I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Goblin Become Merchant | Chapter 52. Rentenir Part II



...Chapter 52. Rentenir Part II...


Sepulang dari kedai makan, Kay dan Luna harus dihadapkan dengan beberapa petualang yang menjalani misi sebagai rentenir.


Awalnya, Kay tidak ingin terlibat namun, karena desakan dari Luna. Dia pun terpaksa membantu pria, pendeta wanita dan beberapa anak dibelakang nya.


Dan, Kay pun menolong nya saat salah satu petualang ingin membunuh pemuda dan serangan nya itu dihadang oleh perisai sihir dari Kay.


"Ulah siapa itu?!" seru kesal petualang yang lain melihat kearah kerumunan yang diikuti oleh para petualang jahat lainya.


Yang mana para petualang jahat sontak melihat Kay yang sedang meluruskan tangan nya.


"Kalian sungguh kekanak-kanakan dan kalian telah menganggu makan siang kami."


"Siapa kamu?!" seru kesal petualang jahat.


"Aku Albert, seorang pedagang. Aishh ... jika Luna tidak meminta nya. Aku juga malas berurusan dengan kalian."


Mendengar dan melihat sikap Kay, pemimpin kelompok pun menjadi kesal dan memerintahkan anak buah nya. "Apa yang kalian lakukan?! Cepat habisi, Pria Rendahan itu!"


"Baik!" jawab serentak anak buah nya.


Lalu, mereka pun menyerang dan mengayunkan senjata nya kearah Kay.


Kay yang melihat itu, dia hanya memberikan senyuman. "Seperti nya kalian memang butuh pelajaran."


Setelah itu, Kay pun mengunakan sihir angin nya untuk menerbangkan para petualang. Kemampuan itu didapatkan dari;


Wind Manipulation.


Dan, Kay hanya membentuk tangan dari angin. Dia mampu mendorong atau melempar target.


"Meski ini bukan telekinetik. Tapi, sangar berguna," gumam senang Kay saat berhasil menguji cobakan sihir baru nya.


Pemimpin kelompok pun menjadi kesal melihat anak buahnya dikalahkan dengan mudah lalu, dia pun mengeluarkan dua pisau nya.


Kay yang melihat kedua pisau itu, dia pun menjadi tertarik dengan kedua pisau tersebut.


Pemimpin kelompok itu pun tersenyum bangga. "Tentu saja, ini adalah pisau api dan es yang akan menghabisi nyawa mu." Lalu, dia pun melesatkan serangan nya. "Hiyaaa! Sabetan Api dan Es!"


Sesaat kemudian, sabetan Api dan Es pun melayang kearah Kay. Namun, Kay menangkis dan menghilangkan nya dengan mudah oleh tangan kanan nya.


"Chaos Dismantling."


Hal itu membuat pemimpin kelompok terkejut dan mundur satu langkah. "Tidak mungkin!"


"Ada lagi?" ucap provokasi Kay.


Provokasi Kay itu pun membuat pemimpin kelompok kesal. "Bdebah! Mati kau!" seru pemimpin kelompok yang sontak mengeluarkan sihir mempercepat langkahnya seraya mengayunkan kedua pisau nya.


Melihat serangan itu, Kay pun tersenyum senang. "Pengujian selanjutnya ..." Kay pun meluruskan tangan nya dengan senyuman licik;


"Transform."


Dan, sihir unik milik Kay pun merubah pemimpin Petualang menjadi tikus.


"Sekarang, rasakan bagaimana menjadi makhluk yang kecil," ucap Kay yang tersenyum senang melihat tikus dibawah nya.


Sesaat kemudian, kucing pun datang berlari kearah tikus sihir dan ingin menangkap nya. Lalu, sang Tikus melarikan diri dengan kucing dibelakang nya.


Melihat sihir itu membuat anak buah mereka ketakutan lalu, melarikan diri.


Dan, pertarungan pun usai.


Luna yang melihat itu, dia sontak menghampiri wanita pendeta dan anak-anak dibelakangnya.


"Kalian tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa," jawab wanita pendeta lalu, dia pun menghampiri pemuda bersama Luna dibelakang nya dan menyembuhkan nya dengan sihir penyembuhan.


"Terimakasih, kak Jean," ucap pemuda.


Melihat itu, Kay melihat kearah Luna dan memberikan sinyal untuk meninggalkan mereka. Luna pun menganggukan kepala dan mengikuti Kay meninggalkan mereka.


Disaat yang bersamaan, pemuda itu bangkit berdiri yang diikuti oleh kakaknya dan menghadap ke arah Kay yang sedang berbalik badan dan meninggalkan mereka.


"Tuan, tunggu!" seru pemuda.


Mendengar itu, Kay dan Luna menghentikan langkah nya lantaran Luna yang menahannya.


"Lagi?!" ucap bisik Kay.


Luna pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, Kay dan Luna membalikan badannya.


"Ada apa?" tanya Luna.


Lalu, Pemuda dan wanita Pendeta menghentikan langkah di dekat Luna dan Kay. Setelah itu, mereka membungkukkan badannya seraya berkata;


"Terimakasih, Tuan. Nona!"


"Tidak perlu dipikirkan. Aku hanya lewat saja," jawab Kay.


Setelah itu, Pemuda dan Wanita pendeta membalikan badannya.


"Tuan, Nona. Jika berkenan mampir lah sejenak!"


Sebenarnya Kay tidak ingin memperpanjang lagi namun, Luna menatap ku dengan kode agar mengikuti nya.


Aku yang tidak ingin mengecewakan Luna, terpaksa menuruti nya dan Luna mewakili menjawab Kay.


"Jika itu tidak merepotkan kalian."


Mendengar jawaban Luna, Pemuda dan Wanita pendeta sontak tersenyum senang.


"Tidak merepotkan, Kamu senang jika Tuan dan Nona berkunjung ke panti asuhan kami," jawab wanita Pendeta.


Setelah itu, Kay dan Luna mampir sejenak ke panti asuhan.