I Am The World's Most Famous Idol

I Am The World's Most Famous Idol
Bab 190. Lukisan [S2]



Untuk mencari ide, Riandi membuka buka album foto miliknya di handphone, saat sampai di foto kenangan tahun 2015. Riandi menemukan foto yang langsung membuatnya tersenyum nostalgia.


Yaitu foto yang di ambil oleh sistem,saat dia dan member SmileFi sedang duduk bersama di depan api unggun, di bawah sinar bulan dan bintang, dengan wajah yang tersenyum.


Seharusnya foto ini diambil saat mereka berlima camping di dekat sekolah angker.


Riandi langsung menetapkan untuk melukis seperti di foto tersebut, tapi dengan tambahan imajinasinya, tidak mengikuti semua yang berada di foto tersebut.


"Warna hitam, dimana kau."


Riandi lebih dahulu menggunakan warna hitam untuk membuat background malam hari, sebelum mulai melukiskan imajinasinya.


Saat Riandi sedang memenuhi kanvas dengan warna hitam, dari lantai dua. Eunji turun dengan wajah yang masih mengantuk.


Riandi yang melihat Eunji, langsung berkata sambil tetap mewarnai kanvasnya."Apa kau sudah bangun?, jika ingin sarapan ada di lemari makanan, aku sudah membuat omelet untuk kalian."


"Baik."Angguk Eunji setelah duduk di lantai. Saat melihat Riandi sedang mewarnai kanvas, Eunji mau tidak mau bertanya."Apa yang sedang kau lukis?."


"Lihat saja nanti hasil akhirnya." Jawab Riandi tanpa memberitahu apa yang akan dia lukis.


"Apa Ken belum bangun?." Riandi bertanya kepada Eunji.


"Tidak tahu,saat turun, aku tidak mengunjungi kamarnya." Jawab Eunji setelah menguap dengan panjang.


Setelah menggaruk kepalanya, Eunji langsung bangun untuk pergi mandi."Aku akan mandi dulu."


"Oke."Balas Riandi.


.....


"Xiowu, aku mencintaimu,apakah kau bersedia menjadi kekasihku untuk membuat kisah cinta kita berdua?."


Ken dengan pakaian berjas, dengan bunga di tangannya berkata kepada wanita dihadapannya.


Xiowu memasang wajah terkejut saat mendengar pengakuan dari Ken, tapi dia segera membalas dan menerima bunga dari tangan Ken."Tentu saja, aku juga mencintaimu Ken."


Ken sangat senang dengan jawaban Xiowu. Akhirnya cinta dia diterima oleh Xiowu, Ken merasa ini seperti mimpi saja.


"Aku sangat bahagia,Xiowu."


Ken mendekat ke arah Xiowu untuk memberikan pelukan rasa bahagianya.


Setelah berpelukan, tiba tiba Xiowu mendekatkan wajahnya ke wajah Ken.


Ken yang menyadarinya langsung memiliki jantung yang bergebu gebu.


"Apa ciuman pertamaku akan segera tiba?." Ucap Ken di dalam hatinya, tanpa di sadari Ken sudah memiliki suhu tubuh panas dingin.


Karna tidak menyangka akan secepat ini, dia akan berciuman dengan Xiowu. Apalagi ini adalah tindakan yang di awali oleh Xiowu.


"Ini bagaikan mimpi saja." Ucap Ken dalam hati dengan sangat senang.


Ken mengikuti tindakan Xiowu, dan wajahnya dan wajah Xiowu berdekatan secara perlahan, dan hembusan nafas lembut Xiowu mulai dirasakan oleh Ken.


Ken dengan perlahan memonyongkan bibirnya, dan menutup mata untuk menikmati rasa ciuman untuk pertama kalinya.


Akhirnya moment yang ditunggu tunggu akhirnya tiba, Ken merasakan bibirnya bersentuhan dengan sesuatu lembut dan wangi.


"Tapi kenapa terasa agak berotot dan keras?." Ucap Ken dalam hatinya, dan mencoba membuka matanya untuk melihat Xiowu. Karna ingin memastikan apakah ciumannya sudah tepat, karna Ken tidak pernah berifikir tekstur bibir akan keras dan berotot.


"Aku tidak menyangka akan ada hari,kau akan mencium betis ku."


Eunji yang baru saja selesai mandi berkata kepada Ken yang masih syok setelah bangun tidur.


Eunji datang ke kamar Ken untuk meminjam celana, dan saat dia menaikkan kakinya di atas kasur karna keram. Siapa sangka Ken yang tidur tiba tiba menyosor langsung ke kakinya, dan mencium dengan mesra betis kakinya.


Ken masih syok dengan wajah yang setengah sadar."Apa semua yang tadi terjadi hanyalah mimpi saja?." Ken menjambak rambutnya sendiri dan berkata dengan sedih.


Padahal Ken mengira semua yang terjadi adalah kenyataan, tapi sebuah fakta yang sangat mengecewakan dia dapatkan. Karna semua itu hanyalah mimpi.


Dan ciuman mesra dia dan Xiowu sama sekali tidak pernah terjadi. Kenyataannya adalah dia sedang berciuman dengan betis kaki Eunji.


"Kenapa kau bangun bangun memasang ekspresi sedih seperti itu?." Ucap Eunji sambil memilih celana yang akan dia pinjam dari Ken.


Eunji sepertinya memikirkan suatu hal dan langsung berkata."Apa kau masih ingin mencium betisku?, aku tidak akan sungkan memberikannya lagi."


Ken langsung menatap ke arah Eunji dengan kesal, jika saja Eunji tidak datang untuk meminjam celana. Mungkin dia masih bisa melanjutkan mimpinya ketahap yang lebih intens. Dan dia tidak akan pernah mencium betis kaki Eunji.


"Sini, kali ini aku tidak akan menciumnya. Aku akan menggigitnya." Balas Ken dengan kesal.


"Jika kau menggigit betisku, aku akan menggigit tanganmu." Eunji berkata membalas Ken.


Eunji melihat lihat celana Ken beberapa saat, sebelum kembali menutup lemari dan berkata sambil berjalan keluar dari kamar Ken."Aku tidak jadi meminjam celana mu, aku masih memiliki celana yang lebih bagus."


Ken memasang kembali ekspresi kesal, sudah mengacaukan mimpi indahnya, dan sekarang bisa bisanya Eunji pergi dan mengatakan celananya tidak ada yang bagus. Ini menambah sumbu kekesalan di dalam diri Ken.


.....


Pukul 10 pagi.


Semua member SmileFi telah bangun dan menyelesaikan sarapan pagi dengan omelet buatan Riandi.


Dan lukisan Riandi, setelah hampir 3 jam, akhirnya selesai.


Riandi melukis, saat dia dan member SmileFi lainnya duduk di depan api unggun seperti di foto di tahun 2015.


Dibelakang member SmileFi yang saat itu masih remaja dan memiliki mimpi menjadi idol, terdapat siluet kelima member yang sekarang telah sukses menjadi idol.


Riandi menambahkan background bulan dan bintang yang indah. Yang menambah keren dan menakjubkannya lukisan Riandi.


"Bagaimana dengan lukisanku?." Tanya Riandi dengan senyum kepada member lainnya.


"Wuah, apa ini benar benar kau yang melukisnya?." Eunji berkata dengan takjub melihat lukisan Riandi yang sangat bagus.


"Melihat lukisan Kak Riandi, membuatku mengingat masa lalu." Ucap Hiro setelah melihat dirinya saat remaja di lukisan Riandi.


"Benar sekali, bukannya ini saat kita camping bersama?." Tanya Liuzen kepada member lain.


"Iya, ini saat kita camping. Wow, itu sudah sangat lama." Jawab Ken dengan ekspresi wajah yang bernostalgia.


Pada saat itu mereka berlima hanyalah remaja yang memiliki mimpi menjadi idol, dengan kisah hidup yang berbeda beda.


Berlatih dengan keras siang dan malam, jatuh bangun di perjalanan mengejar mimpi, itu semua di lalui bersama oleh mereka berlima.


Sekarang setelah tahun tahun berlalu. Akhirnya mimpi tersebut telah terwujudkan, sekarang mereka adalah grup idol, yang bisa disandingkan dengan grup idol kelas 1.