tentu saja hanya Riandi yang mengetahuinya).
Disaat semua orang khawatir, Manejer Ain dan Ody berjalan kearah kelima member SmileFi mereka juga dengan sangat baik melakukan akting khawatir agar menipu keempat member SmileFi tersebut.
"Riandi apa kau masih bisa berjalan sendiri?." Manejer Ody berjalan dan bertanya kepada Riandi yang pucat dengan nada khawatirnya.
Tanpa Riandi menjawab Manejer Ody merangkul tangan kanan Riandi dan Eunji merangkul tangan kiri Riandi.
Mereka berdua menahan Riandi agar tidak terjatuh secara tiba-tiba karna melihat keadaan Riandi yang sudah sangat lemas dan pucat.
Dengan suara yang lemah Riandi berkata kepada semua orang"Tak apa .... Uhuk! ... Uhuk! ... Aku masih bisa berdiri sendiri ... Dan lanjutkan saja syutingnya aku masih bisa ... Tenang saja."
Sepertinya ingin membuktikan bahwa dirinya tidak apa apa, Riandi meminta agar Manejer Ody dan Eunji untuk tidak merangkulnya.
"Lihat bukan? ...Uhuk! ... Aku tidak apa apa." Ucap Riandi dengan senyum diwajahnya yang pucat.
"Riandi,Jangan memaksakannya, Walaupun kau masih bisa berdiri sendiri ... Tapi lihat wajah mu yang sudah sangat pucat dan juga batuk yang semangkin parah ... Jadi hentikan saja syutingnya."Kata Manejer Ain dengan khawatir kepada Riandi yang masih memaksakan dirinya untuk syuting.
Manajer Ain juga bekerja sama dengan sangat baik dengan Riandi seperti Manejer Ody.
"Tidak bisa manejer ... Jika kita melewatkan acara ini ... Kita tidak memiliki tempat untuk promosi sebagus acara ini ... Jadi aku tidak ingin SmileFi melewatkan syuting ini ... Dan juga aku tidak ingin melihat usaha memberku selama ini ... sia sia hanya karna aku yang tidak sehat ... Jadi mohon lanjutkan syutingnya ... Aku masih bisa bertahan."Riandi berkata dengan suaranya yang lemah sambil memandangi semua orang dengan tatapannya yang tangguh dan pantang menyerah.
Setelah menatapa mata semua orang Riandi melanjutkan perkataannya." Kita berlima sudah menunggu saat ini selama 3 tahun lamanya ... Sudah banyak pengorbanan yang diberikan oleh member SmileFi untuk hari ini ... Rasa sakit, Lelah, Putus asa, Sedih,Dan Suka cita sudah kami lewati untuk hari ini dan untuk debut kami."
"Aku ... Aku sebagai leader tidak ingin mengecewakan semua usaha semua orang, Walaupun ini adalah hari terakhirku ... Mari selesaikan syuting untuk episode ini ... Walaupun aku tidak akan muncul lagi di episode selanjutnya tidak apa ... Aku sudah sangat bahagia menyelesaikan syuting bersama teman temanku dan semua staf."
"Mungkin ini adalah permintaan terakhirku kepada kalian semua."
"Jadi mohon dengarkan permintaanku ini."
Setelah mengucapkan semua hal itu, Riandi tersenyum dengan wajah pucat dan lemah kepada semua orang terutama keempat member SmileFi, Dan sebutir air mata seperti kristal mengalir keluar dari matanya dan membasahi pipinya.