
Riandi kembali ke asrama untuk mengganti pakaiannya, Sekaligus mengambil kunci mobil yang berada di asrama.
Mobil yang akan digunakan oleh Riandi adalah mobil Maserati GrandCabrio yang masih dipinjamkan oleh Park Ji Hyeon, Dia dapat menggunakan mobil tersebut sesukanya.
"Aku akan pergi, Kalian tidak perlu mencariku nantinya."
Riandi telah mengganti pakaiannya, Dia menggunakan jaket hitam bomber yang legannya ditarik hingga siku dan memperlihatkan gelang yang dibuat oleh Mina untuknya, Riandi memilih menggunakan delaman kaos hitam putih, Ditambah celana jeans panjang, Dan sneaker putih, Tidak lupa topi hitam juga dibawa olehnya.
"Mau kemana?, Rapi banget." Liuzen yang berbaring di sofa bertanya setelah mendengar perkataan dari Riandi.
"Aku mau pergi, Kalian tidak perlu mencariku." Jawab Riandi, Sambil berbalik pergi setelah mengambil kunci mobil di meja.
"Hati hati, Jangan terlalu malam." Ucap Eunji yang sedang bermain handphone.
Riandi melambaikan tangannya sebagai jawaban, Dia langsung pergi meninggalkan asrama.
Setelah turun ke lantai satu, Riandi langsung pergi ke parkiran untuk mengambil mobil, Dan mengemudikannya ke depan taman Candy, Untuk menunggu Mina.
Riandi keluar dari Mobil untuk menunggu diluar, Setelah 2 menit menunggu, Suara langkah kaki langsung membuat Riandi membalikkan tubuhnya untuk melihat asal dari langkah kaki tersebut.
"Kak Riandi." Mina lah yang datang dengan senyuman manis dan rambut hitam panjangnya dan sedikit poni di jidatnya.
Mina menggunakan pakaian dengan cardigan klasik pink yang lengannya dilipat hingga siku ditambah di bawah cardigan Mina menggunakan kaos putih bermotif, Terdapat tas kecil lucu yang diselampang di pundak kanannya, Dengan celana jeans panjang dan sneaker putih.
Dan aksesoris yang dia kenakan hanyalah sebuah gelang yang sebelumnya dibuatkan oleh Riandi di lengan kanannya.
Riandi yang melihat Mina didekatnya terpesona beberapa saat, Mina juga melihat kearah Riandi dengan senyum manis.
Keduanya melakukan kontak mata selama beberapa saat, Sebelum keduanya mengalihkan pandangan mereka secara bersamaan.
Riandi yang terpesona sebelumnya merasa sedikit malu,Dan memuji Mina secara langsung."Sangat cantik."
Mina juga sedikit malu atas kontak mata sebelumnya, Dia membalas dengan pelan."Terimakasih, Kak Riandi juga sangat tampan."
Entah kenapa suasana menjadi sedikit ambigu setelah keduanya memberikan pujian masing-masing atas penampilan satu sama lainnya.
"Ehm, Bagaimana kalau kita langsung pergi saja?,Bagaimana?." Riandi memecahkan suasana ambigu tersebut dengan cepat.
"Ayo." Mina mengangguk setuju dengan cepat.
Setelah itu keduanya masuk kedalam mobil, Dan Riandi mengemudikan mobil menuju ke Namsan Tower.
Didalam mobil Riandi mengajak mengobrol Mina,Sambil fokus mengemudikan mobil."Bagaimana perasaanmu setelah debut menjadi Idol?."
"Hmm, Itu perasaan yang sangat menakjubkan, Karna dapat tampil sebagai seorang idola di depan banyak orang." Jawab Mina sambil mengingat perasaan tegang,takut,senang, bahagia, antusias saat mereka debut beberapa bulan lalu, Itu adalah perasaan yang sangat menakjubkan.
"Haha, Memang itu perasaan yang menakjubkan." Riandi tertawa atas jawaban Mina, Memang perasaan saat pertama kali debut itu adalah perasaan yang amat menakjubkan.
Setelah terdiam,Riandi melanjutkan"Bahkan sebelumnya setelah SmileFi beberapa hari debut, Aku masih sangat tidak percaya saat itu ... Sehingga aku sering berdiri didepan jendela asrama, Dan karna keseringan itu juga Handphoneku jatuh dari lantai atas."
"Jadi handphonenya rusak dong?." Tanya Mina dengan penasaran setelah mendengar cerita singkat dari Riandi.
"Tidak."Riandi menggelengkan kepalanya.
"Karna aku menyalakan mode pesawatnya."Jawab Riandi saat melihat wajah yang penasaran dari Mina.
"Hahaha." Mina tertawa saat mendengar jawaban tersebut, Dia sepertinya memiliki selera humor yang sama dengan Riandi.
"Hahaha, Tentu saja rusak ... Aku harus mengganti handphone saa itu setelah handphone sebelumnya rusak karna jatuh." Riandi tertawa senang dan menjelaskan setelah melihat bahwa Mina tertawa mendengar candaannya tersebut.
Dan kebetulan sedang lampu merah, Jadi Riandi memberhentikan mobil terlebih dahulu dan menunggu lampu hijau.
Dibangku samping Mina masih tertawa setelah mendengar candaan Riandi sebelumnya.
Riandi mengalihkan pandangannya ke Mina dan melihat Mina yang tertawa dengan senyuman yang menurutnya sangat manis.
Mina yang tertawa juga melihat pandangan Riandi yang menatap dirinya, Jadi Mina bertanya setelah berhenti tertawa."Apa ada yang salah dengan wajahku,Kak Riandi?."
Mina berfikir bahwa Riandi melihat wajahnya karna ada sesuatu yang salah,Dan mungkin poninya ada yang aneh, Jadi dia mencoba untuk membenarkannya dan bertanya kepada Riandi.
"Tidak ada yang salah sama sekali." Jawab Riandi dengan anggukan kepala yang tegas.
Setelah mengangguk, Riandi melanjutkan dengan senyum serius."Aku merasa sangat nyaman saja saat melihat tawa dan senyuman mu, Jadi aku ingin terus melihatnya."
Riandi berkata dengan jujur alasan dia kenapa sebelumnya terus menatap Mina yang tertawa dengan tersenyum.
Itu adalah perasaan yang sangat aneh didalam hati Riandi, Dia merasa sangat nyaman saat melihat tawa dan senyuman Mina, Dan dia tidak mengerti rasa apa itu.
Bahkan Riandi merasa bingung dengan perasaan dihatinya terhadap Mina, Karna dia belum pernah merasakan perasaan senyaman ini.
Perasaan ini sangat berbeda dengan dimasa lalu, Dimasa lalu itu hanyalah singkat dan tidak terlalu kuat, Tapi yang dirasakan oleh Riandi sekarang sangat kuat dan selalu muncul di dalam hatinya setiap saat.
Itu adalah perasaan yang sangat nyaman, kuat dan selalu terbayang bayang di dalam pikiran dan hatinya setiap saat.
Riandi tidak tahu perasaan ini sudah timbul semenjak kapan, Mungkin setahun lalu? ... Atau beberapa bulan lalu?, Riandi tidak tahu kapan perasaan tersebut muncul di dalam hatinya.
Mina yang mendengar pujian dari Riandi merasa malu, Tapi di dalam hatinya dia sangat bahagia atas pujian dari Riandi terhadap dirinya.
Mina juga memiliki perasaan yang sama dengan Riandi, Dia juga merasa nyaman dan bahagia setiap bersama dengan Riandi.
Karna saat pertama kali di Korea, Mina tidak terlalu mengerti bahasa Korea, Dia hanya dapat berbahasa Jepang dan berbahasa Indonesia karna dia memiliki keturunan Indonesia dari kakeknya dan juga lahir di Indonesia sebelum kembali kejepang di umur 3 tahun nan.
Sehingga Mina hanya dapat berkomunikasi dengan beberapa orang saja, Dan Riandi lah yang menjadi orang paling sering mengobrol dan membuatnya tertawa semenjak awal bertemu dan hingga sekarang.
Sehingga sebuah perasaan nyaman dan bahagia setiap bersama dengan Riandi muncul di dalam hati Mina, Dari semenjak awal bertemu dengan Riandi dan hingga sekarang perasaan nyaman dan bahagia tersebut terus tetap selalu ada bahkan bertambah kuat.
Riandi dan Mina sebenarnya memiliki perasaan yang sama terhadap satu sama lainnya, Sehingga gelang pemberian masing-masing sangat dijaga dan selalu dikenakan oleh keduanya setiap saatnya.
Tapi Riandi dan Mina tidak tahu cara mengartikan perasaan tersebut, Karna itu adalah kali pertama Riandi dan Mina merasakan perasaan senyaman itu terhadap satu sama lainnya.
Saat Riandi dan Mina sedang memikirkan arti sebenarnya dari perasaan nyaman terhadap satu sama lainnya.
Lampu yang sebelumnya masih merah, Langsung berubah menjadi Hijau, Dan Riandi tersadar sehingga langsung mengemudikan mobil menuju ke Namsan Tower.
Sepanjang perjalanan Riandi dan Mina menikmatinya dengan bahagia, Mereka berdua mengobrol dengan menyenangkan, Dan tawa senang terus terdengar.