
Setelah kembali ke agensi, Riandi tidak langsung ke asrama. Tapi ke parkiran untuk mengambil mobil, lalu mengemudikan mobilnya meninggalkan agensi.
Riandi berniat pergi berkunjung ke panti asuhan anak yang sering dia datangi. Sudah seminggu lebih dia tidak pergi kesana untuk berkunjung, jadi mumpung hari ini tidak ada jadwal yang ketat. Dan juga jam baru menunjuk ke pukul 15.35. Jadi Riandi memilih untuk pergi ke panti asuhan untuk mengunjungi anak anak disana.
"Aku sudah cukup lama tidak kesana, apa aku perlu membeli beberapa hadiah untuk anak anak panti asuhan?." Pikir Riandi sambil mengemudikan mobilnya dengan handal.
Panti asuhan yang beberapa kali di datangi oleh Riandi, adalah panti asuhan khusus untuk anak di bawah 10 tahun.
Jadi Riandi sering membawa mainan dan baju baru bagi anak anak disana, jika ada waktu luang untuk berkunjung ke panti asuhan.
Riandi memutuskan untuk membawa hadiah ke panti asuhan untuk anak anak disana. Jadi dia lebih dulu mampir di sebuah mal untuk membeli banyak pakaian anak anak, dan juga banyak mainan. Untuk dibagikan kepada anak anak di panti asuhan.
Riandi berfikir bahwa paling tidak dengan pemberiannya ini, dapat membuat anak anak tersebut lebih menghargai diri mereka sendiri. Dan berfikir bahwa mereka bukan anak terlantar, karna masih banyak orang yang peduli kepada mereka semua.
Setelah membayar semua belanjaannya, dengan bantuan dari staf mall, Riandi menaruh belanjaannya di bagasi mobil dan di bangku yang kosong. Lalu berangkat menuju ke panti asuhan.
.....
30 menit kemudian.
Riandi tiba di panti asuhan, saat mobil yang dikendarai oleh Riandi masuk ke halaman. Anak anak panti asuhan yang sedang berkumpul di taman, langsung berlari dengan senang menuju ke mobil Riandi.
"Wow, kalian sudah bertambah lebih tinggi yah."
Riandi keluar dari mobil dan menyambut para anak anak panti asuhan dengan senyuman hangat.
"Tentu saja kak. Kami semua ingin cepat tumbuh dewasa dan menjadi seseorang seperti kakak."
Balas seorang anak laki laki berumur 7 tahun bernama Hajun.
Anak anak panti asuhan yang lain, juga menganggukan kepala mereka sebagai tanda persetujuan atas perkataan Hajun.
Mereka semua menganggap Riandi seperti tujuan mereka di masa depan. Mereka ingin menjadi seperti Riandi, yang memiliki kebaikan kepada orang lain dan populer di mana mana.
"Benarkah?, apa kalian ingin menjadi sepertiku? ... Kalian harus berjuang dengan keras dan pantang menyerah." Ucap Riandi dengan mengelus kepala Hajun.
"Tapi aku menyarankan kalian menjadi diri kalian sendiri, memang bagus menjadikan seseorang sebagai motivasi kalian. Tapi akan lebih baik jika kalian menjadi diri kalian sendiri." Tambah Riandi dengan senyum.
Mungkin dikarenakan usia para anak panti asuhan. Mereka tidak begitu mengerti apa yang dimaksudkan oleh Riandi.
Tapi anak anak tersebut tetap menganggukkan kepala mereka, walaupun tidak begitu mengerti ucapan Riandi.
Di saat Riandi sedang mengobrol dengan anak anak panti asuhan, seorang wanita paruh baya datang menghampiri.
Riandi yang melihatnya langsung menyapa wanita paruh baya tersebut."Suster Ahn, apa kabar."
"Baik." Jawab suster Ahn dengan ramah. Lalu balik menanyakan kabar Riandi."Bagaimana dengan mu Riandi?, apakah semuanya baik baik saja?."
"Semuanya baik baik saja suster Anh." Balas Riandi dengan ekspresi tenang.
"Oh iya. Aku membawakan kalian semua hadiah."
Riandi teringat tentang hadiah yang dia beli sebelumnya. Dia langsung membuka bagasi mobil dan mengambil barang yang ditaruh di bangku kosong.
"Kalian bisa mengambilnya." Ucap Riandi saat melihat wajah anak anak panti asuhan yang sangat senang melihat hadiah yang diberikan oleh Riandi.
Hajun dan anak anak lainnya dengan bahagia mengambil setiap hadiah mereka masing-masing. Dalam sekejap semuanya telah mengambil hadiah mereka.
Melihat senyum di setiap wajah anak anak tersebut, membuat Riandi merasa bahagia. Ini seperti sebuah penyemangat tersendiri baginya.
Inilah yang membuat Riandi, sering menyumbangkan uangnya kepada orang yang tidak membutuhkan. Saat melihat senyum bahagia di wajah orang tersebut saat menerima bantuan dari nya. Dapat membuat Riandi juga merasa bahagia.
Riandi menikmati perasaan bahagia itu. Saat melihat senyuman di wajah orang orang tersebut.
Mungkin ini dikarenakan Riandi pernah berada di posisi tersebut. Jadi setelah dia sukses, Riandi memiliki perasaan senang saat membantu orang lain yang tidak membutuhkan.
"Apa yang harus kalian ucapkan kepada Kak Riandi?." Tanya suster Anh sambil melihat anak anak panti asuhan yang senang mendapatkan hadiah.
"Terimakasih banyak kak Riandi."
Semua anak panti asuhan dengan kompak berterimakasih kepada Riandi.
"Sama sama." Balas Riandi dengan senyum hangat.
"Kak Riandi selalu memberikan kami semua hadiah, tapi kami tidak dapat membantu kak Riandi sama sekali." Ucap seorang anak perempuan bernama Ara, dengan ekspresi wajah yang menyesal karena tidak dapat membalas kebaikan Riandi.
"Tidak apa Ara, Kalian bisa tersenyum itu sudah menjadi hal yang membuat kak Riandi senang." Riandi berkata sambil mencubit pipi kecil Ara.
Suster Anh hanya tersenyum menyaksikan anak anak panti asuhan yang mengerumuni Riandi. Ini sudah sangat wajar saat Riandi datang berkunjung.
Karan setiap saat Riandi datang berkunjung, anak anak panti asuhan akan selalu mengerumuni Riandi. Mereka semua sangat menyukai saat Riandi datang ke panti asuhan.
Semua anak panti asuhan sangat senang saat bermain bersama dengan Riandi. Dan juga saat mendengar cerita dari Riandi. Mereka semua menikmatinya.
Suster Anh dan suster panti asuhan lainnya juga merasa bahagia melihat anak anak yang tertawa dengan tulus saat bermain dengan Riandi.
Dan juga para pengurus panti asuhan tidak menyangka dibalik seorang ido pria yang sukses dan terkenal. Riandi memiliki sifat yang sangat baik hati dan menyenangkan. Inilah yang membuat semua anak panti asuhan di sini menyukai bermain dengan Riandi
"Tapi bagi kami itu tidak dapat membantu kak Riandi sama sekali." Balas Ara.
Anak yang lainnya setuju dengan perkataan dari Ara, mereka sangat ingin membalas kebaikan Riandi.
"Apa kalian sangat ingin membantuku?." Ucap Riandi sambil mengusap dagunya.
Ara dan anak lainnya menganggukkan kepala mereka saat mendengar ucapan dari Riandi.
"Kalau begitu, kalian bisa membantuku." Riandi berkata dengan cepat setelah berfikir beberapa saat.
Riandi berjongkok dan memberitahukan kepada Ara dan anak lainnya, apa yang dia rencanakan lakukan dalam beberapa hari, yang memerlukan bantuan dari anak anak.
Setelah mendengar rencana dari Riandi. Anak anak tersebut langsung menganggukkan kepala mereka dan setuju atas permintaan dari Riandi.
"Tapi kalian harus merahasiakannya yah, dari orang lain." Ucap Riandi mengingatkan kepada anak anak tersebut, agar merahasiakannya.
"Oke kak Riandi, Kami semua berjanji akan merahasiakannya."
"Oke kakak. Kami tidak akan membicarakannya kepada orang lain."
Balas anak anak tersebut, berjanji untuk merahasiakannya dan tidak akan mengatakan apa apa kepada orang lain.
Suster Anh yang juga sebelumnya mendengar rencana Riandi, juga memberikan isyarat kepada Riandi. Bahwa dia juga akan merahasiakannya dan tidak akan membicarakannya kepada orang lain.
"Terimakasih banyak." Riandi merasa yakin setelah mendengar bahwa semuanya berjanji, akan merahasiakan dan tidak akan membicarakannya kepada orang lain.