I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Goblin Become Merchant | Chapter 54 ...



...Chapter 54. Pembantaian Rentenir dan melanjutkan pengembaraan....


Di tengah malam harinya, Kay yang tidak suka dengan perusahaan rentenir itu. Dia memanggil beberapa pasukan Goblin assassin, Goblin Knight dan Spearman yang mana di pimpin oleh Gosa dihalaman belakang penginapan.


"Pergilah ke tempat yang aku sebutkan! Bunuh semua orang yang ada di gedung itu, ambil semua jasad dan harta nya ke desa!"


"Baik, Yang mulia!" jawab Gosa.


Lalu, mereka pun pergi ke tempat rentenir.


Setelah itu, Kay pun berbalik badan dan terlihat Luna sedang menyaksikan yang dilakukan oleh Kay.


Luna pun terdiam sesaat melihat Kay. Lalu, Kay yang melihat itu. Dia pun tersenyum dan menghampiri nya.


"Maaf, Luna. Aku sangat tidak suka dengan mereka."


Luna yang mendengar itu, dia pun melepaskan lamunan nya dan tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat Kay.


"Tidak apa. Mereka pantas untuk mendapatkan nya," jawab Luna.


Kay yang mendengar itu, dia pun sontak memeluk Luna dan Luna pun menerima nya dengan senang.


Ditempat yang berbeda, kantor dagang rentenir di bantai oleh pasukan Goblin.


"Tuan, Pergi dari sini!" seru pria penyihir.


"Baik!" jawab pria gendut yang sontak berlari.


"Tidak akan kubiarkan!" seru Gosa. Lalu, dia memberikan kode kepada Goblin Mage untuk menghadapi pria penyihir.


Setelah itu, Gosa pun berlari mengejar pria gendut dan pria penyihir yang melihat itu ingin menghentikan pergerakan Gosa namun, serangan nya di hentikan oleh Goblin Mage. Lalu, per


Di ruang gedung belakang, pria gendut terjebak dengan beberapa pengawal nya dan Gosa pun mendatangi mereka.


"Ketemu!" ucap Gosa dihadapan pria gendut.


Pria gendut itu pun ketakutan dan dia sontak berseru kepada pengawal nya.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat bunuh dia!"


Para pengawal itu sontak menerima menyerang Gosa namun, serangan mereka tidak mempersulit Gosa hingga para pengawal itu dibunuh dengan mudah oleh Gosa.


Melihat itu, pria gendut semakin ketakutan hingga terduduk.


"Tolong ampuni aku! Aku bisa memberikan apapun, harta, wanita, apapun itu!" seru pria gendut dengan tangisan.


Seusai itu, Gosa berlari kearah pira gendut dan membunuh nya.


Keesokan harinya, kota Ashford dikejutkan dengan hilangnya semua orang di serikat dagang rentenir yang mana disana hanya ada banyak percikan darah namun, tidak ditemukan jasad satu pun.


Kay dan Luna yang mendengar itu, mereka hanya tersenyum dan terus melangkah menuju suatu tempat.


"Kak Albert memang hebat. Pasukan kakak mampu menghilangkan jejak," puji Luna.


"Iya, aku harus melakukan nya jika tidak para Goblin lain lah yang menjadi sasaran."


"Ya, benar juga," jawab Luna.


Setelah itu, Kay dan Luna pun tiba di guild petualang yang mana kedatangan kini untuk membuka usaha di panti asuhan.


Seusai mendaftar nya, Kay dan Luna kembali ke panti asuhan yang mana Kay memberitahu kepada Lean dan Arya bahwa Luna akan memimpin pedagang yang akan buka di panti asuhan untuk membantu perekonomian mereka.


Lean dan Arya yang mendengar itu, mereka sontak senang dan Luna pun menerima rencana dari Kay tersebut.


Lalu, usaha pertama yang dilakukan Kay di panti asuhan ialah roti dan kue. Karena itu lah juga keahlian dari Luna.


Setelah semua usai, Kay pun merapihkan barang-barang di kamar penginapan. Lalu, Kay melihat sekeliling ruangan.


"Tidak terasa aku sudah sebulan disini. Makhluk Goblin hidup damai di kota. Sungguh aneh," ucap Kay dengan tertawa sendiri.


Seusai merapihkan semua barang, Kay memasukan semua barang-barang nya di Dungeon Pocket dan setelah selesai, Kay keluar dari kamarnya yang mana setibanya dilantai dasar Luna dan Ibu nya sudah menunggu.


Kay yang melihat itu, dia pun menghampiri Luna dan Ibunya.


"Kak Albert yakin untuk pergi mengembara lagi?" tanya Luna.


"Luna, kamu yakin tidak ingin ikut dengan ku?" tanya Kay.


Luna yang mendengar itu, dia pun tersenyum dan melihat kearah Ibunya. Lalu, Luna melihat kearah Kay kembali dan memberikan jawaban dengan menggelengkan kepala serta senyuman.


"Terimakasih, Kak Al-. Kak Kay dan Maaf, Aku tidak bisa ikut karena aku tidak ingin meninggalkan ibuku tapi kak Kay juga harus ingat bahwa kakak memiliki satu Harem di kota ini dan ..." Luna mengelus-elus perut nya. "Satu buah hati."


Mendengar itu, Kay sontak memeluk Luna dengan erat namun, itu tidak lama setelah itu Kay pun melepaskan pelukannya dan mencium kening nya.


"Pasti. Aku tidak akan pernah lupa hal itu dan Jika, aku ke Ashford, pasti aku akan mengunjungi mu."


Mendengar itu, Luna mengangguk kepalanya dan dia saling bertukar senyum dengan Kay.


Setelah berpamitan, Kay pun pergi meninggalkan kota Ashford dan melanjutkan pengembaraan nya.