I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 84. Penyerangan



Kembali ke 20 menit yang lalu.


Riandi berjalan menuju Candy Entertainment sambil membawa belanjaan di tangannya.


Sepanjang jalan,Dia menyandungkan lagu dengan santai, Tapi sebenarnya dia sudah waspada karna memerhatikan beberapa orang yang semenjak dia keluar dari Mini Market mengikutinya dari belakang.


Riandi tidak tahu apa yang diinginkan oleh pria pria tersebut dengan dirinya, Tapi dengan insting miliknya dia dapat memperkirakan bahwa sekolompok pria ini berniat buruk.


"Berani menyerangku? ... Mari lihat siapa yang akan menyesal." Guman Riandi sambil berbelok memasuki sebuah lorong sepi,Dia mengubah arahnya jalannya,Karna ingin melihat apa yang diinginkan oleh orang orang yang mengikutinya.


Dan yang paling bagus untuk memastikannya,Tentu saja ditempat yang tidak ada orang lewat, Jadi Riandi berbelok memasuki lorong yang sepi, Dan juga Riandi dapat melihat sebuah CCTV tersembunyi yang memantau seluruh area disini.


Setelah melihat sekelilingnya sepi,Riandi berbalik dan melihat sekelompok pria berjumlah 6 orang yang membawa berbagai barang di tangan mereka seperti batu,Balok kayu,Botol kaca,Maupun pemukul besbol.


"Sepertinya kalian ingin membuat masalah denganku." Ucap Riandi dengan santai kepada sekelompok pria tersebut.


Dia tidak takut sama sekali walaupun dia dikepung dan juga lawan membawa berbagai senjata, Riandi tetap yakin bisa membela diri dengan mengandalkan bakat Seni Beladiri LV 5 nya,Dan ditambah Riandi bukanlah seorang yang pengecut dia akan melawan walaupun jumlahnya lebih banyak dari pada dirinya.


"Cih,Bocah sok keren ... Jangan banyak belagu lu."


"Ini adalah hari terakhirmu di dunia ini ... Jika ingin memberikan beberapa kata singkat ... Katakanlah ... Kami akan menberimu waktu."


Pria yang membawa tongkat bisbol berkata dengan meremehkan kepada Riandi.


"Benarkah? ... Apakah setelah ini aku akan mati? ... Hmm ... Kalau begitu aku ingin bertanya, Kenapa kalian menyerangku?." Tanya Riandi dengan senyum,Dia tidak taku sama sekali dengan ancaman kematian yang dikatakan pria tersebut sebelumnya.


"Sepertinya kau sudah menerima takdirmu."


"Aku akan memberitahukan alasannya untuk mu yang akan segera mati."


"Kami menyerangmu karna grup mu itu telah beberapa kali mengambil kejuaraan yang seharusnya didapatkan oleh grup tercinta kami yaitu Reivse."


Saat menyebutkan nama grup Reivse,Keenam pria tersebut seperti sangat tergila-gila dengan Girl Grub Reivse.


"Dan malam ini SmileFi, Lagi! ... Dan Lagi!... Mengambil kejuaraan yang seharusnya milik Reivse!."


"Sekarang sebagai gantinya ... Kami akan mengambil hidupmu ... Sebagai permohonan maaf kepada kami."


Pria tersebut berkata dengan tatapan marah dan gila.


Keenam pria tersebut adalah Sasaeng, Yang tergila-gila dengan sebuah grup dan dapat melakukan sesuatu yang gila hanya demi grup yang mereka sukai.


"Itu adalah alasan yang sangat bodoh ... Dan pasti member Reivse tidak akan menyukai fans anarkis seperti kalian." Riandi berkata sambil menggelengkan kepalanya melihat orang orang dihadapannya.


"Cih, Apapu akan kami lakukan demi Reivse ... Serang dia jangan kasih kesempatan untuk lari." Pria yang membawa pemukul besbol memimpin untuk menyerang kearah Riandi.


"Lari? ... Aku tidak akan pernah lari jika ada orang yang menantangku." Riandi berkata sambil menghindari pemukul bola baseball yang berayun kencang kearahnya.Jika ayunan tongkat baseball itu mengenai Riandi, Tamatlah sudah.


"Kalianlah yang memulai menyerangku ... Jadi jika aku melawan, Ini disebut pembelaan."


Riandi terus menghindar dari pemukul baseball yang terus berayun kencang mengarah ke tubuhnya.


Setelah melihat celah,Riandi menangkap tangan pria yang memegang tongkat baseball, Dan setelah itu menendang dengan keras kearah perut pria tersebut.


Lantas dalam sekejap pria yang sebelumnya terus menyerang Riandi,Hanya sekali tendang langsung tersungkur kesakitan memegangi perutnya.


"Ayo, Siapa lagi yang ingin maju?." Ucap Riandi dengan nada provokasi kepada kelima pria yang terkejut.


"Sialan ... Mati kau." Sebuah tongkat kayu berayun langsung mengarah ke bagian kepala Riandi.


Pak!.


Sangking kencangnya tongkat kayu tersebut langsung patah setelah mengenai lengan Riandi.


Dan Riandi merasa lengan kirinya agak mata rasa setelah menangkis serangan tersebut.


Tapi Riandi langsung bereaksi dengan cepat,Dia langsung menendang wajah pria yang menyerang menggunakan balok kayu dengan tendangan memutar.


"Aish, Lenganku, Mati rasa." Setelah menumbangkan satu orang lagi,Riandi menggerakkan lengan kirinya agar lebih enakan.


"Majulah, Sisa 4 orang lagi ... Kalau bisa sekalian semua saja ma-." Saat Riandi ingin menyelesaikan perkataannya,Tiba tiba sebuah botol kaca dari belakang memukul kepalanya dengan sangat keras.


Craks!


Pecahan beling langsung berterbangan setelah botol kaca tersebut mengenai bagian belakang kepala Riandi dengan sangat keras.


"Siapa bilang hanya sisa 4? ... Ada aku di belakangmu." Seorang pria entah dari mana berdiri dibagian belakang Riandi,Sambil memegang sisa botol kaca yang sudah pecah mengenai bagian belakang kepala Riandi.


Riandi yang terkena pukul botol kaca di kepala dengan keras,Barbalik memandangi pria yang menyelinap menyerangnya dari belakang.


Darah juga mulai mengalir dari bagain kepala belakang dan juga bagian depan kepala Riandi setelah terkena pecahan kaca yang tajam.


"Kau tahu!?... Hal yang paling aku benci di dunia ini adalah orang sepertimu yang hanya berani menyerang dari belakang!." Setelah berkata dengan wajah yang berlumuran darah,Riandi langsung meraih lengan pria yang menyerangnya dari belakang dan menarik pria tersebut.


Setelah itu dia memukul wajah dan menendang perut pria tersebut dengan keras, Sehingga langsung membuat pria yang menyerangnya dari belakang langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri karna pingsan.


Setelah menjatuhkan satu lagi, Riandi berbalik untuk menandingi 4 sisanya."Aghh, Penglihatanku mulai buram."


Riandi menyentuh kepalanya yang berdarah dan matanya mulai tidak fokus untuk melihat."Aku sangat ceroboh,Karna tidak menyangka akan ada yang bersembunyi dan menyerangku dari belakang."


Wajah Riandi sudah berlumuran darah dari luka di kepalanya,Dan baju yang sebelumnya putih bersih telah memiliki noda darah yang banyak, Terutama dari bagain kerah baju ke punggung dan dada sudah berlumuran darah.


Riandi tidak menyangka bahwa luka di kepalanya akan banyak mengeluarkan darah." Selesaikan sisanya dengan cepat ... Jika seperti ini terus aku tidak dapat melawan karna kehilangan banyak darah."


Kemudian Riandi langsung bertarung dengan 4 sisa dari para penyerang, Tapi dikarenakan sudah kehilangan banyak darah dan juga pandangannya mulai buram, Riandi cukup menderita saat menumbangkan sisa dari kelompok Sasaeng yang menyerangnya.


Riandi berdiri dengan noda darah dan debu, Di sekujur tubuh dan bajunya, Terutama dikepalanya darah terus mengalir melewati wajahnya dan jatuh menetes lewat dagunya.


Ditangan kirinya Riandi menggenggam kerah baju seorang pria yang menyerangnya,Pria tersebut telah pingsan setelah terkena pukulan keras dari Riandi.


Dan disekelilingnya 6 pria lain yang menyerangnya juga tersungkur tidak sadarkan diri karna pingsan.


"Bulan sangat indah malam ini." Riandi mendengokkan kepalanya melihat bulan yang indah diatasnya, Dan kesadarannya mulai menghilang secara perlahan.


Disaat Riandi akan kehilangan kesadaran secara total dan akan terjatuh, 4 teriakan keras dan penuh khawatir memanggil dirinya, Teriakan tersebut sangat familiar ditelinga Riandi.


"Riandi!!."


"Riandi!!."


"Kakak Riandi!!."


"Kak Riandi!!."


Tubuh Riandi yang penuh darah langsung ditopang oleh keempat pria yang datang dengan cepat setelah melihat keadaannya, Keempat pria tersebut menopang Riandi agar tidak terjatuh.


Riandi yang melihat keempat pria yang datang untuk menopang dirinya, Tersenyum lega."Akhirnya kalian datang ... Aku sudah sangat lelah."Setelah itu Riandi kehilangan kesadarannya secara total.