I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Human Arrival | Chapter 22. Lethicia, Lilia dan perubahan Goda.



...Chapter 22. Lethicia, Lilia dan perubahan Goda....


Penyusup berhasil di lumpuh kan dengan membunuh empat pria manusia dan mengurung dua wanita manusia.


Sebagai rasa hormat bertarung dengan musuh, aku pun memakan jasad Fen dan mendapatkan beberapa pemberitahuan.


Ding!


[Anda telah mendapatkan Skill Sword Mastery tingkat menengah.]


Ding!


[Anda telah mendapatkan Extra Skill Absolute Shield.]


Dalam keterangan nya, skill itu gabungan dari beberapa skill pertahanan yang kudapatkan.


Chaos Eater memang luar biasa. Lalu, pesan yang lain datang.


Ding!


[Level anda telah meningkat ke level 82.]


Seusai puas menyantap jasad Fen, aku pun memutuskan untuk menemui kedua wanita yang ku ampuni bersama Goaju dan Gosa.


Meski dikatakan penjara. Namun, sebenarnya mereka ku kurung di rumah yang telah di desain sebagai Penjara.


Setibanya, aku disana. wanita jubah putih dan wanita ahli pedang bangkit berdiri lalu, menghadap ku dengan menundukkan kepala terlihat dari ekspresi mereka takut kepada ku.


"Kamu, wanita berjubah putih! Siapa nama mu?"


Saat aku mengatakan itu, wanita berjubah putih mengangkat kepalanya dan memperkenalkan dirinya.


"Aku Lethicia Vin Zen. Seorang pendeta di Ibukota Ashford, kerajaan Nord," ucap Lethicia seraya memegang dada dan menundukkan kepalanya.


Lethicia seorang wanita yang tidak begitu tinggi, dia memiliki rambut pirang yang sangat panjang dan memiliki mata biru. Jika aku Lolicon mungkin, aku akan jatuh hati kepada nya.



"Lalu, siapa dia?"


Wanita ahli pedang itu tidak mau menjawab pertanyaan ku dan memilih untuk diam. Namun, Lethicia mewakili nya untuk bicara.


"Dia Kakak ku, Lilia Vin Zen. Dia adalah ahli pedang dan prajurit dari kerajaan Nord."


Sosok Lilia berbeda dari adiknya. Dia memiliki tubuh yang tinggi, berambut putih panjang dan memiliki dada nya besar.



"Aku Kay, Raja dari Desa Goblin ini. Lalu, apa yang ingin kamu bicarakan Lethicia?"


"Kami sebenarnya ke hutan ini untuk mencari adik kami, Fira Vin Zen. Namun, kami tersesat dan terjebak di desa anda. Saya sungguh minta maaf," ucap Lethicia.


"Begitu. Baiklah, Aku akan membantu kalian jika kalian berkenan menjadi budak ku!"


Lilia yang mendengar itu sontak kesal, "Apa budak?! Jangan bercanda!"


Aku tidak menanggapi nya dan hanya memberikan ketus kepadanya.


"Baiklah, jika begitu. Beristirahat lah disini! Nikmati jeroan Orc disini!" ucap ku dengan senyuman lebar.


Lilia memasang wajah kesal sedangkan Lethicia hanya terdiam dan menghela nafas panjang.


Setelah itu, aku pun meninggalkan ruangan dan menikmati makan malam bersama para Goblin lainnya.


"Laluna, mengapa kamu melakukan itu? ... Aku jatuh kedalam kegelapan karena mu dan masih saja ibu dan ayah menyayangi mu."


Sesaat kemudian, suara itu pun terhenti dan aku terbangun dari tidur lalu, melihat sekitar ku yang mana tidak ada satu Goblin pun di sekitar ku.


"Suara siapa itu?!"


Saat aku berucap itu, Goaju datang memasuki kamar ku.


"Raja, ada apa?" tanya Goaju.


"Apa ada seorang wanita ke kamar ku atau sekitar ruangan ini?"


Goaju menggelengkan kepalanya, "Maaf, Raja. Tapi, tidak ada satu pun wanita yang ada didekat ruangan anda, Raja.


"Begitu, Terimakasih, Goaju! Sekarang pergi dan lanjutkan tugas mu!"


"Baik, Raja!" jawab Goaju. Lalu, dia berbalik badan dan pergi dari kamar ku.


Setelah itu, aku pun memutuskan untuk tidak memperpanjang suara itu dan melanjutkan istirahat.


...◆ ◇◇...


Keesokan harinya, aku mendapatkan kabar baik dari para Orc pemburu yang mana mereka telah berhasil memburu 10 rusa tombak.


Yang mana rusa ini sangatlah sulit dihadapi lantaran tanduk besar yang tajam pada ujung nya dengan bulu yang keras. Meski begitu, Goda dan tim nya berhasil memangsa mereka.


Selain itu, aku dikejutkan dengan sosok Goda yang berubah dari yang sebelumnya terlihat monster besar kini dia berubah menjadi sosok manusia besar dan berotot dengan kulit merah dan rambut hitam.



"Goda, Aku suka dengan perubahan fisik mu."


Mendengar pujian dari ku, Goda sontak berlutut satu kaki kehadapan ku.


"Terimakasih, Yang Mulia! Ini Berkat karunia anda," jawab Goda.


"Baiklah, karena kita mendapatkan daging yang lezat. Mari kita nyalakan api unggun dan pesta memakan daging rusa!"


"Ooooo ...." seru semangat para Goblin.


Dan, kami pun merayakan pesta dimalam harinya.


Beberapa saat kemudian, sosok wanita cantik berambut putih panjang datang ke desa dan dia memiliki aura yang cukup menakutkan.



Hingga aku dan lainnya sontak memasang posisi siaga dan siap bertarung.


"Kay, kenapa kamu tidak mengajak ku makan bersama? Aku lapar," ucap wanita cantik.


Saat wanita cantik itu berbicara, aku pun tersadar bahwasanya dia adalah Shiro.


"Shiro?"


"Aishh ... memang siapa lagi?" jawab Shiro yang sontak mengambil kursi dan daging rusa. "Wuahh ... daging ini lezat sekali!"


Melihat Shiro menyantap makanan dengan lahapnya. Aku pun tenang dan duduk kembali.


Pada hari itu, di desa Goblin terjadi banyak kejadian dan penghuni baru.


...◆◆ ◇...