I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 55. Kekasih?,Calon Tunangan?



Setelah mengganti pakaiannya dengan cepat,Riandi keluar asrama dengan buru buru.


Disaat dia keluar dari asrama, Riandi berpapasan dengan Eunji dan lainnya yang ingin masuk ke asrama.


Liuzen yang melihat pakaian Riandi, Dan sikapnya yang terburu buru, Langsung bertanya."Mau kemana Kak?."


*Terkadang Liuzen akan memanggil Riandi kakak seperti Ken memanggil Riandi.


Ketiga lainnya juga memandang Riandi dengan penasaran.


"Aku hanya ingin keluar beberapa saat saja untuk mencari angin." Riandi menjawab dengan santai.


Setelah itu dia langsung jalan pergi, Tidak memberikan waktu kepada keempatnya untuk terus bertanya.


"Kenapa kakak Riandi sangat terburu-buru?." Ucap Hiro dengan heran.


"Mungkin mau berkencan, Ha-ha."Jawab Ken dengan bercanda.


"Hahaha."


Tidak seperti member lainnya yang bercanda, Eunji meneriaki Riandi yang sudah agak jauh." Riandi jangan terlalu lama, Langit mendung dan mau hujan."


"Ya, Aku tidak akan lama." Jawab Riandi dengan berteriak sambil melambaikan tangannya.


Melihat kepergian Riandi, Eunji merasa agak aneh karna Riandi adalah orang yang jarang untuk pergi secara tiba-tiba tanpa memberitahukan kepada mereka.


Tapi hari ini,Entah apa yang terjadi tanpa memberitahukan tujuannya kepada mereka, Riandi pergi keluar.


Jika dia tidak bertemu Riandi di depan pintu Asrama,Dia tidak akan tahu bahwa Riandi sedang pergi keluar.


"Hey, Ada apa Eunji? ... Mari segera masuk." Hiro menyerat Eunji yang masih berdiri diam setelah kepergian Riandi.


.......


Dengan terburu-buru,Riandi dengan cepat sampai ke lantai pertama dan dia langsung pergi keluar.


Ini membuat Staf yang melihat Riandi yang terburu buru,Tidak sempat untuk menyapa Riandi dan mengingatkannya bahwa akan segera hujan.


"Kenapa Riandi sangat terburu-buru? ... Aku tidak sempat mengingatkannya untuk jangan pergi keluar karna sudah sangat mendung."


Staf tersebut menggelengkan kepalanya saat melihat Riandi yang sudah pergi meninggalkan Agensi.


Disisilain Riandi juga melihat langit yang mendung dan juga ditambah sudah sore sehingga membuat langit lebih gelap.


Tapi Riandi tidak ingin memikirkan hal itu,Dia langsung memesan sebuah taxi dan dengan bantuan System dia memberitahukan alamat tempat tinggal Hana.


"Pak tolong untuk cepat pergi ke Xxxx xxxxx." Riandi memberitahukan tujuannya kepada sopir taksi tersebut,Tidak lupa Riandi memberitahukan kepada sopir tersebut untuk cepat cepat.


"Baik aku akan mengantarmu dengab cepat, Mari segera berangkat."


Saat dijalan Riandi hanya diam sembari melihat langit yang mendung dan mulai gelap.


Sopir taksi tersebut juga hanya diam,Dan tidak bertanya apapun,Kanra dia merasa Riandi juga hanya ingin diam saja sambil menunggu sampai di tujuan.


Jadi dengan suasana yang tenang,Mobil taksi tersebut melaju dengan cepat menuju tujuan Riandi.


Walaupun mengemudi dengan cepat,Sopir tersebut tetap menaati peraturan dijalan.


Jadi hanya dalam waktu 1 Jam setengah, Riandi sampai ditujuan.


"Terimakasih banyak pak." Riandi membayar dan berterimakasih kepada sopir tersebut.


"Sama sama,Hati hatilah anak muda, Ini sudah hampir jam 7 malam dan juga langit sudah sangat mendung, Berhati hatilah." Dengan baik hati sopir tersebut mengingatkan Riandi agar berhati-hati karna sudah malam dan akan hujan kapan saja.


"Terimakasih pak, Aku akan berhati-hati." Riandi melambaikan tangannya kepada sopir tersebut.


Setelah melihat kepergian taxi tersebut,Riandi berlari kearah kompleks dan mencari rumah Hana.


"System dimana rumahnya?." Tanya Riandi dengan tergesa-gesa.


[ Tuan hanya perlu lurus dan akan terdapat rumah putih disebelah kiri, Dan itulah rumahnya. ]


Mendapatkan jawabannya, Riandi tanpa basa-basi lagi langsung pergi kerumah yang dimaksud oleh System.


Saat sampai didekat rumah tersebut, Riandi dapat melihat beberapa karangan bunga dengan ucapan bela sungkawa didepan Rumah tersebut.


Dan terdapat beberapa orang dengan pakaian serba hitam, termasuk seorang pemuda tampan dan seorang nenek yang berdiri didepan rumah tersebut dengan tatapan sedih.


Melihat akan hal itu,Riandi dapat mengetahui bahwa hal terburuk benar benar terjadi.


"System apa tidak salah rumah? ... Pasti salah bukan?."


"Dia sudah berjanji denganku, Dia akan kembali."


Walaupun bertanya seperti itu,Riandi sudah tahu pasti System tidak akan salah tempat, Jadi dia menundukkan kepalanya dengan sedih sambil menunggu jawaban System.


System sepertinya melihat bahwa Riandi sangat sedih,Jadi dia menjawab dengan suara pelan dan halus.


[ Maaf sekali tuan, Rumah itu memang milik keluarga Hana. ]


"Begitu kah? ... Sepertinya memang takdir tidak ingin mempertemukan kita lagi." Desah Riandi dengan sedih.


Dengan langkah yang berat Riandi berjalan mendekati kerumunan tersebut.


"Permisi, Nek aku teman Hana." Riandi menyapa dengan sopan kepada nenek tersebut.


Walaupun tidak tahu hubungan keluarga hana dengan nenek ini, Tapi melihat bahwa nenek tersebut sangat terpukul, Seharusnya nenek tersebut adalah orang yang dekat dengan keluarga Hana.


"Ternyata teman Hana, Tapi Hana su-." Sebelum menyelesaikan perkataannya nenek tersebut menangis kembali saat mengucapkan nama Hana.


"Maaf, Nek, Aku juga sudah tahu tetang hal itu ... Aku sangat turut berduka." Ucap Riandi dengan sedih dan mencoba menenangkan nenek tersebut agar tidak terus menangis.


"Aku datang kesini untuk melayat." Tambah Riandi.


Dengan air mata di matanya,Nenek tersebut berkata dengan senyum yang sedih." Terimakasih sudah datang kesini nak, Tapi kau terlambat semenjak beberapa jam yang lalu, Hana dan keluarganya sudah dimakam kan."


"Benarkah? ... Sepertinya aku sangat terlambat ..." Mendengar bahwa dirinya terlambat, Riandi merasa semua ini sangat tidak adil baginya.


Jadi Riandi mencoba bertanya lokasi pemakaman tersebut kepada nenek tersebut." Nek aku ingin mengunjungi Hana, Apa bisa memberitahukan alamat pemakamannya?."


Nenek tersebut memandang Riandi yang tampan dan ditambah sinar cahaya dari lampu jalanan membuat Riandi seperti seorang pangeran.


Dia tidak menjawab terlebih dahulu pertanyaan Riandi, Tapi mencoba menanyakan namanya." Tentu aku bisa memberitahukan alamatnya, Tapi aku ingin tahu nama mu terlebih dahulu, Aku tidak pernah tahu Hana memiliki teman sebaikmu."


Walaupun terkejut dengan pertanyaan tersebut,Riandi tetap menjawab karna dia sangat ingin tahu tempat peristirahatan terakhir seorang yang penting baginya selama 3 tahun ini.


"Namaku Riandi nek, Aku bertemu dengan Hana tiga tahun lalu." Jawab Riandi.


"Riandi? ... Aku sering mendengar namamu dari mulut Hana, Kau orang yang baik katanya." Ucap nenek tersebut setelah mendengar nama Riandi.


Hana sekali dua kali mengucapkan nama Riandi saat sedang mengobrol dengannya, Sehingga membuat nenek tersebut cukup familiar dengan nama tersebut.


Setelah itu nenek tersebut memberitahukan tentang alamat peristirahatan terakhir hana dan keluarganya kepada Riandi.


Saat mendapatkan alamat tersebut,Riandi berniat untuk berpamitan tapi tiba tiba seorang pria muda dengan wajah tampan khas Eropa mendatangi dengan wajah tidak ramah.


"Apa kau Riandi? ... Kenapa ada disini?." Kata pria tersebut dengan nada tidak ramah.


Walaupun memiliki wajah orang Eropa, Tapi bahasa korea pria tersebut sangat lancar.


"Albert, Jangan Begitu dia adalah teman Hana." Ucap nenek tersebut kepada Pria yang bernama Albert.


"Tidak apa nek, Dia adalah orang yang sering membuat Hana menangis 3 tahun lalu." Entah kenapa Albert sangat tidak suka dengan Riandi.


Disisilain Riandi memandangi pria tersebut dengan serius, Dia memperkirakan pria yang bernama Albert ini tidak lebih tua darinya.


Dan perkataan Albert membuat Riandi sangat heran, Kapan dia pernah membuat Hana menangis?.


Melihat sepertinya Albert sangat tidak suka dengan Riandi, Nenek mencoba menenangkan suasana dengan cara memperkenalkan asal usul Albert kepada Riandi.


"Riandi, Perkenalkan ini adalah kekasih Hana namanya Albert, Mereka berpacaran sudah 3 tahun di Amerika, Dan juga mereka berdua berencana akan bertunangan 3 tahun lagi, Tapi sangat disayangkan."


Nenek tersebut menggelengkan kepalanya dengan sedih jika menyangkut Albert dan Hana yang akan segera bertunangan 3 tahun lagi, Tapi takdir tidak merestui mereka, Karna Hana meninggalkan mereka selamanya terlebih dahulu.


"Kekasih? .... Calon Tunangan?." Riandi berkata dengan tatapan kosong dimatanya.