I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Traveler Goblin | Chapter 38. Menjadi petualangan bersama Luna



...Chapter 38. Menjadi petualangan bersama Luna....


Setelah melakukan pengujian sihir, Luna memberikan sebuah saran.


"Kak Albert, Kakak terlihat kuat. Apakah kakak seorang petualang?" tanya Luna.


"Tidak, aku hanya pedagang biasa."


"Kakak tidak tertarik. Pekerjaan sebagai petualang itu lebih mendapatkan untung daripada pekerjaan lain nya," ucap Luna.


"Luna, apakah kamu juga seorang petualang?"


Luna sontak menundukkan kepalanya, "Iya ... Tapi, aku hanya petualang kelas rendah."


"Yosh ... bagaimana kalau kamu menemani ku ke sana?"


Luna sontak melihat ku dan menganggukkan kepalanya disertai dengan senyuman.


Keesokan paginya, aku dan Luna pergi ke Guild petualang yang mana tempat itu berada di pusat kota dengan bangunan bergaya Eropa dengan beberapa pilar di depan nya dan aku yang melihat itu, gedung itu cukup terkesan.


Tanpa membuang waktu, aku dan Luna pun masuk kedalam gedung itu dan setibanya didalam terlihat beberapa orang berpakaian variasi dilengkapi dengan senjata yang dibawa sedang melakukan berbagai aktifitas ada yang melihat papan misi ada juga sedang makan dan minum bir.


Melihat mereka, aku sontak tahu bahwa mereka seorang petualang. Aku pun mengabaikan itu semua.


"Luna, aku mendaftar diri dulu. Kamu tunggu disini?"


Luna pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah itu, aku pergi ke resepsionis yang ada di tengah depan gedung.


Setibanya disana, aku disambut oleh gadis cantik yang berada di balik meja panjang.


"Selamat Pagi, ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin mendaftarkan diri sebagai petualang."


"Baik, tunggu sebentar!" ucap resepsionis. Lalu, dia mengambil selembar kertas dan menunjukkan kepada ku. "Tuan, silahkan isi formulir ini dan bayar Administrasi 500 Vale!"


Aku pun mengangguk kepala dan mengambil pulpen. Melihat benda itu, aku sedikit terheran lantaran ada nya pulpen di dunia ini.


Aku menduga mungkin ada seorang Reinkarnator di kota ini. Meski begitu, aku pun mengabaikan hal yang tidak penting seperti itu dan melanjutkan menuliskan data formulir yang tentu saja bukan data yang sebenarnya dan membayar nya.


"Ini sudah ku tuliskan!" ucap ku seraya memberikan formulir dan uang 5 tembaga besar.


"Iya, saya akan buatkan kartunya!" jawab resepsionis seraya menerima formulir dan uang nya. Setelah itu, dia berbalik badan dan masuk kedalam ruangan staff.


Beberapa saat kemudian, resepsionis itu datang kembali dengan membawa kartu dan dia memberikan sebuah kartu kepada anda.


"Tuan, ini kartu anda. Karena Anda pemula maka anda langsung mendapat peringkat F. Jika ingin menaikan peringkat, anda harus menjalani misi untuk kelayakan naik peringkat. Walaupun begitu, anda bisa menjalani misi satu peringkat diatas anda atau ikut party dengan kelompok dengan peringkat tinggi," ucap Resepsionis.


Ada pun menjelaskan lain yang mana resepsionis mengatakan bahwa ada beberapa peringkat didalam Guild Petualang dengan peringkat terendah berada di peringkat F dan tertinggi berada di peringkat S.


Setelah memahami semua aku pun menjawab nya. "Aku sudah mengerti semuanya. Terimakasih."


Resepsionis itu tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Terimakasih sudah bergabung dengan Guild Petualang."


Seusai mendaftar diri, aku menghampiri Luna.


"Luna, aku sudah berhasil membuat kartu anggota."


"Selamat! Sekarang, kak Albert resmi menjadi anggota Guild!" ucap senang Luna.


Aku pun tersenyum lebar dan menganggukkan kepala. "Iya." Aku pun terpikir sesuatu.


"Luna, apakah kamu mau menjadi anggota party ku?"


"Dengan senang hati," jawab Luna dengan senyuman lebar.


Mendengar itu, aku pun bernafas lega. Menjadi petualangan kelas rendah merupakan tujuan ku untuk mendekati Luna dan menjalankan misi bersama sama seperti berkencan.


Setelah itu, aku dan Luna pergi ke papan Misi. Luna yang masih peringkat E bisa memiliki misi yang sama dengan ku yang memiliki peringkat F.


Setibanya disana, kami melihat berbagai jenis misi dari misi pengumpulan, pemburuan, misi khusus dan penjelajahan.


"Kak Albert, kakak ingin misi yang mana?" tanya Luna.


Lalu, aku pun melihat sekitar yang mana misi yang mampu meningkatkan peringkat dengan cepat dan aku menemukan misi yang berulang dengan peringkat E.


"Bagaimana dengan ini?" ucap ku seraya mengambil salah satu kertas misi.


"Mengumpulkan bunga penyembuh, hadiah 8 tembaga. Iya, tidak masalah," jawab Luna.


"Oke, kita jalan kan misi ini."


Setelah itu, kami pun pergi ke hutan barat dan mencari bunga tersebut. Namun, aku secara sembunyi-sembunyi mengambil memanggil Assassin Goblin untuk mencari keberadaan bunga itu.


Sampai saat kami sedang mencari bunga, tiba-tiba ditengah hutan kami menemukan tumpukan bunga penyembuh.


Luna yang melihat itu sontak senang.


"Kak Albert, Lihat!" seru Luna seraya berlari ke tumpukan bunga penyembuh.


Aku yang melihat nya sontak mengikuti nya juga dari belakang.


"Kenapa banyak bunga penyembuh disini?" tanya bingung Luna seraya melihat sekelilingnya.


"Mungkin, ada monster yang iseng mengumpulkan bunga penyembuh disini."


Sebenarnya aku tahu ini merupakan perintah ku sendiri kepada Assassin Goblin untuk mengumpulkan bunga penyembuh di sebuah tempat agar aku dan Luna tidak harus kesusahan mencari nya.


Lalu, Luna terpikir sesuatu dan melihat ku dengan wajah yang senang.


"Kak Albert, kita beruntung. Jika, kita mengambil semua nya. Kita bisa curang naik peringkat. Hehehe ..."


"Benarkah, ayo kita lakukan!"


Luna pun tersenyum dan mengangguk kepalanya.


Tanpa berpikir panjang, kami pun mengambil bunga-bunga itu dan kembali ke Guild petualang.


Setelah kami tiba disana, semua orang melihat kami lantaran menyerah banyak bunga penyembuh. Dengan itu, aku naik ke peringkat E dan Luna naik ke peringkat D.


Seusai itu, kami kembali ke penginapan.


"Kak Albert, sebagai rasa terima kasih. Malam ini aku akan masak makanan spesial untuk kakak," pinta Luna.


"Benarkah, aku tidak sabar mengicipi nya."


"Kakak pasti tidak akan menyesal," ucap Luna.


Aku dan Luna pun saling bertukar senyum dan aku menantikan masakan Luna. Namun, setibanya di penginapan terlihat ada beberapa prajurit berzirah dan salah satu prajurit itu menghampiri ku.


"Permisi, Tuan! Apakah anda Tuan Albert?" tanya prajurit berzirah.


"Iya, Aku Albert. Ada apa?"


"Kami dari prajurit keluarga Vin Zen mengirimkan undangan dari Tuan besar Vin Zen untuk pergi ke rumah nya. Ada sesuatu yang ingin diskusi kan," ucap Prajurit berzirah.


"Iya." Lalu, aku menoleh kearah Luna yang mana dia masih bingung. "Luna, aku pergi dulu dan sepulang nya aku ingin menyantap makanan masakan mu."


Luna yang mendengar ku, dia sontak menyadarkan lamunan.


"Iya, kak Albert. Aku tunggu!"


Setelah itu, aku pun pergi bersama prajurit berzirah.


...____...


Hei, guys. Terimakasih yang masih berkenan membaca novel ku ini. Mungkin, kalian akan bingung dengan alur update ini karena aku telah merivisi alur dari chapter 15. Hahahaha...


Hal itu diakibatkan karena galau menulis lanjutan antara kehidupan monster dan manusia jadi, aku gabungkan saja. Hehehe..


Dan, maaf ketidak nyamannya.


...See you in Next Chapter ......