
Setelah keluar dari kantor Park Ji Hyeon, Riandi menuju ke lantai bawah, setelah itu pergi ke luar agensi dengan berjalan kaki sendirian.
Tidak lupa, saat keluar, Riandi menutupi wajahnya agar tidak ada fans yang melihatnya.
"Cuaca hari ini cukup bagus." Gumam Riandi melihat langit biru, dan pepohonan dipinggir jalan yang berguguran.
Riandi berjalan tanpa tujuan, dia hanya menikmati suasana sekitarnya sambil terus berjalan.
Riandi melakukan ini dikarenakan sebenarnya dia kelelahan karna kesibukannya beberapa hari terakhir, jadi Riandi berniat untuk merilekskan dirinya dengan berjalan jalan di sekitar agensi.
Memang beberapa bulan terakhir jadwal grup sangat padat, bahkan membuat member SmileFi lainnya jatuh sakit, dan harus absen dari kegiatan grup beberapa saat untuk menjaga kesehatan.Hanya Riandi yang belum pernah absen dari grup karna sakit.
Saat Riandi sedang berhenti didepan pohon untuk melihat burung yang bertengger di batang pohon.
Seorang anak perempuan berlari menuju Riandi, dan menarik perhatian Riandi dengan cara menyetuh pakaian Riandi.
Riandi langsung melihat kebawah, melihat anak perempuan yang datang kepadanya.
Melihat dia berhasil menarik perhatian Riandi, Anak perempuan tersebut mengeluarkan sebungkus coklat dari saku celananya, lalu berkata."Ini coklat untuk kakak."
"Untukku?." Riandi terkejut saat anak perempuan tersebut menyerahkan coklat kepadanya.
"Iya." Angguk anak tersebut, dan menambahkan."Ini hadiah dariku."
"Terimakasih banyak." Riandi menurunkan tubuhnya dan berterimakasih kepada anak perempuan tersebut setelah menerima coklat pemberian.
"Sama sama, semoga hari kakak menyenangkan." Ucap anak perempuan tersebut dengan senyum manis, lalu berlari kembali menuju ke sebuah toko coklat.
Dan berdiri disamping seorang pria paruh baya yang mengawasi tindakan putrinya dari tadi.
Riandi membungkuk terimakasih ke arah pria paruh baya tersebut, sebagai tanda terimakasih atas coklat yang diberikan kepadanya.
Ayah dari anak perempuan tersebut membalas dengan senyuman, dan masuk kedalam toko dengan putrinya.
Riandi menetap coklat ditangannya,dan bergumam sendiri dengan senyum."Hadiah coklat?.". Setelah itu Riandi membuka bungkus coklat tersebut, dan memakannya sambil berdiri sendiri di bawah pohon yang berguguran.
Riandi berjalan tanpa tujuan selama 15 menit, sepanjang jalan, dia singgah di beberapa tempat untuk melihat sesuatu yang menurutnya menarik.
Tanpa disadari oleh Riandi, dia telah berjalan hingga ke dekat jembatan penghubung, dengan di bawahnya terdapat sungai yang dalam.
"Sepertinya aku terlalu menikmatinya, hingga tidak menyadari kalau aku sudah jalan sejauh ini." Riandi menggaruk kepalanya yang tertutup kupluk hoodie, sambil menatap sekelilingnya.
Disekitar jembatan, pejalan kaki sangat minim, yang ada hanyalah kendaraan lululalang, dan remaja laki-laki yang sedang berdiri di dekat pagar pembatas jembatan di jalur khusus pejalan kaki.
"Apa aku harus terus berjalan?, atau kembali saja?." Gumam Riandi.
Saat Riandi sedang menimbang nimbang apakah harus terus berjalan atau kembali. Riandi melihat anak remaja yang berdiri di dekat pagar pembatas jembatan. Tiba tiba mulai memanjat pagar tersebut.
"Apa yang ingin dilakukan anak itu?."Riandi berfikir beberapa detik apa yang akan dilakukan remaja tersebut memanjat pagar pembatas.
Jika melewati pagar pembatas, remaja tersebut akan terjatuh ke sungai di bawah jembatan.
Riandi yang langsung mengetahui resiko jika jatuh dari ketinggian ini ke bawah sungai. Langsung berlari dengan cepat menuju ke remaja yang masih berjuang untuk memanjat pagar pembatas.
Riandi berlari dengan cepat, sehingga kupluk yang menutupi wajahnya terbuka. Tapi Riandi tidak menghiraukan hal tersebut, karna remaja tersebut sudah hampir memanjat pagar pembatas. Jika terjatuh dari jembatan ke sungai itu akan sangat bahaya, apalagi jika tidak dapat berenang, itu akan sangat berbahaya.
Saat tiba, Riandi langsung memegang baju remaja laki laki tersebut, dan langsung menyuruh remaja tersebut untuk turun."Apa yang kau lakukan?, cepat turun dari situ."
"Lepaskan aku."Ucap remaja tersebut dengan nada yang sedih.
Remaja tersebut terus berjuang untuk menaiki pagar pembatas, tanpa menghiraukan perkataan Riandi.
"Turunlah dulu, bicarakan masalahmu kepadaku ... Bunuh diri bukanlah penyelesaian terbaik untuk sebuah masalah, seberapapun besar masalah yang kau derita. Bunuh diri bukanlah penyelesaiannya, itu hanya akan membuat orang lain yang menyayangimu merasa bersalah dan sedih ... Ayo, turun dulu. Aku akan mendengarkan masalahmu." Bujuk Riandi dengan perlahan agar remaja tersebut turun dari pagar pembatas.
Setelah beberapa bujukan dari Riandi, akhirnya remaja tersebut memilih untuk turun dari pagar pembatas.
"Menangis lah. Menangis bukanlah hal yang memalukan bagi laki laki, ada saatnya juga bagi laki laki untuk menangis, jika beban dipundaknya sudah tidak dapat dia tahan."
Setelah remaja laki-laki tersebut tenang, Riandi terlebih dahulu menanyakan namanya."Siapa namamu?, kau masih sangat muda."
"Namaku Doyun."Balas Remaja tersebut sambil menatap ke bawah.
"Doyun?, kau memiliki nama yang bagus."Ucap Riandi, sambil jongkok untuk memperbaiki tali sepatu Doyun yang terlepas.
"Terimakasih." Balas Doyun, setelah Riandi selesai mengikatkan tali sepatunya.
Doyun juga baru memerhatikan wajah orang yang menghalaunya untuk bunuh diri. Saat melihatnya Doyun merasa terkejut di dalam hatinya, karna dia tidak menyangka orang yang menyelamatkannya adalah seorang Idol.
"Tidak masalah sama sekali." Balas Riandi, tanpa memerhatikan keterkejutan dari Doyun.
Riandi mengajak Doyun untuk mencari tempat yang bisa di jadikan tempat duduk.
Setelah menemukannya, Riandi dan Doyun duduk disana. Riandi juga langsung berbicara kepada Doyun.
"Aku tidak tahu apa masalah yang membuatmu hingga berfikir untuk bunuh diri." Riandi berkata dengan suara serius.
"Kau itu masih sangat muda, jangan langsung menyerah dengan masalah yang kau hadapi, walaupun masalah tersebut sangat berat. Cobalah untuk menghadapinya dengan kuat, jangan menyerah. Satu bab buruk dalam hidup itu tidak berarti adalah akhir, tetapi itu adalah awal dari babak baru dalam hidupmu."
Doyun sepertinya mengerti apa yang dimaksud oleh Riandi, jadi dia menganggukkan kepalanya sambil mendengarkan perkataan dari Riandi.
"Memang kesulitan dan masalah tersebut akan terus terkenang dalam hidup akan selalu menjadi kenangan terburuk. Jadi, jadikan masalalu tersebut sebagai pembelajaran bagimu dimasa depan."
"Memang pikiran untuk bunuh diri akan selalu muncul jika seseorang telah jatuh hingga kedasar hidupnya, tapi pikirkanlah. Jika kau bunuh diri, orang yang menyayangimu dengan tulus akan sangat sedih. Dan kau sama sekali tidak menyelesaikan masalahmu sama sekali, tapi kau kabur sebagai pengecut. Intinya, bunuh diri bukanlah hal yang baik. Tetaplah hidup walaupun dunia membeci mu, tetaplah berjuang walaupun orang orang mencaci mu. Akan ada saatnya, pasti dunia akan mengakuimu dan orang orang akan mengagumimu."
"Intinya jangan menyerah." Ucap Riandi sambil menepuk punggung Doyun dengan senyum penyemangat.
"Baik." Angguk Doyun.
Kata kata Riandi, seperti membuka dunia baru baginya, yang sebelumnya putus asa, menjadi memiliki sinar harapan baginya.
Memang benar yang dikatakan oleh Riandi, bahwa bunuh diri itu tidak akan menyelesaikan semua masalahnya. Dan pasti ayah dan ibunya akan kecewa mengetahui anaknya berniat mencelakai diri sendiri.
"Terimakasih banyak." Ucap Doyun dengan penuh rasa syukur.
"Sama sama." Balas Riandi.
Saat Riandi dan Doyun sedang mengobrol, tiba tiba dari balik patung hiasan di jembatan, muncul 2 orang pria yang membawa kamera di tangan mereka.
Riandi yang melihatnya merasa bingung, kenapa tiba tiba muncul 2 orang dari balik patung. Dia juga tidak menyadarinya bahwa ada seseorang yang bersembunyi.
"Maaf, sebelumnya kak. Kami sedang membuat video sosial eksperimen, Soal bagaimana tanggapan jika ada seseorang yang melihat remaja sedang berniat bunuh diri."
Saat Riandi bingung, Doyun berkata sambil menjelaskan kepada Riandi. Tentang sosial ekperimen tersebut.
Setelah dijelaskan akhirnya Riandi mengerti."Ahh, begitukah?."
"Apakah kami boleh meng-upload videonya ke saluran Miyu?." Tanya Doyun kepada Riandi.
Doyun menanyakan itu karna tidak sopan meng-upload video tanpa izin dari orang yang masuk dalam videonya. Apalagi kali ini orang tersebut adalah Riandi, yang adalah seorang Idol.
"Tidak apa-apa."Jawab Riandi dengan santai.
Dia sama sekali tidak masalah jika dia muncul di video sosial eksperimen. Apalagi ini bisa membantu membuka pikiran orang lain yang ingin menyerah atas kehidupan.
"Terimakasih banyak, Oh ya. Apakah kami bisa meminta foto?." Tanya Doyun dengan penuh harap.
2 orang yang muncul dari balik patung, juga berharap dapat foto bersama dengan Riandi.
Kapan lagi bisa bertemu dengan seorang idol di jalan. Jadi gunakan kesempatan ini untuk mengambil foto bersama.
Riandi menuruti permintaan dari Doyun dan teman temannya, jadi mereka berfoto bersama.
Riandi mengobrol beberapa saat, sebelum berjalan kembali menuju agensi Candy Entertainment. Tidak lupa dia juga mengenakan kembali kupluk yang sebelumnya terbuka.