I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Conqueror Dungeon | Chapter 20. Memakan Inti Dungeon



...Chapter 20. Memakan Inti Dungeon....


Aku Kay, seorang Raja Goblin. Dahulu, aku manusia biasa bernama Teguh. Seorang budak Korporat yang meninggal dunia karena kelelahan bekerja.


Dan, siapa sangka bahkan aku seorang Goblin yang buruk rupa akan berhadapan dan berteman dengan sosok naga yang sangat besar dan terlihat kuat.


" ... Yasudah jika begitu, ayo Shiro kita keluar dari sini!"


"Sebelum itu ... aku ingin meminta bantuan lagi!" pinta Shiro.


"Meminta tolong apa?"


"Bantu keluarkan ku dari Dungeon ini! Aku tidak bisa keluar," ucap Shiro.


"Eh?!"


Mendengar ucapan White tentu membuat ku terkejut dan Shiro melihat kaget ku, dia pikir aku tidak mau melakukan nya.


"Tidak mau kah?" ucap Shiro.


Aku pun memberikan respon dengan menggeleng kepala.


"Bukan itu maksud ku. Hanya saja, bagaimana cara melakukan nya?"


"Ikutlah dengan ku!" seru Shiro seraya berbalik badan dan aku pun mengikuti nya dari belakang.


Lalu, Aku dan Shiro pergi bersama ke sebuah tempat rahasia di sebuah ruangan yang mana setibanya disana aku dan Shiro dihadapkan dengan kristal merah raksasa yang melayang namun, kondisi nya sudah retak dan setengah hancur.


Aku yang melihat itu sontak penasaran, "Kristal apa ini?"


"Ini Reaktor Sihir atau lebih dikenal dengan inti Dungeon. Namun, kondisinya sudah rusak parah. Maka dari itu, aku sudah tidak bisa mengatur Dungeon ini lagi," penjelasan Shiro.


Mendengar penjelasan dari Shiro, aku pun mengerti apa yang harus kulakukan.


"Jadi, apakah aku harus memperbaiki kristal ini?


Mendengar ucapan ku, Shiro menggelengkan kepalanya. "Bukan. Tapi, aku ingin kamu menyantapnya inti dengan ini!"


Ucapan Shiro itu pun ada keraguan di pemikiran ku, "Eh? ... Tapi, apakah bisa?"


"Kenapa kamu tidak mencoba nya sendiri?" jawab santai Shiro.


Mendengar ucapan Shiro yang cukup menyakinkan dan santai. Aku pun memutuskan untuk menurutinya.


"Baiklah, aku akan mencobanya. Tapi, aku tidak bisa janji berhasil tidak nya."


Lalu, aku pun mengunakan unique Skill ku.


"Gluttony."


Sesaat aku mengigit inti Dungeon tiba-tiba mulutku bekerja seperti vakum masuk kedalam mulutku dan inti Dungeon itu pun semakin mengecil hingga akhirnya hilang sama sekali.


"Aku tidak salah. Kamu memang luar biasa, Kay!" ucap Shiro.


Aku pun mengabaikan ucapan itu dan fokus untuk memakan habis Inti Dungeon. Tidak lama kemudian, inti Dungeon sudah habis seutuhnya yang mana disaat itu juga pemberitahuan sistem datang.


Ding!


[Anda telah mendapatkan Unique Skill Dungeon Create.]


Ding!


[Anda telah mendapatkan Ektra Skill - Mana Manipulation.]


Ding!


[Anda telah berhasil mendapatkan gelar Demon Lord.]


Melihat pesan itu, aku pun tersenyum senang.


Demon Lord, itu gelar yang sangat menjanjikan.


Sesaat kemudian terjadi guncangan gempa besar didalam Dungeon.


"Shiro, apa yang sedang terjadi?"


"Seperti nya Dungeon akan runtuh," ucap Shiro seraya melihat sekitar. Lalu, dia melihat ku. "Kay, naik lah ke punggungku. Kita keluar dari sini!"


Aku pun menjawab dengan anggukan kepala dan melompat ke punggung Shiro.


Setelah itu, Shiro mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas. Dia pun terbang dengan kecepatan tinggi hingga membuat angin yang tertiup kearah ku sangat tinggi juga aku berpegangan erat.


Selain harus berlawanan dengan angin, Shiro dan Aku harus menghindari bebatuan yang jatuh kearah kami dan beberapa saat kemudian, kami pun sampai di luar yang mana kami langsung disambut oleh sinar matahari yang terik dengan angin yang hangat.


"Wuahhh .... jadi, ini kah dunia luar! Sudah 200 tahun, aku tidak melihat nya lagi," ucap senang Shiro.


Saat mendengar itu, aku pun memberikan senyuman kecil.


Dan, itulah awal dari pertemuan ku dengan Shiro.