
Eunji juga melihat angka angka tersebut,Dan mencoba mencari di aplikasi Miyu mungkin tanggal tersebut menunjukkan sesuatu.
"What?, Disini dibilang saat 17-03-1985 adalah tanggal dimana terdapat sebuah pembunuhan disekolah ini, Dan korban tersebut adalah seorang wanita."
"Dari keterangan info dikatakan yang membunuh wanita tersebut adalah seorang murid yang berasal dari sekolah ini,Dan murid tersebut ditemukan terbunuh beberapa hari kemudian dengan cara yang sama saat dia membunuh wanita tersebut."
"Hingga sekarang tidak ada yang tahu siapa yang membunuh murid tersebut."
Setelah membaca info yang diberikan oleh ponselnya,Eunji merasa punggungnya mulai berasa dingin dan merinding.
Yang lainnya juga merasa bulu kuduk mereka meronta-ronta,Dan mereka memikirkan spekulasi pembunuh murid tersebut, Yaitu tidak lain adalah korbannya sendiri yang sudah dibunuh sebelumnya.
Spekulasi mereka berlima dimantapkan dengan fakta bahwa murid tersebut terbunuh dengan cara yang sama dengan wanita yang sebelumnya dia bunuh,Dan juga tidak ada yang mengetahui pembunuh murid tersebut.
Saat mereka berfikir, Kelimanya secara tidak sadar melihat kembali kata kata yang ditulis di papan tulis tersebut.
"Bagaimana apa kita lanjutkan?." Riandi bertanya kepada yang lainnya,Dia juga merasa agak takut karna situasi yang tiba tiba ini.
Krektak..
Tapi sebelum keempatnya dapat menjawab tiba tiba kaca dijendela langsung pecah dengan keras.
Yang membuat Kelimanya secara refleks langsung lari keluar kelas tersebut,Dan ingin meninggalkan bangunan sekolah ini lewat pintu sebelumnya.
Mereka berlima sangat terkejut dan merasa ini sudah sangat tidak masuk akal untuk berada di gedung sekolah ini.
Tapi dikarenakan sesuatu yang berdiri didepan pintu tersebut, Mereka langsung berhenti dan memutar balik tujuan mereka dan langsung naik kelantai 2 gedung sekolah.
"Huh ... Huh ... Apa itu? ... Bukan aku saja yang melihatnya bukan?." Tanya Eunji sambil ngos-ngosan setelah Berlari menaiki tangga hingga lantai 2.
"Ya aku juga melihatnya,Itu seorang wanita berdiri didepan pintu keluar." Ucap Ken dengan membayangkan wanita yang sebelumnya dia lihat Menggunakan pakaian putih.
"Bagaimana sekarang?, Kita tidak memiliki jalan keluar selain melewati pintu Sebelumnya." Memandangi Sekelilingnya Liuzen bertanya bagaimana cara mereka akan keluar dari sekolah ini.
Sekarang mereka berlima sedang berada dilantai 2, Dan kemungkinan wanita yang mereka lihat sebelumnya akan muncul lagi disini.
"Kita hanya bisa mencari berkeliling dan mencari celah yang dapat kita lewati." Riandi berkata kepada yang lainnya untuk mengikuti dirinya berkeliling lantai 2 untuk mencari jalan.
"Baiklah,Mari cepat Mencari jalan keluar, Sebelum sosok tersebut muncul lagi." Ucap Hiro dengan terburu-buru dia sudah sangat ketakutan.
Mereka berlima saling membantu dan Memandangi sekeliling mereka untuk mengamati apakah sosok sebelumnya datang lagi.
Mungkin karna lelah dan terkejut nafas mereka berlima sudah tidak beraturan.
"Disini tidak ada hal yang penting,Kita hanya bisa melihat kelantai tiga mungkin terdapat tali yang dapat kita gunakan untuk turun." Setelah mencari disetiap Ruangan hanya terdapat beberapa kalilawar dan Tidak ada barang yang dapat mereka gunakan, Jadi Riandi menyarankan untuk melihat kelantai 3.
"Hmm, Mari kita coba kelantai tiga itu tidak ada salahnya." Eunji setuju dengan perkataan Riandi.
Tapi saat mereka akan segera pergi kelantai tiga sebuah suara langkah kaki Terdengar dari belakang mereka.
Tap ...
Tap ...
Tap ...
Kelimanya juga secara kompak Melihat kebelakang,Dimana terdapat sosok dengan rambut yang seperti wanita sedang berjalan menuju arah Kelimanya.
"Cepat ... Cepat Lari." Liuzen langsung menyuruh yang lainnya untuk lari menaiki tangga kelantai 3.
Mereka langsung berlari secara bersamaan,Tapi tidak seperti sebelumnya sosok tersebut mengikuti mereka berlima dan mempercepat langkahnya.
Kelimanya berlari sekuat tenaga hingga lantai tiga, Mereka langsung mencari sebuah Ruangan untuk bersembunyi.
"Jangan bersuara ... Kita harus bersembunyi disini terlebih dahulu." Riandi berkata dengan suara yang pelan sambil menyesuaikan nafasnya.
Riandi dan lainnya bersembunyi disebuah ruangan kosong,Dimana keempat lainnya bersembunyi dibalik meja yang rusak dan Riandi bersembunyi disamping pintu.
Tap
Tap
Suara langkah kaki terdengar dari luar,Yang Membuat kelimanya tegang dan Riandi Memberikan isyarat dengan tangannya untuk tidak bersuara sedikitpun.
Tap
Tap
Sepertinya sosok tersebut berhenti tepat didepan Ruangan dimana kelimanya sedang bersembunyi.
Riandi memberikan isyarat untuk diam dan tenang kepada yang lainnya, Karna dia merasa sosok tersebut tidak mengetahui mereka sedang berada diruangan ini,Jika mereka berhasil bersembunyi, Mereka dapat kabur kelantai satu setelah sosok tersebut pergi.
Jadi mereka berlima dengan sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Di samping Hiro,Ken yang sedang jongkok tiba tiba merubah ekspresi wajahnya seperti sedang menahan sesuatu, Yang Membuat keempatnya langsung tegang karna takut Ken akan mengeluarkan suara yang menarik perhatian sosok tersebut.
Ken sepertinya tidak dapat menahannya lagu dan meminta maaf dengan suara pelan."Maaf teman teman,Aku tidak dapat menahannya lagi."
Preeeettt...
Suara buang angin terdengar dari kesunyian,Membuat Sosok yang berada diluar secara langsung Mendengar suara tersebut.
Keempat lainnya secara bersamaan memandangi Ken dengan tatapan kesal.
"Hahaha,Maaf ... Maaf, Aku terlalu banyak makan dan membuat aku tidak dapat menahannya lagi." Ken tertawa canggung melihat teman temannya memandanginya dengan kesal.
Sosok yang berada diluar langsung membuka pintu ruangan tersebut.
Dan Riandi yang berada didekat pintu langsung ingin melancarkan pukulannya kepada sosok tersebut.
Tapi sebelum dapat memberikan pukulannya,Sosok yang mereka anggap sebagai hantu tiba tiba berbicara.
"Huh, Akhirnya aku menemukan kalian, Padahal aku hanya ingin memberitahuka kalian untuk tidak berada didalam gedung sekolah ini karna sudah sangat rapuh takutnya akan roboh secara tiba-tiba, Tapi kalian berlima terus berlari saat aku ingin berbicara." Ucap Sosok tersebut dengan suara pria paruh baya.
Riandi yang berada didekat juga langsung memerhatikan bahwa ternyata itu adalah seorang laki-laki paruh baya yang memiliki rambut panjang, Dan bukan hantu seperti yang mereka berlima pikirkan.
"Hahaha,Maaf ... Kami sangat terkejut sebelumnya jadi kami mengira paman sebagai hantu." Riandi langsung tertawa lega setelah mengetahui bahwa mereka tidak bertemu dengan seorang hantu asli.
Keempat lainnya juga langsung berdiri dan menghampiri pria tersebut dengan canggung,Dan mereka juga meminta maaf karna terus berlari darinya.
"Tak apa, Lebih baik kalian pergi ketempat camping kalian saja, Berbahaya bermain disini." Ucap pria tersebut sambil tersenyum.
"Terimakasih,Kami akan segera kembali ketempat camping kami." Mereka berlima pergi meninggalkan gedung sekolah tersebut dan kembali ketempat mereka sebelumnya camping.
"Untung saja,Aku sudah sangat ketakutan sebelumnya." Hiro menghela nafas dengan lega setelah tiba ditempat camping mereka sebelumnya.
Dan dia juga merasa berterima kasih kepada Ken,Jika bukan karenanya mungkin mereka masih menganggap mereka sedang dikejar oleh hantu.
......................