I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Heir Dungeon | Chapter 44. Boss Lantai dan Homunculus



...Chapter 44. Boss Lantai dan Homunculus...


Aku Kay, seorang Goblin yang baik hati. Bagaimana tidak baik? Hanya demi Elf yang cantik, aku harus mempertaruhkan nyawa untuk nya.


Tapi, melihat kecantikan Luna. Aku merasa sepadan dan dia memang layak untuk aku mempertaruhkan nyawa ku untuk nya.


Lantai 10, merupakan lantai Dungeon Boss pertama yang mana aku harus dihadapkan dengan monster serigala besar ditemani dengan monster serigala kecil.


"Demon Eyes."


Sesaat mengunakan itu, aku pun bisa melihat status milik monster serigala besar tersebut.


[ Nama: Tidak ada.


Ras: King Direwolf.


Level: 45.


Kemampuan: ...]


Melihat kemampuan nya, dia tidak jauh dari para serigala bertanduk jadi, meski aku menyantapnya tidak ada skill yang akan kudapatkan.


"Sungguh membosankan."


Tidak lama kemudian, King Direwolf sontak melompat dan menyerang ku. Namun, aku pun tidak tinggal diam.


"Wind Blade."


Tebasan udara pun terbentuk dan menebas seluruh tubuh King Direwolf. Sihir ini pun ku gunakan berkali-kali hingga tubuh ter cincang dan pertarungan selesai.


"Pertandingan yang mudah."


Lalu, aku pun melanjutkan langkah ke lantai sebelas yang mana monster yang menghalangiku lebih kuat dari yang sebelumnya.


Dan, di lantai 20 aku berhadapan dengan ular hitam raksasa yang mana monster itu hampir mirip seperti Dungeon milik Shiro. Maka dari itu, aku pun dengan mengalahkan nya dengan tebasan angin.


Setelah itu, aku melanjutkan perjalanan ku sampai di lantai 30 yang mana lantai itu merupakan lantai dengan ruangan kerajaan Eropa abad pertengahan yang mana ada empat wanita yang memiliki fisik dengan rambut yang sama hanya saja mereka memiliki gaya potongan rambut yang berbeda-beda.


Dan, keempat wanita itu sedang bermain kartu.


Lalu, aku pun mengambil kesimpulan yang mana ada kemungkinan mereka adalah Homunculus dan tebakan ku benar yang mana saat aku melihat data kemampuan mereka melalui Demon Eyes. Mereka Homunculus yang memiliki level 60.


"Wanita kembar yang menarik," ucap komentar ku.


Saat aku berkomentar seperti itu, wanita kembar itu sontak menoleh kearah ku.


“Eh?!” ucap serempak empat wanita tersebut.


"Hei," sapa ku dengan lambaian tangan.


Memahami sapaan ku, keempat wanita itu menghentikan permainan kartu nya.


"Mohon tunggu sebentar!" seru salah satu wanita Homunculus.


"Silahkan!"


Lalu, mereka pun mempersiapkan diri dengan mengenakan armor ringan yang sebelumnya mereka tidak mengenakan armor ringan dan mengambil senjata nya.


Aku yang melihat mereka tersenyum sendiri.


Andai saja aku bisa menciptakan Homunculus, apakah bisa secantik mereka?


“Terima kasih telah menunggu kami,” ucap salah satu wanita homunculus.


“Tidak masalah."


Lalu, salah satu dari mereka menodongkan pedang nya kearah ku.


“Wahai Petualang, selamat anda telah naik sampai sejauh ini! Maka, jika anda lulus pemilik kami akan memberikan hadiah kepadamu. Tapi sebelum itu, kalahkan dahulu kami."


Saat melihat nya, aku tersenyum sendiri lantaran datar nya perkataan dengan ekspresi yang datar.


Setelah salah satu Homunculus mengucapkan itu, dia memberikan komando kepada Homunculus yang lain.


“No 7, No 6, No 5. Formasi X!”


“Siap!” jawab Homunculus yang lain dan mereka pun mengepung ku dari empat sisi.


Sesaat itu juga empat Homunculus melancarkan sihir kearah ku secara bersamaan.


“Light Arrow!”


“Ice Arrow!”


“Lightning Arrow!”


“Fire Arrow!”


Keempat panah sihir berbeda dilesatkan oleh masing-masing homunculus kearah ku yang ada di tengah mereka. Aku yang melihat itu sontak meluruskan tangan kanan dan merapalkan skill unik.


"Chaos Dismantling."


Sesaat aku merapalkan unik skill itu, seluruh anak panah sihir yang melesat kearah menghilang dan membuat mereka terkejut.


"Tidak mungkin!"


"Bagaimana bisa?"


"Kita harus melakukan serangan yang lebih kuat!"


Lalu, mereka pun melesatkan banyak sihir namun, lagi-lagi aku menghilang sihir itu dengan skill unik Chaos Dismantling.


Kemampuan Chaos Dismantling memang luar biasa.


Menyadari sihir sudah tidak efisien, mereka pun memutuskan untuk menyerang ku dengan fisik. Karena mereka wanita, aku pun melawan nya dengan bersikap lembut.


Aku sendiri memiliki prinsip untuk memukul wanita dan anak-anak hanya saja jika ada yang memberontak. Aku akan mengajarinya dengan lembut.


Disaat mereka melakukan serangan yang bersamaan. Aku pun melesatkan salah satu skill ku.


"Pelumpuh."


Sesaat merapalkan skill itu, keempat Homunculus sontak terbujur kaku di lantai dengan seluruh tubuh yang tidak bisa di gerakan.


"Gadis-gadis yang manis. Kalian tunggu saja disini! Aku pergi dulu ke lantai puncak," ucap dengan senyuman kecil.


Para Homunculus pun ingin berontak namun, tidak bisa.


Lalu, aku pun membiarkan mereka di lantai ini dan melanjutkan langkah menuju lantai 40. Tempat dimana Kyu dan Luna berada.