
...Chapter 27. Hasrat dan Melanjutkan pembuatan Dungeon....
Siapa sangka bahwa aku yang tidak pernah berhubungan dengan wanita kini aku bisa berciuman dengan seorang wanita cantik meski aku hidup sebagai makhluk yang buruk rupa, aku tidak menyesal.
Saat ini, aku sedang berciuman dengan Shiro dan menikmati nya yang mana Shiro juga mengalungkan diri nya ditengah itu sebuah pesan datang dari Administrator.
Ding!
[Anda telah mendapatkan 3.000 DP.]
Lalu, tidak lama. Shiro melepaskan ciumannya dan menatap ku dengan tatapan manja.
"Bagaimana? Kamu mendapatkan Dungeon Poin?" tanya Shiro.
"Banyak. Terimakasih, Shiro."
"Aku bersyukur, kamu memiliki hasrat kepada ku dengan ini kamu bisa mendapatkan banyak poin dan ini baru lah awal. Aku akan menunjukkan cara yang lebih cepat," ucap Shiro.
Seusai berkata itu, dia melepaskan tangan dari leherku dan mengunakan sihir untuk melepaskan seluruh pakaiannya hingga dia tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Kulitnya yang putih dan padat membuatku terangsang hingga juniorku naik disertai dengan hati yang berdegup kencang.
Melihat aku yang terbujur kaku, Shiro pun tersenyum lalu dia meluruskan tangan nya kearah ku dan merapalkan sihir yang melepaskan semua pakaianku.
"Kay ..." ucap pelan manja Shiro.
"Shiro ..." jawab ku.
Lalu, aku yang sudah sepenuhnya jatuh hati dan terangsang oleh nya tidak segan-segan langsung menerimanya dan tidak mempedulikan resiko apapun.
Benar, aku telah menyerahkan keperjakaan kepada Shiro.
Tanpa memikirkan tempat dan kondisi, aku berhubungan ntim dengan Shiro dan dia tidak menolaknya.
Aku dan Shiro pun saling melayani dan menikmati di gua Labirin Dungeon yang baru ku ciptakan.
Dengan hubungan itu, Sistem memberitahu bahwa aku mendapatkan Dungeon poin sebesar 55.000 DP.
...▼ △ ▼...
Setelah hasrat kami terpuaskan, Shiro yang berbaring disamping ku. Dia bertanya dengan hasilnya.
"Berapa hasil yang kamu dapatkan?"
"Lima puluh ribu lebih."
"Wow, banyaknya. Aku tidak menyangka kamu memiliki hasrat begitu besar kepada ku. Aku merasa terhormat mendengarnya," jawab Shiro.
Shiro pun tersenyum dan dia pun membelai pipi kananku. "Kamu juga tampan, baik dan kuat."
Lalu, Aku pun mengambil tangan dan mencium nya. "Terimakasih."
Shiro dan aku pun saling bertukar senyum.
"Baiklah, sekarang. Waktu nya melanjutkan pembuatan Dungeon mu. Saran ku, bagaimana kalau kamu membuat tempat yang nyaman agar kita bisa melanjutkan nya," saran Shiro.
"Iya."
Setelah itu, aku pun bangkit berdiri dan kami mengenakan pakaian kembali. Lalu, aku melanjutkan pembuatan Dungeon.
Yang mana dengan poin yang berlimpah itu, aku berhasil membuat Dungeon delapan lantai dengan struktur lantai sebagai berikut;
Lantai satu sampai lantai lima berupa lantai labirin dengan beberapa Goblin yang menjaga disana dan dilantai lima itu juga, aku mempercayakan Goda dan Gota.
Setelah itu, sampai di lantai Enam. Aku membangun colosium yang besar sebagai tanding terakhir untuk para penyusup. Meski selama masa pembuatannya itu belum ada penyusup.
Dilantai tujuh, aku membuat lantai dengan desain hutan yang sangat luas dengan berisikan berbagai buah dan tanaman yang subur pada lantai tersebut.
Aku memiliki rencana untuk memindahkan desa Goblin ke lantai ini.
Setelah lantai tujuh, aku pun membuat lantai delapan yang mana lantai ini merupakan lantai tempat tinggal ku bersama Shiro.
Itulah pembuatan Dungeon Pocket ku.
Permasalahan nya sekarang, apakah para Goblin berkenan untuk pindah rumah?
Setelah menghabiskan berhari-hari didalam Dungeon, kini aku pun memutuskan untuk keluar Dungeon dengan merapalkan skill Unik ku.
"Dungeon Create. Dungeon Out"
Sesaat kemudian, aku dan Shiro dikelilingi oleh cahaya. Lalu saat membuka mata, Kami sudah kembali ke desa Goblin.
Setibanya disana, Shiro melihat ku dan tersenyum.
"Selamat Dungeon mu sudah selesai dibangun!" ucap Shiro.
"Terimakasih, Shiro."
Lalu, aku dan Shiro pun saling bertukar senyum.