
Keesokkannya.
PMSA mendapatkan banyak kritik karna tindakan manipulasi voting dan kemenangan. Sudah jelas jelas SmileFi memiliki keunggulan dalam berbagai hal, tapi SmileFi hanya membawa pulang 1 piala saja. Yang membuat Remily bahkan non fans memberikan kritikan kepada pihak PMSA.
Pidato Riandi juga tersebar di seluruh kalangan Remily, dan semua Remily setelah mendengar pidato tersebut merasa terharu. Dan juga sedikit meredakan rasa marah dan kesal Remily kepada pihak PMSA. Tapi tetap saja Remily menaikkan tagar #UnfairPMSA, yang telah mencapai 1,5 juta tweet dan trending di Miyu.
Mulai hari ini juga, Fandom Remily dan fandom fans Darkos ditakdirkan untuk tidak memiliki persahabatan sama sekali.
.....
Pukul 1 Siang.
Ruang CEO Park Ji Hyeon.
"Jadi bos sudah ingin mendebutkan grup baru tahun ini?."
Riandi berkata dengan cukup terkejut setelah mendengar perkataan dari Park Ji Hyeon, yang duduk di sofa bagian depannya.
"Tidak." Park Ji Hyeon menggelengkan kepalanya. Lalu menjelaskan kepada Riandi."Bukan tahun ini, tapi tahun depan ... Di bulan Desember. Aku berniat membuat acara survival lagi untuk ke dua puluh trainee itu, untuk menentukan apakah layak untuk debut di tahun depan apa tidak."
Park Ji Hyeon berniat membuat acara survival untuk melihat pertumbuhan ke 20 trainee, setelah berlatih selama 1 tahun di candy entertainment. Dan sekaligus menentukan seberapa layaknya para trianee tersebut untuk debut tahun depan.
"Ohw." Riandi mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan dari Park Ji Hyeon.
Setelah mengambil kue dan menelannya, Riandi kembali bertanya."Jadi apa yang bisa aku lakukan untuk mu?."
Riandi berfikir bahwa seharusnya, Park Ji Hyeon mengatakan hal ini kepadanya, pasti ada yang ingin Park Ji Hyeon minta dia lakukan.
"Aku ingin kau menjadi juri di akhir acara survival nanti." Ungkap Park Ji Hyeon kepada Riandi.
Sebelum Riandi bertanya, Park Ji Hyeon langsung menjelaskan."Di awal acara aku dan beberapa orang yang akan menjadi jurinya, dan di penentuan akhir acara, aku ingin kau menjadi juri dan menentukan seberapa layaknya para trainee tersebut untuk debut."
"Baiklah." Riandi setuju dengan permintaan dari Park Ji Hyeon.
Hanya menjadi seorang juri di akhir acara, itu bukanlah sesuatu yang susah dan rumit bagi Riandi.
Setelah basa basi beberapa saat, Riandi menatap Park Ji Hyeon yang sedang memainkan handphone sambil tersenyum senyum sendiri.
Riandi langsung terbatuk dan berkata dengan ekspresi main main."Ehm ... Ehm... Sepertinya ada yang sedang berbunga bunga nih."
Park Ji Hyeon langsung menutup handphonenya setelah mendengar perkataan dari Riandi, dan berkata."Kenapa kau masih disini?, pergilah."
Park Ji Hyeon sama sekali tidak ingin memberitahukan kepada Riandi, bahwa dia sedang dekat dengan seorang artis wanita berumur 39 tahun.
Jika Riandi tahu, entah apa yang akan terjadi. Mungkin Riandi akan menyewa banner iklan untuk memberikan ucapan selamat kepadanya atas melepas masa lajang setelah 46 tahun lebih.
Itu sama sekali tidak ingin di lihat oleh Park Ji Hyeon.
Riandi menaikkan bola matanya lalu menjawab dengan senyum."Ehm, biasalah yah, orang yang sedang jatuh cinta mau itu muda atau tua, tetap saja akan mudah tersinggung, Haha."
"Siapa yang sedang jatuh cinta?." Park Ji Hyeon langsung membalas dengan eksperi kesal."Lebih baik kau pergi saja sana melakukan hal lain, atau istirahat."
"Apa bos benar benar tidak sedang jatuh cinta?." Tanya Riandi kembali, tanpa menghiraukan ekspresi kesal Park Ji Hyeon.
Mau dibayar berapapun, Park Ji Hyeon tidak akan mengaku kepada Riandi.
"Ohw baiklah." Riandi menganggukan kepalanya dengan mengerti setelah melihat ekspresi tegas di wajah Park Ji Hyeon.
Sebelum Park Ji Hyeon dapat lega karena berifikir berhasil menipu Riandi.
Riandi tiba tiba mengambil handphone, dan langsung menelpon seseorang. Setelah beberapa saat berdering, Riandi langsung berkata kepada orang yang dia telepon."Hallo, Nuna Sulyon. Kata bos Park Ji Hyeon, dia sama sekali tidak memiliki rasa cinta kepadamu Nuna."
Park Ji Hyeon yang mendengar nama orang yang disebut oleh Riandi, langsung berkeringat dingin, apalagi saat mendengar Riandi mengatakan bahwa dia sama sekali tidak memiliki rasa cinta terhadap wanita bernama Sulyon.
Riandi tidak memerhatikan ekspresi panik Park Ji Hyeon, tapi tetap terus melanjutkan untuk berbicara."Tadi aku menanyainya, apakah dia memiliki rasa cinta kepada Nuna, tapi jawaban bos adalah dia tidak memiliki rasa cinta sama sekali. Lebih baik Nuna pu-."
Sebelum Riandi dapat terus berbicara, Park Ji Hyeon langsung menyita handphone milik Riandi.
"Tidak begitu Sulyon, aku mencintaimu ... Yang dikatakan anak ini semuanya bohong!." Park Ji Hyeon buru buru langsung menjelaskan setelah mengambil handphone milik Riandi.
Tanpa memerhatikan bahwa handphone Riandi sama sekali tidak terhubung dengan setupun panggilan telepon.
"Bwahahaha. Ternyata benar, bos dan Nuna Sulyon memiliki hubungan." Riandi tertawa dengan keras setelah mendengar perkataan panik dari Park Ji Hyeon setelah merebut handphonenya.
Park Ji Hyeon yang menyadari dirinya dipermainkan oleh Riandi, langsung memasang wajah yang murka."Ohww, sudah berani yah mempermainkan bosnya sendiri." Ucap Park Ji Hyeon sambil menyisir rambutnya kebelakang.
"Bos, itu nuna Sulyon!." Riandi menunjuk ke arah jendela dengan ekspresi terkejut, dan sama sekali tidak terlihat berbohong.
Park Ji Hyeon langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Riandi, tapi yang dia lihat hanyalah jendela dan pot bunga saja, tidak ada Sulyon sama sekali.
"Kau!-."
Park Ji Hyeon langsung mengetahui bahwa dia lagi lagi di bohongi oleh Riandi.
Tapi saat melihat kembali ke arah tempat Riandi sebelumnya duduk, Riandi sudah tidak ada lagi disana, bahkan handphone Riandi yang dia ambil juga telah hilang.
"Bos, aku akan menunggu undangan pernikahannya, selamat tinggal."
Riandi berdiri di depan pintu keluar, sambil melambaikan tangannya, lalu berlari ke kabur dengan cepat. Sebelum Park Ji Hyeon mengejarnya.
"Anak ini!." Park Ji Hyeon hanya dapat menghela nafas setelah melihat Riandi yang kabur pergi dengan cepat.
Dan berharap Riandi tidak menyebarkan informasi tentang dia dan Sulyon kepada yang lain.
Untuk sekarang Park Ji Hyeon belum menginginkan hubungannya dengan Sulyon diketahui, dia akan memberitahukan kepada orang lain tahun depan, dimana saat itu undangan pernikahan akan di sebarkan.
Park Ji Hyeon dan Sulyon memiliki rencana untuk menikah di tahun depan, karna mereka berdua sudah mengenal lama dan juga saling menyukai satu sama lainnya, jadi Park Ji Hyeon dan Sulyon memilih untuk segera menikah tahun depan.
Karna tahun depan Park Ji Hyeon akan berumur 47 tahun dan Sulyon akan berumur 40 tahun. Umur Park Ji Hyeon dan Sulyon sudah cukup tua. Sehingga tahun depan Park Ji Hyeon dan Sulyon akan menikah.
Setelah berfikir Park Ji Hyeon berjalan menuju ke meja kerjanya, sambil menggelengkan kepala, dan mengambil sebuah foto dari laci meja.
Di foto tersebut terdapat dua orang, yang terdiri dari pria paruh baya dan anak laki laki remaja. Kedua orang tersebut adalah Park Ji Hyeon dan Riandi. Foto tersebut di ambil 6 tahun lalu, saat Riandi masih berumur 16 tahun.
"Anak ini sama sekali tidak pernah berubah, dia selalu menjadi cahaya dan kebahagiaan untuk orang lain." Gumam Park Ji Hyeon menatap senyum Riandi di dalam foto.