
...Arc III. Human Arrival....
...Chapter 21. Kedatangan Manusia....
Saat ini, aku sedang menunggangi naga besar berwarna putih yang mana ditengah udara. Aku melihat banyak Goblin yang terkapar di tanah.
"Shiro, seperti nya telah terjadi sesuatu. Aku akan turun disini!"
"Aku melihat nya. Apakah butuh bantuan?" tanya Shiro.
"Tidak perlu. Aku bisa mengatasi nya sendiri."
Lalu, aku pun beranjak diri dan terjun dari punggung White.
"Berhati-hatilah lah!" seru Shiro.
Disaat jarak tanah sudah dekat, aku mengunakan Manuver Dimensi untuk turun dengan aman dan disaat itu juga, Kuro datang menghampiri ku.
"Raja, akhirnya anda kembali!" ucap Kuro.
"Apa yang sedang terjadi?"
"Beberapa manusia telah menyerang para Goblin dan mungkin saat ini mereka sudah tiba di desa," jawab Kuro.
Mendengar itu, aku sontak terkejut senang. "Akhirnya, mereka datang juga!"
Aku yang mendengar itu sontak senang bagai mana tidak ini merupakan hal pertama ada nya penyusup dan menyerang desa.
Aku harap mereka manusia yang kuat.
"Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?" tanya Kuro yang melepaskan lamunan ku.
"Kita periksa dahulu keadaan mereka!"
Lalu, aku memeriksa mereka dan beruntung ada beberapa dari mereka yang selamat namun, tidak sedikit juga mereka yang mati.
Setelah itu, aku pun mengunakan skill [Heal] dan menyembuhkan semua luka para Goblin yang terluka. Beruntung dari beberapa Goblin yang terkapar di tanah masih bisa terselamatkan
Sesaat para Goblin sembuh dan tersadar, mereka sontak bangkit berdiri dan berlutut satu kaki.
"Kalian berjaga disini dan tetap siaga! Ingat! Saling menjaga! Dan, saling melindungi!"
"Baik, Yang mulia!" jawab serentak para Goblin.
Seusai itu, aku melanjutkan perjalanan menuju desa. Setibanya disana, aku melihat ada enam manusia yang sedang bertarung dengan pasukan Elite Goblin.
Keenam manusia itu terdiri dari empat pria dan dua wanita dari kemampuan nya seperti mereka ahli dalam mengunakan senjata.
Lalu, aku pun tiba di desa dan beberapa Goblin yang ada di dekat ku memberikan hormat namun, aku memberikan kode untuk mereka diam lantaran aku ingin menganalisa keenam manusia ini.
Sebenarnya tujuan mereka apa? Jika didalam novel atau game, mereka pasti pahlawan, pemburu atau petualang yang ingin menaklukkan desa ini dan menyelamatkan para manusia yang di perbudak disini didasari oleh misi yang mereka terima dari kelompoknya.
Yang jelas, apapun alasannya mereka pasti menganggap kami musuh alami mereka.
Sambil menganalisa, aku juga ingin melihat perkembangan para pemimpin Goblin salah satu nya Gosa yang mana Gosa mampu melawan petualang yang mengunakan tombak secara lihai meski begitu Gosa juga mampu mengimbangi nya. Begitu pun Goda dan Gota dengan tubuh nya yang besar serta kemampuan nya yang seperti Orc mampu melawan beberapa petualang yang mengunakan kapak.
Beberapa lama kemudian, Gotua dan Goaju menghampiri ku.
"Raja, apa perintah anda?" tanya Gotua seraya menundukkan kepalanya.
"Gotua, apakah pernah ada manusia yang mendatangi desa sebelumnya?"
"Ada. Beberapa kali dalam setahun ini dan mereka mengatakan bahwa mereka tersesat dan memilih untuk melarikan diri dari pada harus menghadapi puluhan Goblin," jawab Gotua.
"Jika mereka tidak melarikan diri maka tujuan nya memang menaklukkan desa Goblin ini."
Mungkin lebih baik, aku bertanya langsung kepada mereka. Saat memperhatikan nya, wanita yang mengenakan tongkat dan berjubah putih berteriak memanggil seseorang.
"Fira, dimana kamu?" seru wanita berjubah putih.
"Sial, pasti kalian yang menculiknya!" sambung wanita yang mengunakan pedang dan dia sedang bertarung dengan Gosa.
Mendengar itu, aku memahami bahwa tujuan mereka ialah mencari seseorang. Jika mereka sudah menemukan orang itu, maka mereka pasti akan pergi dari desa ini.
Haruskah aku membantu nya atau kah membunuh nya? Sisi mana yang lebih menguntungkan.
Apapun itu lebih baik aku bertanya dahulu.
Lalu, aku pun memutuskan untuk melangkah dan menghentikan pertarungan.
"Gosa, Goda, Gota. Berhenti!"
Saat aku berseru, mereka pun sontak menghentikan serangan, menghadap ku dan memberikan salam dengan menundukkan kepala.
"Iya, Yang Mulia!" ucap Gosa dan lain nya.
Tidak hanya Gosa, Goda dan Gota namun, semua Goblin ikut menundukkan kepalanya. Hal itu membuat keenam manusia menurunkan senjata nya dan menghadap ku.
"Manusia, apa urusan mu di desa ini? Apakah ingin menaklukkan desa ini dan mendapatkan hadiah kepala kami?!" ucap ku dengan mengunakan skill [Intimidasi].
Ucapan ku itu membuat para petualang terbujur kaku terkecuali wanita yang mengenakan jubah putih dan pemegang pedang.
"Kenapa ada raja Goblin disini?" ucap wanita yang memegang pedang.
Keempat pria yang mendengar itu sontak mundur satu langkah. Mereka ingin kabur namun, kaki nya tidak bisa digerakkan apalagi di belakang mereka ada Goda dan Gota yang menghadang.
Disaat tahu aku bisa berbicara dengan bahasa manusia, wanita berjubah putih mencoba berbicara dengan ku untuk bernegosiasi.
Kemampuan bahasa manusia itu pun aku dapatkan dari jasad manusia yang pernah ku makan. Manusia itu memiliki kemampuan;
Extra Skill Universal Language.
"Bisakah, aku berbicara dengan mu untuk bernegosiasi?" tanya wanita berjubah putih.
Saat wanita berjubah putih berbicara seperti itu, wanita yang memegang pedang sontak menarik tangan wanita berjubah putih.
"Nona Lethicia, apakah kamu sudah gila bernegosiasi dengan monster?" ucap pria pemegang pedang.
"Fen, aku serahkan dia kepadamu!" seru wanita yang memegang pedang.
"Baik, Nona Lilia," jawab pria bernama Fen.
Meski terlihat takut kepada ku. Namun, demi kepatuhan nya terhadap wanita yang bernama Lilia itu. Dia memberanikan diri menghadapi ku.
Lalu, pria yang bernama Fen itu maju dan mengangkat pedang seraya merapalkan skill nya.
"Enchant Armor ... High Speed ... Berserk ... Shield Magic ..."
Disaat pria Fen terus merapal skill buff nya, aku mengunakan [Demon Eyes] untuk melihat kemampuan nya.
Fen.
Level 45.
Ras: Manusia.
Pekerjaan: Petualang.
Skill: ...
Melihat itu, aku pun tersenyum. "Jadi begitu, kalian ingin menguji kekuatan dengan ku! Baiklah, aku terima! Tapi, jika kamu kalah maka aku akan memakan jasad mu!" ucap ku seraya mengambil pedang di pinggang.
Pria yang bernama Fen ketakutan dengan ucapan ku namun, dia sudah melangkah dan menguatkan tekad nya.
"Monster jelek! aku tidak akan kalah dari mu!" ucap percaya diri Fen sehingga wanita yang bernama Lilia tersenyum senang. Sedangkan, wanita bernama Lethicia memasang wajah takut dan khawatir.
Tidak lama kemudian, pria bernama Fen memulai serangan nya. Dia berlari kearah ku dengan ayunan pedang.
Namun, serangan nya dengan mudah ku tahan. Fen yang melihat itu, dia sontak melompat mundur dan melanjutkan serangan nya dengan skill pedang.
"Sword Skill. Blade Slash."
Sesaat kemudian, sabetan udara melesat kearah ku yang mana serangan itu mirip dengan Wind Blade.
Menyadari itu, aku juga melesatkan skill yang sejenis.
"Wind Blade."
Sabetan udara ku juga melesat kearah sabetan udara milik Fen sehingga diantara kami kedua sabetan udara dari berbenturan dan menimbulkan angin yang kencang.
Aku melihat Fen terganggu dengan angin yang datang yang mana itu merupakan kesempatan untuk ku. Maka, aku merapalkan skill.
"Fast Step."
Dalam sekejap aku berada di hadapan Fen dengan jarak yang sangat dekat.
Fen terbujur kaku. Namun, aku tidak peduli dan melanjutkan serangan. Disaat yang sama, aku mendengar wanita berjubah putih merapalkan sesuatu.
"Dewa ku berkati dan lindung lah umat mu, Perisai Mutlak!"
Sesaat kemudian, serangan ku ditahan oleh perisai transparan hingga menepis laju pedang ku kearah nya.
Fen yang menyadari sontak jatuh dan ketakutan.
Saat mengetahui sihir itu, aku menoleh kearah wanita berjubah putih.
"Apa yang kamu lakukan, Manusia Kecil?!"
Saat aku melihatnya, wanita berbaju putih itu berlutut kepada ku.
"Raja Goblin, ampuni kami karena telah lancang masuk tanpa izin ke desa mu! Kami hanya ingin mencari teman ku yang hilang! Aku mohon lepaskan kami!" ucap Lethicia.
Lilia dan keempat lainnya sontak mengikuti sikap dari Lethicia.
"Kelancangan kalian tidak bisa diselesaikan dengan kata maaf. Aku akan mengampuni dua dari kalian!"
Saat aku mengatakan itu, Fen sontak menuding Lethicia. "Kami hanya tentara bayaran. Kami akan berguna untuk kalian jika Raja menjadi kami budak. Kami bertiga hanya disuruh oleh kedua wanita rendahan ini!" ucap Fen dalam membela diri.
Saat Fen mengatakan itu, kedua pria lainnya juga ikut berkomentar dukungan nya terhadap Fen dan menuduh Lethicia dan Lilia.
Lethicia yang mendengar itu, dia hanya menutup mata dan memasang posisi berdoa dengan menempelkan kedua tangan nya disertai senyuman.
"Tunggu! Apa yang kalian bicarakan?!" ucap pembelaan Lilia seraya rasa takut.
"Berisik, wanita rendahan!" Lalu, Fen melihat kearah ku. "Raja Goblin, cepat putuskan! Agar aku bisa berguna untuk mu."
Mendengar perbincangan itu, aku pun menghela nafas dan melesatkan sabetan diagonal dari bawah kiri ke kanan atas yang mana tepat di leher Fen dan terpenggal.
Ketiga teman nya sontak terkejut takut. Namun, aku tidak peduli dan memberikan kode kepada Goda dan Gota.
Mereka pun mengerti dengan kode ku yang mana mereka sontak melesatkan palu besar nya kearah ketiga manusia dan membunuh nya.
"Dengan ini, pengampunan telah dilaksanakan dan kurung ke dua gadis ini ke penjara!"
"Baik," jawab serentak Goblin.
Lalu, beberapa Goblin pun membawa Lethicia dan Lilia. Namun, saat anak buah ku membawa nya. Mereka tidak ada perlawanan malah hanya menatap Fen dan anak buahnya dengan penuh kemarahan. Setelah itu, Lethicia menatap ku dengan ekspresi biasa dan tersenyum.
Seakan-akan, Lethicia ingin mengucapkan terimakasih kepada ku.
... ◆ ◇◇ ◆◆ ◇◇ ◆...