
...Chapter 55. Pria berjubah hitam...
Manusia dan Monster itu sangat berbeda meski, Kay merasakan kedamaian dan kemakmuran menjadi manusia namun, dia tetap lah monster yang mana semua manusia tidak akan segan-segan membunuh semua monster di dunia ini.
Hal itu tersadar oleh beberapa Petualang yang dengan bangga bahkan pesta saat keberhasilan mereka membasmi sarang Goblin bahkan membunuh serta menempatkan kepala raja Goblin di Guild.
Luna dan Kay yang melihat itu, mereka hanya terdiam dan meninggalkan kantor Guild.
Disaat perjalanan pulang ke penginapan, Luna terus menatap Kay yang memasang ekspresi sedih. Luna pun mengingatkan kejadian di Guild Petualang dan saat memahami itu, Luna meraih tangan kanan Kay dan memegang.
"Tenang saja, Kak Al-. Kak Kay, kakak akan bisa menyatukan monster dengan manusia. Aku yakin itu ..." ucap Luna dengan penuh senyuman.
Mendengar itu, Kay menoleh kearah Luna dan memberikan senyuman kepadanya.
"Aku mengerti. Terimakasih tapi, aku telah memutuskan untuk pergi dahulu dari kota ini untuk menempatkan beberapa sarang Goblin di sekitar pemukiman manusia dan ..." Kay meraih kedua tangan dan menghadap Luna. "Maaf, seperti nya aku tidak bisa membawa mu. Kamu tidak apa-apa kan?"
Luna pun menganggukan kepalanya. "Iya, aku baik-baik."
Lalu keesokan harinya Kay pun pergi meninggalkan kota dan memutuskan untuk kembali menjadi Goblin.
Dalam kehidupan Kay dahulu yang mana saat itu dia masih menjadi teguh. Dia tidak pernah merasa menjadi manusia, hidupnya selalu dirundung kemalangan dan hidup sendiri sebagai anak yatim piatu dari kecil.
Sosok nya yang jelek, miskin dan tidak begitu pandai membuat nya sulit untuk mendekati gadis manapun Namun, untuk beberapa bulan dia sudah bisa merasakan kehidupan sebagai manusia.
Hal itu sudah cukup untuk nya namun, Kay bukan lah manusia. Dia tetaplah Monster Goblin yang akan selalu menjadi musuh semua ras.
Memahami itu, Kay pun memutuskan untuk kembali menjadi Goblin dan menyelamatkan ras nya dari kepunahan.
Dan, satu tahun pun berlalu ...
Disebuah Goa yang kecil terlihat beberapa petualang muda yang sedang berjalan menelusuri Goa dengan rasa percaya diri ingin menaklukkan sarang Goblin.
Namun, ditengah penelurusan nya. Mereka pun terjebak dan terkepung oleh sekelompok Goblin. Petualang pria langsung dibunuh dan petualangan wanita dijadikan mainan.
Dari sekian kelompok hanya tersisa satu yaitu sosok gadis pendeta. Dia dengan berat hati dan terpaksa, dia berlari dan terus berlari untuk kabur dari kerumunan Goblin.
Dan, gadis pendeta itu pun terpojok dengan segerombolan Goblin namun, sesaat para Goblin menghampiri gadis pendeta. Ada seseorang yang membunuh semua Goblin.
Sosok itu dikenal dengan Goblin Slayer, kehadiran nya pun membuat seluruh Goblin terbantai hingga anak Goblin yang bersembunyi di balik dinding.
Dia tidak segan-segan membunuh nya.
"Mereka akan bertumbuh cepat dan membalas kan dendam," ucap alasan Goblin Slayer seusai membunuh anak Goblin.
Gadis pendeta yang mengikuti Goblin slayer, dia hanya menganggukkan kepalanya.
Namun, di sudut ruangan yang gelap ucapan Goblin Slayer itu ada yang menjawabnya.
"Begitu kah. Apakah kamu sebegitu takutnya melawan Goblin?"
Mendengar jawaban itu, Goblin slayer sontak menoleh kearah sumber suara dan mengangkat senjata nya.
Tidak hanya Goblin Slayer, gadis pendeta pun bersiaga.
"Siapa kamu?" tanya Goblin Slayer.
Lalu, sosok yang menjawab itu. Dia menghampiri Goblin Slayer dan terlihatlah sosok berjubah hitam yang mana Goblin slayer tidak bisa melihat sosok nya.
"Aku bukanlah siapa-siapa! Mungkin Goblin dewasa telah berdosa tapi tidak dengan anak-anak Goblin. Apapun ras nya? Mereka tetap lah anak-anak," jawab suara pria berjubah hitam.
"Monster tetap lah monster dan itu tidak merubah keadaan," jawab Goblin Slayer.
"Seperti nya dengan ucapan. Kamu tidak akan mengerti," jawab pria berjubah hitam.
"Iya, seperti nya begitu. Aku akan mulai!" jawab Goblin Slayer.
"Silahkan!" jawab pria berjubah.
"Accelaration."
Dengan skill itu, Goblin Slayer dengan cepat berada didepan pria jubah hitam dan melesatkan Pedang nya dengan rapalan nya.
"High Sharp."
Meski begitu, pria berjubah sontak mengeluarkan skill dengan tangan masih di bawah.
"Absolute Shield."
Tak!
Suara keras pantulan pedang pun menggema di Goa dan itu membuat Goblin Slayer terkejut.
"Apa?!"
Disaat yang bersamaan juga Pria berjubah itu menarik perisai sihirnya seperti layaknya tarikan tali busur.
"Reflection Shield."
Setelah tarikan itu dilepaskan oleh Pria berjubah. Sosok Goblin Slayer pun terpental dengan jubah yang terlepas dan berujung di dinding hingga membuat lubang besar.
"Goblin Slayer -san!" teriak gadis pendeta yang ingin membantu nya namun, tubuh nya bergetar disaat melihat sosok pria jubah hitam yang melihat nya.
"Lebih kamu diam," seru pria berjubah hitam.
Sesaat mengatakan itu, pria berjubah hitam berjalan mendekati Goblin Slayer.
"Sebelum membunuh mu, katakan kepada ku apa yang kamu ketahui tentang Pahlawan Chloe!"
"Aku tidak peduli. Cepat bunuh aku, Monster sialan!" seru Goblin Slayer.
"Dengan senang hati."
Setelah menjawab itu, tangan dan lengan pria jubah hitam berubah menjadi pedang dan memenggal kepala Goblin Slayer.
Melihat itu, gadis pendeta pun berteriak sampai terduduk. "Tidak!"
Pria jubah hitam sontak menoleh kearah gadis pendeta dan meluruskan tangan kearah nya.
"Warp."
Sesaat kemudian, muncul lumpur bayangan hitam dan menyerap gadis pendeta itu.
"Sudah selesai kah. Terlalu mudah." Lalu, sosok berjubah hitam itu memanggil sosok Goblin. "Goaju!"
Sesaat kemudian, muncul sosok Goaju.
"Iya, Yang mulia!"
"Bawa semua jasad Goblin dan manusia ke Dungeon!"
"Apakah jasad manusia bisa dijadikan makanan?" tanya Goaju.
"Lakukan sesukamu!"
"Baik!" jawab Goaju.
Setelah itu, pria berjubah hitam itu membuat Warp dan masuk kedalamnya yang mana dirinya dalam sekejap tiba di ruangan modern bergaya penthouse dan disambut oleh sosok Shiro yang berpakaian modern.
"Yang mulia, selamat datang kembali!" ucap Shiro dengan menundukkan kepalanya.
Pria berjubah hitam itu pun melepaskan tudung nya yang mana terlihat lah sosok Kay dari balik jubah hitam tersebut.
Dan, tempat dirinya berdiri bukanlah Dungeon Pocket melainkan Dungeon sungguhan yang dibangun oleh Kay saat dikurung oleh sihir tingkat bencana, Dungeon Prison oleh seorang pahlawan bernama Chole hingga membuat Kay terpisah dengan keluarga dan dunia luar sampai akhir nya, dia menemukan cara untuk keluar dari Dungeon Prison.