
...Chapter 51. Rentenir part I...
Sepulang dari makan bersama, Kay dan Luna melewati salah satu rumah yang ada di gang kecil yang mana terlihat rumah itu didatangi oleh beberapa Petualang yang sedang bertugas menagih hutang kepada seorang wanita pendeta dengan beberapa anak-anak dibelakangnya.
Kejadian itu pun dilihat oleh beberapa orang namun, tidak ada yang berani menegurnya. Sebenarnya Kay malas untuk berhenti dan ikut campur tapi, langkah Luna terhenti dan menyaksikan kejadian tersebut.
"Cepat bayar hutang kalian! Jika, kalian tidak bisa membayar nya serahkan anak-anak itu kepada kami agar kami bisa menjualnya menjadi budak untuk membayar bunga hutang kalian!" seru salah satu petualang.
Mendengar itu, anak-anak yang berada di belakang wanita pendeta menjadi ketakutan meski begitu, wanita pendeta itu pun membela nya.
"Saya tidak akan berbuat sekeji itu! Berikan kami waktu beberapa hari lagi!" pinta wanita pendeta.
"Kami tidak percaya kepada mu lagi. Kalian tangkap semua anak-anak itu!" seru petualang yang terlihat seperti pemimpin diantara petualang yang lain.
"Baik," jawab beberapa petualang pengikut.
Lalu, petualang yang lainnya melangkah maju dan ingin menangkap anak-anak.
Wanita pendeta pun sontak membalikan badannya dan memeluk mereka seraya berseru, "Jangan!"
Para petualang jahat pun tidak mempedulikan dan terus melangkah.
Lalu, tidak lama kemudian seorang pemuda dari sisi samping Kay dan Luna berlari seraya mengayunkan pedangnya. "Jangan sentuh kakak ku! ... Hiyaa!"
Kay yang melihat pemuda itu dia pun memberikan komentar nya. "Lambat dan lemah."
Tepat seperti dugaan Kay, serangan pedang pemuda itu dengan mudah dihalau dan diserang balik hingga pemuda itu terpental dan terjatuh.
"Dasar pecundang! Apa kamu mencari mati?!" ucap salah satu petualang jahat.
Seusai itu, para petualang jahat teralih pada pemuda yang menyerang mereka. Lalu, mereka pun menendang pemuda tersebut.
Meski, Pemuda itu sudah babak belur. Namun, dia masih mengumpulkan kekuatan nya dan berusaha untuk bangun dengan bantuan pedang nya. "Aku tidak membiarkan kalian!"
Wanita pendeta itu pun menitihkan air mata seraya menutup mulut nya. "Arya ..."
Anak-anak yang berada di belakang wanita pendeta juga ikut menangis.
"Kak Arya!" ucap beberapa anak yang melihat perjuangan pemuda.
"Aku tidak akan kalah!"
Disisi lain, para petualang jahat merasa kesal.
"Dasar anak keras kepala! Saya akan tunjukkan akibat sikap sok pahlawan mu," ucap salah satu petualang jahat lalu, dia pun mengayunkan pedangnya ke pedang milik pemuda hingga membuat pemuda jatuh kembali setelah itu, dia pun ingin menusuk nya. "Mati saja kau!"
"Arya!" teriak khawatir wanita pendeta.
"Hiya!" teriak petualang.
Sang pemuda pun menutup dan memasrahkan dirinya. Namun, saat ujung pedang sudah berada di dekat tubuh pemuda. Tiba-tiba ada perisai sihir yang menangkisnya hingga pedang yang diayunkan oleh petualang jahat patah dan membuat nya terkejut.
"Ulah siapa itu?!" seru kesal petualang yang lain melihat kearah kerumunan yang diikuti oleh para petualang jahat lainya.
Yang mana para petualang jahat sontak melihat Kay yang sedang meluruskan tangan nya.
"Kalian sungguh kekanak-kanakan dan kalian telah menganggu makan siang kami."
"Siapa kamu?!" seru kesal petualang jahat.
"Aku Albert, seorang pedagang. Aishh ... jika Luna tidak meminta nya. Aku juga malas berurusan dengan kalian."
...____...
Hei, guys. Terimakasih kepada teman-teman semua yang masih membaca novel ku ini yang meski mungkin ada beberapa dari kalian yang kecewa karena perubahan alur nya dan Aku meminta maaf akan hal itu. Hehehe ...
Pada kesempatan ini, aku ingin mencoba menulis novel yang santai dan terfokus hanya kehidupan sehari-hari, sekolah tanpa ada nya pertarungan.
Novel itu berjudul;
System Of Romance.
Jika, kalian berkenan mampir nya dan mohon dukungan dalam event super System.
Terimakasih... See ya.