I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Traveler Goblin | Chapter 33. Tiba di Ibukota Ashford



...Chapter 33. Tiba di Ibukota Ashford....


Bertemu dengan wanita cantik adalah hal biasa di anime. Namun, berbeda rasa jika itu bertemu sendiri dan itulah yang dirasakan ku saat ini.


Sosok keluarga kerajaan memang berbeda dari gadis manusia yang selama ini bertemu dengan ku.


Inilah yang disebut perbedaan kasta yang mana penampilan sosok orang kaya akan berbeda dari orang biasa dan ini sama seperti di Bumi.


Ditengah perjalanan, aku mendengar laporan dari Administrator.


Ding!


[Lapor. Master, 20 Goblin telah berhasil dijinakkan.]


Memahami itu, aku pun tersenyum sendiri dan aku pun terpikir sesuatu.


Apakah aku harus menjinakkan seluruh Goblin Horde taring putih? Agar mereka tidak menyerang manusia dan mati terbunuh oleh manusia atau pun monster.


Sekitar tiga jam berjalan dengan kereta kuda, akhirnya kereta tiba di kota Ashford. Para Prajurit yang menjaga gerbang kota memberikan hormat dan langsung mengizinkan kereta mereka masuk tanpa ada pertanyaan.


Setibanya didalam, aku terkagum-kagum sendiri melihat kota abad pertengahan yang memiliki penduduk dengan berbagai ras namun, tidak ada satu Goblin pun disana.


Itu adalah wajar karena di dunia ini Goblin masih dianggap ancaman. Memahami itu, aku pun menghela nafas panjang.


Beberapa saat kemudian, kereta pun berhenti di salah satu penginapan yang ada di pusat kota.


"Albert, maaf ya. Aku hanya bisa mengantarkan kamu sampai disini saja," ucap Lumina.


Aku pun mengangguk kepala, "Tidak masalah. Sampai ke kota ini saja, aku sudah sangat berterima kasih.


"Oiya, aku lupa sesuatu." Lumina pun mengambil kantong kulit dan tanda pengenal berbahan perak. Lalu, diberikan kepada ku. "Ini bayaran dari ku. Terimakasih atas bantuannya."


Melihat itu, aku pikir tanda pengenal saja sudah lebih dari cukup.


"Lumina, kamu tidak harus membayar ku dan aku akan mengambil tanda pengenal nya saja. Tapi, sebagai pengganti nya. Izinkan aku untuk berteman dengan mu!"


Permintaan itu sangat lah lebih penting. Teman menjadi kekasih dan Kekasih menjadi istri. Itulah tujuan ku.


"Aku sangat senang mendengar nya. Aku juga ingin berteman baik dengan Albert," ucap Lumina dengan senyuman lebar.


Aku dan Lumina pun saling bertukar senyum.


"Terimakasih, Lumina."


Setelah itu, aku pun turun dari kereta dan Lumina membuka jendela nya dan melambaikan tangan nya.


"Sampai bertemu kembali, Albert!" ucap Lumina.


Seusai berpamitan, kereta Lumina melanjutkan laju kereta nya.


Setelah itu, Lethicia meminta sesuatu.


"Tuan izinkan kami juga untuk berpisah dan setelah bertemu dengan ayah kami! Kami akan melaporkan nya kepada anda."


"Iya, aku harap ayah kalian mau bekerja sama jika tidak, maka aku akan membunuh nya karena aku tidak ingin kehilangan kalian."


Lethicia dan kedua saudara nya sontak tersipu malu dengan wajah yang memerah.


"Tuan ..." gumam Lethicia.


"Tuan, apapun keputusan ayah. Aku akan tetap bersama dengan anda," sambung Lilia.


"Baiklah, aku izinkan!"


Lilia bersaudara pun sontak serempak membungkukkan badannya. "Terimakasih, Yang Mulia!"


"Pergilah sebelum aku berubah pikiran!"


Sesaat kemudian, Lethicia dan kedua saudara mengembalikan posisi badan nya dan meninggalkan ku.


Meski, aku mengizinkan nya namun, aku tidak mempercayai nya. Maka dari itu, aku pun mengutusnya seseorang.


"Tiga Assassin Goblin terbaik, keluar lah!"


Sesaat kemudian, muncul asap hitam di dekatku dan muncul sosok tiga Assassin Goblin yang sedang berlutut didekat ku.


"Apa perintah anda, Yang mulia?" tanya salah satu Assassin Goblin.


"Ikuti dan terus awasi Lethicia, Lilia dan Fira!"


"Seperti yang anda minta!" jawab serentak para Assassin Goblin.


Seusai berkata seperti itu, mereka pun menghilang.


Disaat semua permasalahan selesai, aku pun merenggangkan tangan keatas.


"Sekarang waktu nya bersantai."


Disaat itu juga secara tidak sengaja aku mendengar keributan di gang belakang dekat gedung yang ada dihadapan ku.


"Haruskah aku memeriksa nya dan mungkin saja bisa menjadi pahlawan seperti di anime?" ucap ku yang diakhiri dengan tawa kecil.


Setelah berpikiran seperti itu, aku pun memutuskan untuk memeriksa nya.