I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Traveler Goblin | Chapter 41. Keluarga Lumina



...Chapter 41. Keluarga Lumina....


Aku Kay, seorang Goblin yang baik hati yang mana saat ini aku sedang menyamar menjadi manusia bernama Albert Halley.


Yan mana saat ini, aku sedang mengunjungi Rumah yang berlantai empat dengan gaya klasik Eropa abad pertengahan serta memiliki halaman yang sangat luas.


Setibanya didalam, Lumina pun berseru kencang. Sedangkan, aku masih terkagum-kagum melihat rumah yang sangat luas.


"Ayahanda, aku pulang dan mengajak Albert!"


Tidak lama kemudian, datang pria berbadan tinggi besar dengan rambut pirang menghampiri kami dan aku mengambil kesimpulan bahwa dia adalah ayah dari Luna.


"Oh, Lumina kamu sudah pulang," sapa ayah nya Lumina.


"Ayah dia Albert Halley. Pedagang dan petualangan yang telah menyelamatkan ku," ucap Lumina seraya memperkenalkan ku.


Mendengar itu, ayahnya Lumina dengan wajah gembira menghampiri ku dan memegang kedua tangan ku.


"Jadi, kamu kah pedagang yang telah menyelamatkan putriku?" Lalu, dia pun berlutut satu kaki dihadapan ku. "Aku sangat berterimakasih kepada mu."


Jika itu anak buah ku atau makhluk Rendahan, aku pun membiarkan mereka untuk berlutut namun, ayahnya Lumina terlihat sosok manusia bermartabat dan baik. Maka dari itu, aku pun merasa sungkan.


"Pak, tolong berdiri dan angkat kepala anda! Aku hanya melakukan apa yang seharusnya ku lakukan!"


Ayahnya Lumina pun tersenyum dan bangkit berdiri. "Kau memang sosok yang rendah hati. Izin kan aku memperkenalkan diri! Aku Urnes De Nord. Hahahaha ..."


"Aku Albert Halley. Salam kenal!"


Setelah itu, aku berbincang dengan Urnes di meja yang sama.


"Jadi, kamu ke Ibukota untuk menjadi petualang dan Pedagang. Kalau kamu tidak memiliki keinginan seperti itu. Lumina mungkin akan tertangkap atau terbunuh dan aku sangat berterimakasih," ucap Urnes.


"Aku juga bersyukur bisa menyelematkan Lumina."


Tidak lama kemudian, Lumina datang dengan mengunakan gaun yang berbeda.


"Ayah, Albert! Maaf, aku sedikit lama," sapa Lumina.


"Apakah kamu sudah bertemu Ellie?" tanya Urnes.


"Tentu saja, ayah. Aku tidak ingin membuat nya khawatir juga aku tidak ingin mengatakan apapun tentang penyerangan Goblin," ucap Lumina seraya ikut duduk bergabung dengan ku dan Urnes.


"Maaf, Ellie itu siapa?"


"Oh, dia itu istriku. Maaf, mau tidak bisa melihat dia walaupun sudah menyelamatkan putri kami lantaran istriku buta," jawab Urnes


"Begitu, jadi dia sedang sakit."


Saat membahas itu, Lumina pun menundukkan kepalanya dengan memasang wajah yang sedih.


"Ya, sekitar tiga tahun yang lalu. Ellie terluka oleh serangan bandit. Meski berhasil menyembuhkan semua lukanya namun kehilangan penglihatan nya," ucap Urnes yang diakhiri dengan ekspresi sedih.


"Jika saja kakek buyut masih hidup. Mungkin beliau bisa menyembuhkan luka ibu dengan mudah," ucap Lumina.


"Kakek seorang penyihir yang mampu mengunakan semua sihir unik. Ada salah satu sihir unik nya mampu menghilangkan efek buruk dari tubuh seseorang. Tujuan perjalanan Lumina adalah untuk membuka rahasia sihir kakek buyutnya dengan harapan suatu saat nanti ada seseorang yang memiliki kemampuan yang sama seperti kakek," sambung Urnes.


Mendengar itu, aku menduga mereka adalah keturunan dari pahlawan 100 tahun yang lalu, Touya Mochizuki.


Melihat ekspresi kesedihan Lumina, Urnes pun menghibur nya.


"Lumina, sihir unik itu tidak tetap dan itu sihir pribadi. Jadi, sangat sulit untuk mencari orang lain yang bisa mengunakan nya."


Mendengar itu, aku pun terpikir sesuatu. Bahwasanya aku bisa mengunakan beberapa sihir unik. Namun, apakah aku bisa juga menyembuhkan luka ibunya Lumina?


Dari pada dipikir lebih baik mencobanya.


"Tuan Urnes dan Lumina, bagaimana kalau aku mencoba nya? Aku bisa beberapa sihir unik. Mungkin juga bisa menyembuhkan Nyonya Ellie."


Mendengar itu, Urnes dan Lumina merubah ekspresi nya menjadi senyuman lebar.


"Benarkah. Jika begitu, aku mohon bantuannya!" ucap Urnes seraya menundukkan kepalanya.


Lumina yang melihat itu, dia pun juga ikut menundukkan kepala.


Setelah itu, aku pun diantarkan oleh Lumina dan Urnes pergi ke kamar Ellie. Lalu, Urnes menjelaskan tentang Aku yang ingin menyembuhkan nya.


"Tuan Albert, mohon bantuannya!" ucap Ellie yang bersiap untuk disembuhkan.


"Baiklah, aku akan mencobanya!"


Urnes dan Lumina menganggukkan kepalanya. Lalu, aku pun menempatkan telapak tangan di dekat kedua mata nya Ellie dan berdiri disampingnya.


"Recovery."


Sesaat kemudian, di telapak tangan muncul lingkaran sihir dilengkapi dengan cahaya pelangi.


Setelah cahaya memudar, aku melepaskan tangan ku. Disaat yang bersamaan pemberitahuan sistem datang.


Ding!


[Anda telah berhasil mendapatkan Extra Skill Recovery.]


Aku yang melihat itu hanya tersenyum kecil dan kembali melihat keadaan ibunya Ellie yang mana dia membuka matanya.


"Bagaimana keadaan anda?"


Ellie pun sontak menoleh kesamping yang mana Urnes dan Lumina berdiri disana.


"Aku bisa melihat. Aku bisa melihat!" ucap senang Ellie. Lalu, dia beranjak dari kasur dan bangkit berdiri setelah itu, Ellie memeluk Lumina dan Urnes. "Sayang! Lumi!" seru senang Ellie.


"Ibu!"


"Ellie!"


Dengan air mata dan senyuman kebahagiaan mereka saling berpelukan. Melihat itu, aku pun bernafas lega dan terharu melihat adegan yang ada dihadapan ku.


Setelah itu, aku pun diberikan hadiah oleh Urnes sebagai penyelamat putrinya dan menyembuhkan Istrinya.


Meski menjadi monster yang buruk rupa namun, aku masih bisa saling tolong menolong.


Aku bersyukur akan hal tersebut.


Inilah kelemahan dan kelebihan manusia sekalipun aku menjadi monster namun, rasa kemanusiaan dan hati nurani ku tidak hilang.