
Keesokannya ....
Riandi dan member lainnya telah selesai melakukan pemotretan bersama, Di studio khusus pemotretan di agensi.
Tadi malam setibanya di asrama, Eunji dan member lainnya langsung mengerumuni Riandi dengan khawatir dan menanyakan alasan Riandi pulang terlambat dan juga dengan baju yang basah kuyup.
Karna Riandi sedang berekting,Jadi dia menjawab bahwa dia hanya pergi ke luar untuk meredakan emosinya,Dan dijalan dia terkena hujan jadinya harus menepi dan menunggu hujan reda baru pulang.
Tapi dia mengatakannya dengan ekspresi sedih dan juga dengan senyum yang terpaksa, Agar keempat temannya ini masuk kealur permainan Pranknya ini.
Sesuai keinginan Riandi,Keempatnya langsung memikirkan bahwa Riandi berbohong jadi mereka terus bertanya dengan khawatir.
Tapi Riandi terus menolak,Dan hanya mengucapkan bahwa dia lelah dan ingin segera tidur,Jadi membuat keempatnya menjadi lebih heran dan merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan dari mereka.
Dengan begitu Eunji dan member lainnya tidur dengan khawatir sambil memikirkan apa yang disembunyikan oleh Riandi kepada mereka.
Dan Riandi yang melihat teman temannya sudah masuk ke jebakannya tertawa pelan sambil tidur di ranjangnya setelah mengganti semua pakaiannya.
.......
"Akhirnya pemotretan selesai." Eunji berbaring di sofa sambil menghela nafas lega.
"Ya." Liuzen juga mengangguk lega,Karna ini adalah pemotretan untuk terakhir kalinya bagi grub mereka, Setelah ini mereka berempat bisa fokus ke promosi dan acara Daimond Private Life SmileFi.
Yang lainnya juga senang karna sesi pemotretan akhirnya sudah tidak ada lagi,Karna sudah dilakukan semua.
"Houh ... Aku masih mengantuk." Eunji menguap,Dia masih mengantuk karna tidur larut malam.
"Sama,Aku juga." Hiro disebelahnya juga mengatakan bahwa dia masih mengantuk seperti Eunji.
Melihat teman temannya yang masih mengantuk,Riandi yang berdiri disamping mereka berkata."Siapa suruh kalian tidak tidur lebih awal."
"Jangan berkata seperti itu, Kita khawatir karena kau masih belum kembali padahal sudah larut dan hujan deras." Ucap Liuzen dengan nada kesal.
Jika bukan karna mereka khawatir dengan Riandi, Mungkin mereka akan tidur lebih dahulu.
"Hahaha,Maaf maaf." Riandi tertawa canggung sambil meminta maaf.
Eunji berkata setelah melihat Riandi yang minta maaf"Tak apalah, Yang penting kau tak apa."
"Yap, Betul sekali." Tambah Ken yang duduk sambil makan Snack miliknya.
Mereka berlima mengobrol dengan riang, Eunji dan member lainnya juga sudah tidak khawatir lagi karna melihat bahwa Riandi sudah kembali bertingkah normal seperti biasanya.
Yang tidak diperhatikan oleh member SmileFi lainnya, Manejer mereka yaitu Manejer Ain sedang memegang kamera dengan sembunyi-sembunyi.
Hanya Riandi yang mengetahui gerakan dari Manajer, Dan dia mengangguk dengan diam diam.
"Uhuk."
"Uhuk."
Dia terbatuk dengan keras sehingga didengar oleh semua orang yang berada di ruangan pemotretan.
"Uhuk."
"Uhuk."
Batuk yang dikeluarkan oleh Riandi sangat alami seperti seseorang yang memang sedang mengalami sakit batuk batuk.
"Apa kau baik baik saja." Tanya perhatian Liuzen melihat Riandi yang terus terbatuk batuk.
Jawab Riandi setelah terbatuk-batuk."Tidak apa apa, Ini hanya batuk saja."
"Uhuk."
"Uhuk."
Walaupun mengatakan bahwa dia tidak apa apa, Riandi terus terus terbatuk batuk tidak berhenti sama sekali.
"Itu batuk sangat parah bukan? ... Mari kita pergi untuk periksa." Melihat Riandi yang tidak berhenti batuk sama sekali, Membuat Hiro khawatir dan dia langsung menyarankan untuk membawa Riandi untuk periksa.
Yang lainnya juga memandang Riandi dengan khawatir, Mereka mendengar suara batuk Riandi sangat parah.
Hanya manajer Ain yang tertawa didalam hatinya memuji keahlian berbohong Riandi.
"Ini bukanlah hal yang serius ... Tak apa."Ucap Riandi dengan wajah lemas.
Setelah mengucapkan hal itu, Riandi seperti mengambil sesuatu dari tas manejer Ain, Dan setelah mengambil barang tersebut Riandi langsung pergi ke toilet dibawah mata khawatir semua orang.
Biasanya barang bawaan mereka yang berukuran kecil akan ditaruh di tas milik Manejer mereka.
Walaupun Riandi mencoba menutupi barang tersebut dari mata member SmileFi, Tapi mereka tetap bisa melihatnya yaitu sebuah botol obat.
Ken yang melihat obat tersebut bertanya dengan suara pelan."Apa kalian melihatnya juga? ... Itu botol obat bukan?."
"Iya, Aku melihatnya juga, Itu tidak salah lagi, Itu botol obat." Tegas Liuzen disampingnya.
Mendengar bahwa memang yang dibawa Riandi adalah botol obat, Mereka berempat memiliki pikiran yang khawatir dengan Riandi.
Dan mereka juga penasaran kenapa Riandi harus menyembunyikan hal tersebut dari mereka berempat.
Jadi Eunji mencoba bertanya kepada manajer Ain, Obat apa yang dibawa Riandi."Manejer, Obat apa yang dipegang Riandi sebelumnya?."
"Obat?."
"Aku juga tidak tahu obat apa itu, Karna bahkan Riandi tidak memberitahukannya kepadaku jenis obat apa itu." Manajer Ain bekerjasama dengan Riandi untuk membuat obat yang dipegang Riandi tersebut menjadi sangat rahasia agar Eunji dan member lainnya lebih penasaran.
"Apa bahkan manejer Ain tidak tahu?." Hiro berkata dengan nada lebih penasaran dan khawatir.
"Yang aku tahu,Obat tersebut mulai dipakai Riandi dari 2 hari yang lalu, Tapi dia terus menyembunyikan dari aku, Baru sekarang aku tahu bahwa dia memiliki obat." Ucap Manejer Ain sambil membernarkan sudut kamera yang di sembunyikan dari pandangan member SmileFi.
Keempatnya langsung terdiam,Dan memikirkan obat apa itu, Dari kejadian sebelumnya yang Riandi batuk batuk terus dan dia mengambil obat tersebut, Seharusnya itu adalah obat untuk orang sakit batuk.
Jadi keempatnya hanya berfikir bahwa obat tersebut hanya digunakan untuk orang batuk batuk, Dan alasan Riandi harus menyembunyikannya dari mereka berempat.
Inilah yang membuat mereka penasaran,Kenapa harus disembunyikan dari mereka? ... Bukannya hanya obat untuk batuk batuk saja?. Inilah yang dipikirkan masing-masing member SmileFi.
"Ada apa dengan kalian?." Riandi berjalan keluar dari toilet dan bertanya dengan heran melihat keempatnya yang terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Sekeluarnya dari toilet Riandi tidak terbatuk batuk lagi, Yang membuat keempat member tahu bahwa obat yang sebelumnya dibawa Riandi ketoilet berguna untuk batuk batuknya.
Tapi walaupun tahu bahwa obat tersebut berguna untuk batuk,Tetap saja tingkah Riandi yang harus sembunyi sembunyi saat menggunakannya membuat mereka merasa ada yang janggal.
"Kak, Aku penasa-." Ken ingin bertanya, Tapi sebelum dia selesai langsung disela oleh Eunji
"Ahhh, Bukan apa kami hanya memikirkan sesuatu." Sambil menyela pertanyaan Ken,Liuzen memberikan isyarat kepada Ken agar tidak bertanya soal itu.
Eunji dan Hiro juga memberikan isyarat yang sama seperti Liuzen.
Karna Riandi tidak ingin memberitahukannya kepada mereka, Lebih baik mereka berempat mencari tahu sendiri tanpa sepengetahuan Riandi, Jika langsung bertanya keorangnya langsung tentu pasti Riandi akan menjawab bahwa itu hanyalah obat untuk kesehatan belaka.
Keempatnya memiliki pikiran yang sama bahwa obat tersebut bukanlah obat untuk kesehatan biasa saja, Kalau itu hanyalah obat biasa, Kenapa Riandi harus sembunyi dari mereka saat menggunakannya, Inilah yang membuat mereka memiliki pikiran yang sama yaitu obat itu bukanlah obat biasa.
"Nah kalau begitu mari kita pulang saja,Nanti akan ada wawancara lagi untuk media lain." Riandi berkata dengan enteng,tidak memikirkan keanehan keempat member tersebut.
Dan juga obat yang sebelumnya Riandi bawa ke toilet, Sudah tidak dilihat lagi oleh mereka berempat, Entah kemana obat tersebut ditaruh oleh Riandi.