I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Dungeon Pocket | Chapter 29. Keluarga dan Rumahku



...Chapter 29. Keluarga dan Rumahku...


Setelah bermusyawarah dan mencapai keputusan, aku pun memutuskan untuk memindahkan semua Goblin dan membangun desa kembali di lantai tujuh Dungeon.


Dengan membuka portal Dungeon, keesokan harinya. Semua Goblin dan seluruh ras penghuni Dungeon berbondong-bondong memasuki portal yang mana semua penduduk desa terkagum-kagum melihat hutan belantara yang luas dan elok apalagi disertai dengan banyak pohon yang siap panen.


Setelah semua penduduk desa tiba di ruang utama Dungeon. Shiro pun mendatangi kelompok kami dengan wajah yang penuh senyuman.


Yang mana semua penduduk desa yang melihat Shiro sontak terpesona dengan karisma nya.


Melihat itu, aku pun menghampiri dan mengandeng nya. Lalu, aku memperkenalkan nya lagi karena sebelumnya, aku hanya memperkenalkan Shiro sebagai wanita milik ku yang mana dalam persepsi mereka mungkin, Shiro akan dianggap larva. Mengetahui hal itu, aku pun memperkenalkan nya lagi.


Disebuah padang rumput yang luas, aku mengumpulkan semua Goblin dan bergandengan dengan Shiro.


"Kalian dengarkan! mulai hari ini tanah subur ini adalah milik kita dan aku memutuskan untuk mendirikan kerajaan Monster disini!"


Mendengar itu, semua Goblin bersorak-sorai dan aku pun melanjutkan ucapan.


"Selain itu ..." Aku menoleh kearah Shiro. "Dia adalah Istriku yang berarti Ratu kalian! Maka dari itu hormati dan patuhilah segala perintah nya sama seperti kalian mematuhi ku!"


Shiro yang mendengar ucapan ku, dia sontak tersipu malu hingga wajah nya yang putih merona menjadi merah muda dengan menoleh kesamping.


"Istri? ... Aku?" gumam Shiro.


Aku yang mendengar itu sontak menoleh ke arahnya. Aku pikir karena aku telah berbicara sembarangan dan dia tidak menyukai nya.


"Kamu tidak menyukai nya?"


Shiro menggelengkan kepalanya, "Aku suka. Terimakasih. Tapi, aku ingin merayakan nya!"


"Baiklah, Ayo kita rayakan!" Lalu, aku menoleh kearah para Goblin yang masih bingung terdiam. "Apakah kalian ada yang keberatan?"


Lalu, Gotua menghampiri ku dan berlutut satu kaki. Melihat sikap Gotua, semua Goblin pun mengikuti nya.


"Hidup Yang mulia Raja! Hidup Yang mulia Ratu!" seru Gotua dan semua Goblin mengikuti nya.


Setelah itu, kami pun mengadakan ritual pernikahan dan pesta meski belum memiliki gedung namun, tidak menghalanginya kami yang mana pernikahan itu dipimpin oleh Gotua sebagai imam pernikahan nya.


Lalu, Aku dan Shiro saling bertukar senyum dan mendekatkan wajahnya kami hingga kami berciuman.


Dan, acara pesta pun dimulai yang mana aku mengakhiri nya dengan pergulatan yang hebat di rumah kami yang sebelumnya dibuat di lantai delapan.


Setelah acara itu, aku dan semua Goblin pun disibukkan dengan membangun ulang desa. Yang tentu saja, aku membangun desa dengan mengunakan Dungeon Poin.


Baik tempat tinggal ataupun fasilitas. Yang mana sebelumnya kehidupan Goblin sangat kotor dan jorok kini, kehidupan desa menjadi lebih bersih dimana aku menerapkan kehidupan bersih kepada mereka.


Selain itu, aku juga membuat beberapa armor dan senjata lalu, membuat beberapa kelompok Goblin diantara nya;


Pasukan Paladin, 200 unit.


Pasukan Knight, 300 unit.


Pasukan Spearman, 200 unit.


Pasukan Assassin, 100 Unit.


Pasukan Mage, 150 unit.


Pasukan Healer, 100 unit.


Pasukan Archer, 150 unit.


Pasukan Support, 50 unit.


Dan, Pasukan Rider, 150 unit.


Dengan ini aku memiliki 1.300 unit pasukan.



Aku harap kedepannya tidak ada yang bisa mengusik keluarga ku di dunia ini.


...____...