I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Goblin Become Merchant | Chapter 53. Aku akan membayar hutang kalian.



...Chapter 53. Aku akan membayar hutang kalian....


Saat ini Kay dan Luna tiba di panti asuhan yang mana mereka duduk di kursi mana bersama pemuda dan wanita Pendeta. Lalu, tidak lama mereka pun memperkenalkan diri.


"Terimakasih sebelumnya, Tuan Albert dan Nona. Dan, maaf saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Lean dan ini adik saya," ucap Jean yang diakhiri dengan memperkenalkan adik nya dan dia sontak memperkenalkan dirinya.


"Saya Arya. Salam kenal, Tuan Albert dan Nona! Dan, terimakasih telah membantu ku melawan para petualang rentenir itu." Aru melihat kebawah seraya mengangkat dan melihat kedua tangan nya. "Andai saya lebih kuat, saya bisa melindungi kak Lean dan semua adik-adik disini."


Mendengar itu, Kay yang tersenyum kecut dan Luna pun mengalihkan pembicaraan.


"Sebenarnya, apa yang terjadi?"


Arya yang mendengar itu, dia hanya menundukkan kepalanya dan Lean pun yang menjawab nya.


"Kejadian nya dua tahun yang lalu ..."


Lean pun memulai cerita nya yang mana dua tahun yang lalu pemilik panti asuhan telah kabur membawa uang panti dan meninggalkan banyak utang ke pedagang simpan pinjam untuk hobinya berjudi.


Meski, Lean dan Arya tahu tentang kejadian yang sebenarnya namun, mereka tidak bisa berbuat apapun dan lebih memilih untuk mencari jalan keluar dengan bekerja banting tulang untuk membayar hutang panti dan membiayai kehidupan sehari-hari.


Namun beberapa bulan ini, Arya dan Lean tidak bisa mengambil misi petualang lantaran salah satu anak panti sedang sakit keras. Maka dari itu, para rentenir menagih terus menerus.


Mendengar itu, Kay terpikir satu solusi dan menganalisa didalam batin nya, "Menyelesaikan misi ini hanya membayarkan hutang nya saja."


"Berapa jumlah hutang kalian?"


"2 Juta Vale," jawab pelan Lean.


"Sebenarnya, hutang pokok nya hanya 100 ribu Vale," sambung Arya. Lalu, Arya mengebrak meja. "Rentenir sialan! menganiaya kita dengan bunga yang tinggi.


Mendengar itu, Kay mengingat jumlah koin yang disimpan nya yang mana mencapai ratusan juta Vale. Maka dari itu, dia pun tersenyum sendiri dan memberikan keputusan nya.


"Baiklah, aku akan membantu kalian."


"Eh?" kaget Arya dan Lean yang saling memandang.


Lalu, Luna juga melihat Kay dengan senyuman lebar.


"Iya, aku akan membayar hutang kalian juga ..." Kay melihat sekeliling panti asuhan. "Aku akan berikan uang untuk pembangunan nya juga."


Lean yang mendengar itu, dia pun sempat menolaknya. "Tapi, itu akan merepotkan Tuan Albert."


"Iya, kami juga tidak ingin membebani Tuan Kay dalam permasalahan ini," sambung Arya


Kay pun tersenyum lebar, "Aku tidak merasa di repot kan bukan kah wajar sebagai manusia untuk saling tolong menolong."


Meski sebenarnya Kay bukanlah manusia namun, dia belajar menjadi manusia.


Sesaat kemudian, Lean dan Arya menitihkan air mata nya dan membungkukkan badannya seraya berkata, "Terimakasih."


Lean pun tersenyum, "Sudahlah, Ayo sekarang kita pergi ke tempat kantor simpan pinjam nya!"


"Baik," jawab serempak Lean dan Arya.


Setelah itu mereka pun beranjak dari kursi nya dan pergi.


Kay, Luna, Lean dan Arya pergi bersama ke kantor simpan pinjam yang berada di sisi barat kota.


Saat perjalanan sudah dekat, Kay melihat beberapa Petualang jahat di sudut-sudut bangunan. Kay dan Lainnya pun tidak mempedulikan nya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di kantor simpan pinjam yang mana didalam kantor ada beberapa petualang yang sebelumnya melawan Kay dan mereka sontak terkejut ketakutan.


Kapten itu pun terlihat memiliki profesi penyihir yang mana membuat nya percaya diri menghampiri dengan membawa tikus yang sebelumnya tikus itu petualang jahat. Lalu, menghalangi langkah Kay dan lainnya.


"Jadi, kamu kah orang yang telah mengutuk adik ku!" ucap kesal pria penyihir.


Arya dan Lean merasa gelisah dengan kehadiran pria penyihir didepan nya. Tapi tidak dengan Kay.


"Itu memang aku. Apakah ada masalah?" ucap santai Kay.


"Bdebah!" seru kesal pria penyihir seraya mengambil tongkat sihir dan ingin merapal sihir namun, suara pria di belakang nya menghentikan nya.


"Hentikan!"


Pria penyihir mengenali suara itu dan menghentikan serangannya. Lalu, dia pun menghadap kesamping dan membungkukkan badannya. "Maafkan saya."


Melihat itu, Kay juga melirik ke samping dengan tatapan tajam yang mana dia melihat pria gendut dengan pakaian jas dan perhiasan emas.


"Apa yang kalian lakukan pada tamu kita?" ucap pria gendut seraya menghampiri Kay Lalu, dia berhenti didekat Kay dan lainnya. "Oh, ternyata kalian anak-anak dari panti asuhan. Mungkin kah kalian berubah pikiran untuk menjual anak-anak panti?!"


Mendengar itu, Arya sontak kesal. "Apa?!"


Dan, Luna pun menahan Arya untuk bergerak. Lalu, Kay melihat pria gendut dengan senyuman remeh dan menjawab nya.


"Tidak. Kami ke sini untuk membayar hutang panti asuhan."


Mendengar itu, pria gendut tersenyum senang. "Benar kah? saya senang mendengar nya. Lalu, berapa yang akan kalian bayar?"


Kay pun menjawab dengan percaya diri, "Aku akan membayar semua nya. Berikan dokumen pinjaman nya!"


"Oh, begitu. Baiklah, tunggu sebentar!" jawab pria gendut. Lalu, dia menyuruh anak buah nya untuk mengambil dokumen setelah itu, dokumen itu pun diberikan kepada Kay.


"Semuanya 2,7 Juta Vale dan itu sudah bersih dari segala hutang kalian," ucap Pria gendut.


Dan, Kay pun melihat isi dokumen yang mana memiliki nilai yang sama dengan apa yang disebut oleh pria gendut.


"Baiklah, aku akan bayar semua," jawab Kay.


Lalu, Kay pun mengeluarkan 2 koin Platinum dan 8 koin emas putih.


"Ini aku bayar semua nya!" ucap Kay seraya melempar koin kepada pria gendut. Lalu, Kay, Luna, Arya, dan Lean berbalik badan dan berjalan kearah pintu keluar.


Ditengah itu, Kay membakar dokumen yang dipegang nya dengan sihir api dan membuang nya ke lantai kantor.


"Senang berbisnis dengan anda!" ucap pria gendut yang membungkukkan badannya yang diikuti oleh anak buah nya sampai Kay keluar ruangan.


Setelah Kay dan lainnya keluar, pria gendut mengembalikan posisi badannya dan merubah ekspresi nya dengan tatapan kesal.


"Wanita Jlang! Awas saja kalian!" ucap kesal pria gendut.


...____...


Lean



Roan.