
"Terimakasih kasih untuk semuanya yang peduli denganku."Riandi berkata dengan suara yang sumbang."Aku sangat beruntung mengenal semua orang."
"Uhuk!!."
"Uhuk!!!."
Riandi terbatuk dengan keras dan wajahnya bertambah lemas bahkan tumbuhnya sudah gemetar karna lemas.
"Kapan boss akan tiba? ... Keadaannya semangkin parah." Liuzen bertanya kepada Menajer kapan Park Ji Hyeon akan tiba di rumah sakit ini.
"Sebentar lagi ketua akan tiba ... Bertahanlah."Jawab manajer Ain sambil menatap handphonenya.
Beberapa saat yang lalu dia menghubungi Park Ji Hyeon untuk datang kesini, Bukan tanpa alasan karna Park Ji Hyeon akan meramaikan Prank ini agar lebih nyata.
"Uhuk!!."
Riandi menutupi mulutnya saat terbatuk,Disaat itu juga dia memasukkan cairan merah seperti darah kemulutnya tanpa disadari oleh semua orang.
"Untung saja,Semua orang sangat tidak waspada." Pikir Riandi dengan tenang setelah memasukkan cairan tersebut kemulutnya.
Cairan tersebut berfungsi sebagai darah bohongan,Karna saat Park Ji Hyeon tiba sesuai rencana Riandi akan terbatuk dan mengeluarkan darah yang sangat banyak,Dan saat itu juga bagian akhir dari Prank ini akan dimulai.
"Kak lebih baik duduk saja sambil menunggu boss tiba." Hiro menyarankan kepada Riandi agar duduk saja sambil menunggu.
Sekarang semua orang menunggu kedatangan Park Ji Hyeon, Keempat member SmileFi dengan hati hati merawat Riandi sambil menunggu kedatangan Park Ji Hyeon.
Riandi yang sudah memasukkan cairan darah bohongan kedalam mulutnya,Dia tidak bisa berbicara saat ini karna jika dia membuka mulutnya darah tersebut akan mengalir keluar dan rencara Prank selama ini akan gagal.
Jadi Riandi hanya dapat mengangguk sebagai balasan untuk semua pertanyaan khawatir yang ditunjukkan kepada dirinya.
Selang beberapa menit saja,Park Ji Hyeon akhirnya tiba di rumah sakit dan mendatangi tempat dimana semua orang menunggunya.
Sesampainya dia langsung bertanya dengan wajah khawatir kepada Riandi."Kenapa kamu bisa jadi seperti ini? ... Apa penyakitnya sudah tidak dapat ditahan lagi?."
Riandi tidak membalas pertanyaan Park Ji Hyeon tapi hanya berdiri dengan oleng.
"Uhuk!."
"Uhukk!!!."
Saat dia terbatuk Riandi memuncratkan darah yang banyak kebawah Lantai,Dalam sekejap warna merah membasahi lantai tersebut.
"RIANDI!!!."
"KAK RIANDI!!."
Semua orang secara serempak berteriak khawatir saat melihat darah yang sangat banyak keluar dari mulut Riandi,Dan pikiran semua orang sudah sangat kacau melihat darah yang sangat banyak.
Riandi yang berdiri juga langsung oleng kedepan dan terjatuh dengan cepat.
Park Ji Hyeon yang melihat bahwa Riandi akan terjatuh dia langsung menangkapnya agar Riandi tidak terjatuh kedepan.
"Cepat panggil dokter." Tanpa basa basi setelah Park Ji Hyeon membuat Riandi berbaring di pangkuannya.
"Bertahanlah kak." Ken langsung berlari setelah mendengar perkataan dari Park Ji Hyeon,Dia berlari untuk mencari dokter yang dapat membantu dan memeriksa Riandi.
Saat Ken berlari ketikungan secara kebetulan dia Bertemu dengan dokter, Tanpa sepakata kata lagi Ken langsung meminta dokter tersebut untuk mengikutinya.
"Apa sangat darurat? ... Baiklah tunjukkan jalannya." Dokter tersebut langsung setuju saat mendengar bahwa ada seseorang yang sedang ada masalah di rumah sakit ini.
Tentu saja pertemuan Ken dan Dokter tersebut bukannya kebetulan,Karna dokter tersebut sudah menunggu Ken dari tadi, Dan identitas Dokter tersebut adalah seorang yang akan membantu dalam Prank ini.
"Dokter cepat periksa." Melihat dokter yang datang dengan Ken,Eunji langsung mendesak dokter tersebut agar segera memeriksa Riandi yang tidak sadarkan diri di atas pangkuan Park Ji Hyeon.
"Baik, Mohon jangan mengelilingi daerah sini karna akan membuat udara lebih sedikit,Dan akan membuat kondisi pasien lebih parah." Dengan profesional dokter tersebut berkata, Setelah itu dia memeriksa jantung dan juga beberapa sisi dari badan Riandi.
Keempat member SmileFi dan Semua staf memandangi Riandi yang tidak sadarkan diri setelah memuntahkan begitu banyak darah dari mulutnya.
Semua orang yang tidak tahu Prank ini sudah memiliki pikiran yang kacau karna sangat khawatir melihat keadaan Riandi yang sangat parah, Apalagi melihat darah yang banyak dilantai, Mereka semua seperti sudah sangat gila dan tidak tahu mau melakukan apa.
Mereka semua memiliki tubuh yang lemas karna sangat gugup dan khawatir melihat Riandi.
Eunji bersandar ditembok dengan wajah yang pucat dengan mata yang merah karna menahan air matanya,Dia terus memalingkan pandangannya dengan khawatir ke Riandi yang tidak sadarkan diri.
Liuzen berjongkok dan membenamkan wajahnya kedalam lututnya, Mereka bisa tau bahwa Liuzen sudah menangis walaupun dia menyembunyikan wajahnya,Bisa dilihat dari tubuhnya yang gemetar dan suara yang tersedu-sedu dari Liuzen."Hiks ...Hiks ...Hiks."
"Huuhhuuhhh ... Huhhuhhh."Hiro duduk dengan lemas di bangku,Dia tidak menyembunyikan sama sekali tangisannya bahkan kedua tangannya bergetar sangking khawatirnya melihat Riandi yang tidak sadarkan diri.
"Huuhhuh ... Huuhhuh ... Hiks .. Hiks." Dan Ken sudah menangis dipundak manejer Ody,Dia menangis dengan sangat sedih dan khawatir di pundak manejer Ody.
Keempat member SmileFi sama sekali tidak menghiraukan pandangan semua orang setelah melihat mereka yang seperti ini,Karna sekarang mereka berempat lebih mengkhawatirkan leader mereka yaitu Riandi yang tidak sadarkan diri.
Semua staf juga bersedih dan menangis melihat Riandi yang sebelumnya sangat ceria dan menghibur semua orang, Sekarang terbaring dengan lemah dan tidak sadarkan diri di pangkuan Park Ji Hyeon.
Bahkan terdapat beberapa pasien atau perawat yang berhenti saat melihat kerumunan staf Candy Entertainment yang menangis dengan sedih.
orang orang tersebut dengan penasaran melihat Riandi yang tidak sadarkan diri dan darah yang sangat banyak dilantai.
Walaupun tidak tahu apa yang terjadi, Tapi saat semua orang yang melihat kerumunan staf dan keempat member SmileFi yang menangis dengan sedih sambil memandangi pria yang tidak sadarkan diri tersebut.
Pasien dan perawat yang melihat hal itu, Tahu bahwa semua orang sedang mengkhawatirkan pria muda yang terbaring tidak sadarkan diri dipangkuan seorang laki-laki paruh baya.
Mereka merasa terharu melihat banyak orang yang bersedih dan menangis, jadi semua pasien dan perawat yang melihat kesedihan staf maupun member SmileFi, Mereka tidak menganggu tapi lewat dengan perlahan agar tidak menggangu semua orang yang bersedih.
"Manejer Ody ... Kak ...Kak Riandi tidak akan terjadi apa apa bukan?." Ken yang terus meneteskan air mata khawatirnya bertanya kepada Manejer Ody dengan suara yang terputus-putus.
Saat mendengar pertanyaan Ken dan melihat tangisan Ken, Yang sangat sedih dan khawatir, Manejer Ody sangat ingin mengatakan bahwa semua ini adalah Prank." Tidak akan ada yang terjadi apa apa ... Riandi adalah pria yang kuat ... Kau harus percaya dengannya."
Tapi semua itu ditahan oleh Manejer Ody,Karna Prank ini sudah berjalan dengan sangat baik dalam 4 hari ini, Jadi manejer Ody tidak ingin mengacaukan usaha semua orang, Terutama Riandi yang sudah bekerja keras semenjak prank ini dimulai.
Semua orang menangis dan bersedih tanpa melakukan hal lain, Semua orang hanya memiliki satu keinginan yaitu kabar Riandi sadarkan diri.