
"Riandi!!."
"Kak!!."
Semua orang langsung berteriak panik saat melihat Riandi yang kembali tidak sadarkan diri seperti sebelumnya.
Dokter yang dari tadi melihat drama, Langsung mendekati Riandi dan memeriksa beberapa saat sebelum berkata dengan wajah menyesal."Detak jantungnya mulai melemah ... Jika seperti ini terus dia akan segera meninggal."
Mendengar akan hal itu,Park Ji Hyeon langsung mendesak dokter tersebut."Kalau begitu cepatlah bawa ke ruangan gawat darurat ... Tolong selamatkan anak ini."
"Baiklah, Cepat gendong dia ... Ikuti aku segera." Dokter tersebut mengangguk tegas dan segera menyuruh untuk membawa Riandi keruangan gawat darurat.
Beberapa staf laki laki maju kedepan untuk mengangkat Riandi,Tapi segera ditolak oleh Park Ji Hyeon." Biarkan aku saja ... Aku bisa mengangkatnya sendiri."
Setelah mengangkat Riandi, Park Ji Hyeon langsung mengikuti dokter tersebut keruangan gawat darurat.
Keempat member SmileFi mengikuti dari belakang dengan tangisan yang semangkin tidak terbendung setelah mendengar kalimat Riandi dan hilangnya kesadaran Riandi yang tiba tiba.
Park Ji Hyeon dengan cepat mengikuti dokter tersebut sambil menggendong Riandi,Dengan beberapa saat saja mereka tiba di depan pintu gawat darurat dan Park Ji Hyeon langsung masuk kedalam ruangan mengikuti dokter tersebut.
Staf lainnya dan keempat member SmileFi juga ingin mengikuti masuk kedalam,Tapi sebelum mereka dapat masuk, 2 orang perawat wanita menghalangi jalan mereka."Semuanya, Tolong tunggu disini ... Kalian tidak diizinkan masuk sekarang... Agar tidak menghambat kinerja dokter nantinya saat memeriksa pasien ... Tolong pahami."
"Tapi suster ... Kami ingin melihat kondisi kakak kami ... Tolong izinkan kami masuk kedalam." Hiro memohon kepada kedua perawat tersebut,Agar mengizinkan mereka masuk untuk melihat Riandi.
"Maaf,Kita tidak bisa memberikan izin untuk kalian masuk ... Karna ini adalah permintaan dokter yang merawat pasien." Perawat dengan tegas tidak memberikan izin untuk masuk sekarang kepada semua orang,Dengan alasan bahwa ini adalah permintaan dari dokter tersebut.
Setelah mendengar ketegasan dari perawat tersebut,Hiro tidak lagi memaksa,Dia bersender di tembok sambil menutupi wajahnya yang basah dengan air mata.
Ketiga member lainnya juga diam melamun sambil menunggu dengan khawatir berita dari dalam tentang kondisi Riandi.
Ke 17 staf lainnya hanya duduk dan menunggu dengan khawatir seperti keempat member SmileFi.
Tentu saja tanpa sepengetahuan semua orang,5 dari 17 staf sedang merekam semua orang secara diam diam dari tadi dan terdapat 2 kamera tersembunyi didepan pintu gawat darurat yang dapat merekam semua orang.
Memang terdapat beberapa staf lainnya yang merasa agak aneh dengan gerak gerik kelima staf tersebut saat memegang kamera,Tapi mereka tidak memikirkannya lebih lanjut karna semua pikiran mereka sendang kekondisi Riandi.
Jadi didepan pintu semua orang hanya diam membisu dengan wajah khawatir.
......
Didalam ruangan gawat darurat.
"Huh ... Huh ... Sepulang nanti aku sepertinya harus melatih tubuh tuaku lagi ... Padahal hanya berlari sebentar sambil mengangkat kau ... Tapi sudah sangat lelah." Park Ji Hyeon bersandar dikursi sambil menghilangkan rasa lelahnya setelah menggendong Riandi.
Diruangan ini sangat kosong hanya terdapat tirai lebar yang menghalangi pintu depan,Jadi orang yang masuk kedalam ruangan ini jika tidak membuka tirai maka, Tidak dapat melihat apa apa selain tirai yang menghalangi pandangan.
Selain tirai hanya terdapat 6 kursi biasa yang disusun berjejeran.
Dan juga bukan hanya Dokter,Riandi dan Park Ji Hyeon saja yang berada di ruangan ini,Tapi juga terdapat 2 staf yang memegang kamera untuk merekam Riandi dan Park Ji Hyeon.Keduanya sudah menunggu disini semenjak tadi.
Selain itu ruangan ini bukanlah ruangan gawat darurat tapi ruangan yang tidak terpakai dirumah sakit ini,Dan soal pintu depan itu sudah diatur dengan semirip mungkin seperti ruangan gawat darurat untuk mengecoh semua orang.
Pikirkan saja seberapa niatnya Riandi untuk melakukan Prank ini sampai melakukan persiapan yang sangat matang.
"Hahaha,Jangan terlalu memaksakan, Kau sudah berumur." Tidak seperti didepan member SmileFi dan Staf, Riandi sekarang sangat santai sambil menghapus make up orang sakit diwajahnya.
Semenjak melakukan akting pingsan dari tadi Riandi cukup haus,Jadi dia melampiaskan hausanya kepada jus tersebut.
Jika semua orang yang berada di depan tahu bahwa, Orang yang mereka sangat khawatir sedang minum jus dengan santai, Mungkin semua orang akan langsung menyemprot Riandi.
"Huh, Sepertinya aku terlalu kelewatan untuk melakukan Prank seperti ini ... Aku tidak tega melihat mereka semua menangis dari tadi." Riandi menghela nafas berat dan menyesalkan keputusannya untuk membuat Prank seperti ini.
"Yah,Pasti teman temanmu sangat marah jika tahu ini adalah Prank ... Hahaha." Dokter tersebut bercanda dengan Riandi.
"Pasti ... Aku akan menerima amarah mereka semua ... Lagian ini salahku." Riandi menggelengkan kepalanya dan menerima bahwa dia akan di semprot abis abisan oleh semua orang.
Riandi juga mengharapkan akan hal itu,Pasti semua orang akan kesal kepadanya saat mengetahui bahwa ini adalah Prank.
Jadi Riandi sudah bersiap untuk menerima kekesalan semua orang, Terutama Keempat member SmileFi.
Setelah itu,Riandi menambahkan berterimakasih kepada dokter tersebut"Ngomong ngomong, Terimakasih banyak dok telah membantu Prank ini."
"Tak masalah, Aku juga bersenang-senang saat membantumu." Dokter tersebut menjawab dengan senyum.
Saat mendengar jawaban dokter tersebut,Riandit tersenyum sambil terus menghapus make upnya.
"Oh ... Iya ... Pak coi ... Pak den ... Terimakasih untuk 5 hari ini telah membantu Prank dan merahasiakannya... Terimakasih banyak." Riandi juga berterimakasih dengan sopan kepada kedua staf yang telah menunggu di ruangan ini semenjak mereka datang di rumah sakit.
Selain 2 manejer dan Park Ji Hyeon terdapat 7 staf yang mengetahui tentang Prank ini,Dan ketujuhnya sudah sangat membantu dirinya sendiri untuk menyukseskan Prank ini, Jadi Riandi harus berterimakasih kepada mereka.
"Hahaha, Jangan terlalu sungkan Riandi ... Lagi pula ini juga kerjaan kami."
"Betul ... Tidak masalah sama sekali."
Riandi hanya tersenyum setelah mendengar balasan kedua staf tersebut, Setelah itu dia memfokuskan perhatiannya untuk menghapus semua make up-nya.
Dengan singkat Riandi selesai menghapus seluruh make up,Yang sebelumnya riandi menunjukkan wajah yang pucat dan bibir yang pecah pecah, Sekarang setelah menghapus seluruh make up,Riandi kembali menjadi Riandi yang biasanya yaitu tampan,Murah senyum dan karismatik, Saat melihat wajah Riandi pasti semua orang akan merasa hangat dan dapat diandalkan.
"Aihs, Inilah Riandi yang sebenarnya tanpa kebohongan sama sekali." Park Ji Hyeon menggoda Riandi yang telah menghapus make upnya.
Dokter dan kedua staf yang terus merekam mereka, Sepertinya setuju dengan perkataan Park Ji Hyeon mereka menganggukkan kepala mereka dengan pelan.
Riandi tidak menghiraukan godaan dari Park Ji Hyeon."Pak, Kau sudah sering melihatku ... Jadi jangan coba coba menggodaku dengan perkataan seperti itu."
Riandi menambahkan dengan percaya diri."Lagi pula aku memang tampan."
Saat mendengar kepercayaan diri Riandi tentang penampilannya sendiri, Park Ji Hyeon merasa menyesal kenapa harus menggoda orang seperti Riandi dengan kata kata pujian.
Mengalihkan perhatiannya Riandi berkata dengan sopan kepada dokter tersebut."Dok ... Sekali lagi mohon bantuannya."
"Baiklah ... Tidak usah sopan denganku." Dokter tersebut tahu tugasnya yang selanjutnya,Yaitu memberikan kabar buruk kepada semua orang yang masih menunggu khawatir didepan.
Setelah itu dokter tersebut tersenyum sopan kepada Park Ji Hyeon dan kedua Staf,Segere dia berbalik untuk keluar memberikan kabar buruk kepada para staf dan member SmileFi yang telah menunggu dengan khawatir dan lumutan didepan.
"Terimakasih."Riandi berterimakasih kepada dokter tersebut,Karna sudah membantunya.
"Kemarilah duduk dan tunggu mereka semua masuk." Park Ji Hyeon menyuruh Riandi agar duduk menunggu.
"Baiklah." Riandi duduk disamping Park Ji Hyeon,Dia cukup gelisah memikirkan reaksi semua orang saat masuk ke ruangan ini dan tahu bahwa semua ini adalah Prank.