I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 116. Rumor Hantu? [S2]



"Baiklah tuan, Ada apa memanggil Mimi?." Mimi bertanya dengan nada yang malas kepada Riandi.


"Tolong berikan aku peta untuk lokasi setiap ruangan cabang olahraga lainnya disini, Dan juga apa kau bisa memberikan penanda setiap orang yang aku kenal di peta?." Riandi meminta kepada Mimi agar memberikan peta lokasi setiap ruangan olahraga disini.


Riandi meminta akan hal itu, Karna bingung harus pergi kemana untuk jalan jalan, Setelah keluar dari ruangan panahan,Dia tidak melihat orang lain yang dia kenal.


"Peta?, Itu sangat mudah, Tunggu sebentar tuan, Aku akan menyiapkannya." Walaupun mengantuk dan malas,Mimi tetap melakukan apa yang diminta oleh Riandi.


Dengan jentikan jarinya yang kecil, Sebuah peta muncul di pandangan Riandi, Dia juga dapat melihat penanda yang memperlihatkan orang orang yang dia kenali di peta.


Seperti diruangan olahraga gulat, Dia melihat tanda Eunji dan Ken disana,Selain keduanya terdapat 2 titik merah di ruangan tersebut, Yang seharusnya adalah instruktur olahraga disana, Dan mengapa tanda yang menandakan dua instruktur tersebut hanya titik merah polos, Karna Randi tidak mengenal atau belum pernah bertemu dengan orang tersebut, Dan belum diberikan penanda oleh Mimi.


"Terimakasih Mimi." Ucap terimakasih Riandi kepada Mimi, Dengan peta ini dia dapat melihat dimana orang orang yang dia kenali berada.


"Tidak masalah tuan, ini adalah tugas Mimi." Balas Mimi dengan santai.


Walaupun sudah mengerjakan tugas yang diminta oleh Riandi,Mimi sama sekali tidak berniat kembali, Tapi dia tetap terbang di sekitar pundak Riandi.


Riandi yang melihat Mimi tidak kembali,Merasa aneh karna biasanya setelah menyelesaikan apa yang dia minta,Mimi akan segera kembali menghilang secepat kilat, Tapi kali ini malahan tidak, Jadi Riandi bertanya dengan bingung."Mimi apa kau tidak berniat kembali?."


"Hm, Tidak ... Aku ingin melihat lihat juga ... Jarang jarang Mimi ada tempat lain selain Agensi." Sambil mengepakkan sayapnya, Mimi mengubah wajahnya yang sebelumnya mengantuk dan malas, Menjadi antusias dan penuh rasa penasaran untuk menjelajah.


"Baiklah, Tapi kau jangan membuat kacau atau menyentuh barang barang lainnya disini, Mengerti?." Riandi menyetujui keinginan Mimi tapi dengan sebuah syarat darinya.


Riandi memberikan syarat tersebut bukan tanpa ada alasan, Dia memberikan syarat tersebut karna takut Mimi akan membuat onar dan menakut nakuti orang lain disini.


Karna walaupun mimi tidak dapat dilihat oleh orang lain selain Riandi, Tapi yang anehnya Mimi dapat menyentuh barang barang lainnya.


Riandi tidak ingin jika Mimi mengambil suatu barang dan dilihat oleh orang lain, Dan dari sudut pandang orang tersebut barang itu melayang sendiri tanpa ada orang yang memegangnya, Itu pasti akan membuat sebuah kepanikan jika benar benar terjadi.


Tingkah Mimi saat di asrama juga membuat member SmileFi merasa terdapat hantu di asrama mereka, Karna setiap malam saat mereka tidur akan ada saja yang menyalakan televisi tapi tidak ada orang sama sekali.


Hal yang paling tidak dapat diingat saat Liuzen terbangun dari tidurnya, Dan ingin kedapur, Tapi saat melewati ruangan tengah dia melihat remote televisi mengambang sendiri dan juga terdapat tisu yang melayang, Apalagi ada suara seperti seorang wanita sedang menangis.


Sontok pemandangan tersebut langsung membuat Liuzen kaget,Dan buru buru membangunkan member lainnya, Tapi sayang saat member SmileFi mendatangi ruangan tengah untuk memastikan perkataan dari Liuzen, Yang mereka lihatnya hanyalah sebuah televisi yang mati dan bahkan tidak ada tisu yang melayang, Seperti yang di ucapkan Liuzen sebelumnya.


Tapi Hiro yang juga pernah mengalami,Tidak meragukan perkataan dari Liuzen, Sehingga Hiro dan Liuzen langsung menyarankan agar mereka mengundang pengusir setan.


Untung saja Riandi datang, Dan langsung mengatakan bahwa tidak ada hantu sama sekali di asrama mereka, Paling paling itu hanyalah imajinasi saja apalagi saat melihat itu Liuzen dan Hiro baru saja bangun tidur.


Alasan dari Riandi, Meyakinkan Eunji dan Ken, Sehingga proposal untuk mengundang pengusir hantu dibatalkan.


Melihat proposal mereka di tolak, Liuzen dan Hiro merasa sedih padahal mereka berdua pernah mengalaminya sendiri, Tapi dikarenakan bukti yang sedikit sehingga membuat orang lain meragukannya.


Dan Riandi yang melihat kebiasaan Mimi yang menonton drama korea mulai membuat rumor hantu beredar di asrama, Langsung memberitahukan kepada Mimi untuk berhati hati saat sedang menonton drama korea, Paling tidak saat ketahuan, Langsung saja memberikan sihir pelupa.


Tapi sayang Itu tidak bisa dilakukan,Karna ini adalah dunia nyata dan bukan dunia sihir dimana ada Harry Potter, Jadi sihir pelupa tersebut tidak dapat diterapkan.


Jika member SmileFi tahu bahwa Riandi memiliki pemikiran seperti itu terhadap diri mereka, Mungkin mereka akan merasa punggung mereka kedinginan,Karena pemikiran Riandi yang terlalu menyeramkan.


"Oke,Tuan." Mimi setuju dengan mudah atas syarat dari Riandi.


"Nah, Sekarang pergi keruangan olahraga mana dulu?." Riandi berfikir sebentar untuk pergi jalan jalan kemana.


Setelah berfikir beberapa saat, Riandi memutuskan untuk pergi ke cabang olahraga bulu tangkis terlebih dahulu, Karna dia melihat ada 2 orang yang di kenalnya disana yaitu Nayeon dan Jeongyeon.


Dia juga penasaran bagaimana dengan tingkat atletik setiap member Tweysni, Jadi yang ingin dia lihat adalah Nayeon dan Jeongyeon, Apakah dua orang tersebut bisa memainkannya dengan benar.


Setelah memutuskan untuk pergi mengecek,Riandi dengan Mimi dipundaknya langsung pergi ke ruangan buku tangkis lewat arahan dari peta.


Sesampainya di sana,Riandi melihat bahwa Nayeon dan Jeongyeon berada dalam satu tim melawan 2 instruktur yang akan terkadang memberikan arahan.


Mungkin karna serius dan fokus Nayeon dan Jeongyeon tidak menyadari kedatangannya.


Nayeon dan Jeongyeon sepertinya cukup bagus dalam memainkan bulu tangkis, Karna mereka berdua dapat memukul balik Kok tersebut beberapa kali.


"Keduanya cukup bagus ..... Yah walaupun terkadang akan ada kesalahan kecil."


Mimi memberikan komentarnya saat melihat Nayeon yang gagal mengenai Kok dengan raketnya, Dia langsung mengubah kalimat terakhirnya.


"Haha,Iya lumaya-."


Saat Riandi akan melanjutkan perkataannya untuk memberikan ivaluasi lumayan kepada Nayeon dan Jeongyeon, Dia melihat Jeongyeon juga melakukan kesalah yang sama dengan Nayeon, Yaitu tidak berhasil memukul Kok dengan raketnya.


Yang membuat Riandi ingin memberikan ivaluasi lumayan kembali menelan perkataannya.


Riandi berfikir, Paling tidak pukul balik Kok tersebut,Agar dia dapat menyelesaikan avaluasinya, Tapi siapa sangka dipertengah kalimat malahan Jeongyeon memukul angin.


"Tuan, Apa aku boleh ikut bermain?." Melihat permainan Nayeon dan Jeongyeon yang kaku dan terkadang tidak akan mengenai Kok, Mimi merasa geram dan ingin mencoba memberikan contoh cara memukul menggunakan raket yang benar.


"Jangan, Jika kau melakukannya, Mungkin semua orang akan langsung lari." Riandi langsung menolak tanpa memikirkannya sama sekali.


Jika sebuah raket melayang sendiri dan memukul sebuah Kok di hadapan orang, Hasil akhirnya jika orang tersebut tidak langsung lari maka yang terburuk adalah pingsan ditempat.


Riandi tidak ingin hal itu terjadi, Jadi dia langsung menolak tanpa pikir panjang sama sekali.


......................


Bab hari Selasa.


Gak tau bakal lolos review kapan, Bab ini di upload jam 8 malam dan dalam proses review Noveltoon.


Author gak yakin bisa lulus malam ini, Karna bahkan bab senin (Yang telat) diupload jam 3 sore tadi belum lulus hingga sekarang jam 8 malam.


Tumben hari ini lambat untuk lulus review-nya, Biasanya paling lambat hanya 2 jam saja, Mungkin hari ini ada sesuatu yang membuat proses review dari noveltoon lama.


Ditunggu saja.


Terimakasih.