I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 65. Siuman



Dokter tersebut memeriksa Riandi selama 5 menit, Setelah itu dia berjalan kearah member SmileFi yang sudah menunggu hasil pemeriksaan dari dokter tersebut dengan khawatir.


Dokter berjalan dengan ekspresi yang tidak berdaya.


"Bagaimana dokter? ... Bagaimana dengan kondisi Riandi?." Eunjilah yang lebih dahulu bertanya setelah melihat kedatangan dokter tersebut.


Ketiga member lainnya dan staf Candy Entertainment juga berkumpul untuk mengetahui kondisi Riandi dari dokter.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Eunji,Dokter menghela nafasnya dengan berat." Hahh ... Kondisi tubuhnya sudah sangat tidak memungkinkan ... Dari yang saya periksa pasien sudah mengidap penyakit yang sangat ganas dan penyakit tersebut belum memiliki obatnya."


"Pasien sangat beruntung bisa bertahan selama 5 hari setelah mengidap penyakit mematikan ini, Dari hasil penelitian seseorang yang mengidap penyakit ini hanya dapat bertahan 2 hari saja."


"Sepertinya pasien dapat bertahan hingga sekarang dikarenakan tekatnya yang kuat untuk hidup."


Dokter tersebut menjelaskan dengan berat hati kepada semua orang, Tentu saja semua penjelasannya itu hanyalah omong kosong dan karangan saja.


"Jadi sampai kapan kakak bisa bertahan?." Dengan suara yang bergetar dan putus asa, Hiro bertanya kepasa dokter tersebut.


Karna tidak memiliki pemikiran yang jernih sangking khawatirnya,Semua orang percaya dengan penjelasan dari dokter tersebut tentang kondisi Riandi yang sekarang.


"Aku tidak tahu sampai kapan dia dapat bertahan, Tapi dari kondisinya yang buruk mungkin tidak akan lama." Dokter menggelengkan kepalanya dan mengatakan apa yang sudah dia pikirkan.


Mendengar perkataan dari dokter bahwa Riandi tidak akan bertahan lama lagi,Semua orang yang tak tahu Prank ini seperti tersambar petir, Mereka langsung lemas dan bahkan untuk berdiri saja sudah sangat sangat susah.


Yang paling terpukul mendengar fakta tersebut tidak lain adalah keempat member SmileFi.


Eunji sudah tersungkur lemah dilantai dan tangis yang sudah dia tahan dari tadi sudah tidak terbendung lagi, Dia menangis dengan terisak-isak."Hiks ... Hikks ... Huhuhu."


Hiro yang mendengar Riandi tidak akan bertahan lama lagi dan akan segera meninggalkan mereka, Tertegun tidak percaya dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.


Ken sudah menangis dengan keras, Bisa didengar dari tangisan Ken dia sangat terpukul saat mendengar fakta tersebut, Dialah yang paling muda digrup ini dan membuat dirinya mendapat lebih banyak kasih sayang dari para member lainnya, Terutama Riandi yang sangat menjaganya selama ini, Jadi Ken sangat terpukul dengan fakta bahwa Riandi akan segera tiada.


"Tidak! ... Ini semua hanya mimpi bukan? ... Ya ... Pasti ini hanyalah mimpiku saja ... Kak Riandi tidak akan pernah mati seperti ini!!." Liuzen yang menangis dengan keras menolak semua fakta bahwa Riandi yang sudah menemaninya selama 3 tahun,Akan meninggalkannya lebih dulu.


Liuzen memukuli dirinya sendiri untuk membuat dirinya terbangun, Tapi apapun usaha untuk menyakiti dirinya sendiri tidak membuahkan hasil sama sekali, Karna memang inilah kenyataannya.


"Berhenti Liuzen, Jangan menyakiti dirimu sendiri,Riandi tidak akan senang melihatnya." Manejer Ody menahan Liuzen yang terus memukuli dirinya sendiri.


"Tapi Manejer ... Aku tidak ingin menerima fakta bahwa kakak Riandi akan meninggalkan kami selamanya." Dengan mata yang merah dan air mata yang terus menetes,Liuzen berkata kepada Manejer Ody yang menahan dirinya.


Manejer Ody tidak menjawab perkataan Liuzen dia hanya terus menahan tangan Liuzen dengan erat,Agar Liuzen tidak menyakiti dirinya sendiri lagi.


Disaat dokter mengalihkan perhatian semua orang, Riandi yang berbaring di pangkuan Park Ji Hyeon membuka matanya dan dengan hati hati memerhatikan semua orang sedang menangis dan bersedih saat menerima fakta bahwa dirinya akan segera pergi untuk selamanya.


Melihat tangis semua orang terutama teman temannya yaitu member SmileFi,Riandi merasa sangat bersalah karna membuat prank seperti ini yang membuat semua orang sangat sedih.


"Pak tua, Usahakan nanti saat semua orang datang kesini,Kau harus mengeluarkan air mata kesedihan." Riandi berbisik kepada Park Ji Hyeon yang berada didepannya.


"Menangis? ... Aku tidak dapat melakukan hal seperti itu ... Memalukan." Dengan tegas Park Ji Hyeon menolak permintaan Riandi, Yang menyuruhnya harus menangis.


Dia juga melihat semua orang yang menangis, Tapi dia sebagai CEO dan juga sudah cukup tua,Dia sangat malu harus berakting menangis.


"Jangan seperti itu pak, Bukannya kau sudah berjanji untuk membantu dengan sepenuh hati untuk prank ini?." Riandi tidak kesal saat Park Ji Hyeon menolak permintaannya, Tapi dia mengatakan tentang janji Park Ji Hyeon sebelumnya untuk membantu dia dengan sepenuh hati untuk prank ini.


Melihat bahwa Riandi mengungkit ngungkit tentang janjinya, Park Ji Hyeon hanya dapat mengiyakan permintaan Riandi." Iya, Iya ... Aku akan berakting menangis seperti yang kau minta."


"Terimakasih, Jadi tolong panggil semua orang kesini, Katakan aku sadar dan ingin mengatakan sesuatu kepada keempat member SmileFi dan semua orang." Setelah mendapatkan persetujuan dari Park Ji Hyeon,Riandi tersenyum senang dan memberi tahukan rencananya kepada Park Ji Hyeon.


Park Ji Hyeon mengeluarkan obat tetes mata di sakunya,Dan meneteskan beberapa tetes kematanya untuk dijadikan air mata palsu.


Sembari memalsukan air matanya, Park Ji Hyeon juga memerhatikan beberapa sudut koridor yang terdapat kamera tersembunyi yang menyala dan akan merekam mereka, Dan semua orang dari berbagai sudut pandang dengan jelas, Setelah memerhatikan bahwa tidak ada yang bermasalah dengan kamera tersembunyi,Park Ji Hyeon berkata setelah meneteskan beberapa tetes kematanya."Oke,Aku sudah siap."


Melihat bahwa Park Ji Hyeon sepertinya sudah disiapkan sebelumnya, Bahkan obat tetes mata sudah disiap disakunya,Riandi berkata dengan menggoda." Sepertinya, Tanpa aku minta kau akan tetap melakukannya ... Hahaha." Riandi tertawa kecil agar tidak didengar oleh orang lain.


"Diamlah bocah, Jangan banyak bicara, Siapkan wajah sekaratmu ... Aku akan memanggil yang lainnya untuk kesini." Park Ji Hyeon tidak menghiraukan perkataan Riandi, Tapi menyuruh Riandi untuk segera bersiap.


Riandi juga dengan ahli mengganti ekspresi yang sebelumnya tertawa langsung berubah menjadi ekspresi seseorang yang sekarat, Ditambah make up orang yang sedang sakit parah, Membuat akting sekarat Riandi tidak memiliki celah sama sekali.


Melihat bahwa Riandi mengganti ekspresi hanya dalam beberapa detik saja, Park Ji Hyeon harus memuji keahlian Riandi dalam menggunakan ekspresi wajahnya.


"Ody,Ain, Kesinilah bawa semua orang, Riandi sadar dari pingsannya dan dia ingin mangatakan sesuatu kepada semua orang." Park Ji Hyeon memanggil semua orang untuk kesisinya karna Riandi sudah siuman.


"Sudah sadar?."


"Cepat kesana,Riandi sudah sadar."


"Kak Riandi sudah sadar?."


"Mari cepat kesana."


Keempat member SmileFi lainnya dengan cepat bergerak tanpa menghiraukan air mata mereka, Mereka bergerak dengan cepat ketempat Park Ji Hyeon yang masih duduk dilantai sambil mengelap air matanya dan Riandi yang masih berbaring dengan lemah di pangkuan Park Ji Hyeon.


Mereka berempat sangat senang saat mengetahui Riandi sadar dari pingsannya,Tapi perasaan senang tersebut tercampur dengan perasaan sedih dan putus asa,Karna mereka mengingat perkataan dokter tersebut yang mengatakan bahwa Riandi tidak akan hidup lebih lama lagi.


......................


Mau 1 bab lagi gak? ... Kalu mau komen sebanyak banyaknya ... Kalau rame komennya tar malam update 1 bab lagi.