I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Traveler Goblin | Chapter 32. Bertemu Lumina De Nord



...Chapter 32. Bertemu Lumina De Nord...


Aku Kay, seorang Goblin yang baik hati yang mana saat ini aku memutuskan untuk mencoba menjadi manusia meski kehidupan ku dahulu manusia dan aku pun menjadi manusia berkat bantuan dari alat sihir milik Shiro.


Setelah menempuh setengah perjalanan. Aku menghirup bau darah.


"Aroma ini sangat menyengat dan bau darah."


"Mungkin kah didepan, ada pertarungan?" tanya Lilia.


Memahami kemungkinan itu, kami pun mempercepat langkah sampai kami bertemu dengan sekumpulan Goblin yang sedang menyerang kereta kuda yang mewah dan terlihat beberapa pengawal nya sudah tumbang.


"Goblin? Dari Horde apa?"


"Terlihat dari fisiknya, mereka dari Horde taring putih," jawab Gosa.


Aku yang melihat itu ada sedikit keraguan.


"Apakah aku harus menolongnya atau kah tidak?"


"Yang mulia, saya saran kan anda untuk membawa mereka ke Dungeon. Jika mereka berkenan, jumlah Goblin di Dungeon akan bertambah," saran Gosa.


"Baiklah, itu keputusan yang terbaik."


Setelah memahami itu, aku pun maju dan memanggil mereka.


"Hei, para Goblin bodoh!"


Mendengar suara ku, para Goblin sontak melihat kearah ku dan mengalihkan serangan kearahnya.


Aku yang melihat itu, dia sontak meluruskan tangan dan merapalkan perintah.


"Force Intruder."


Sesaat aku merapalkan itu, seluruh Goblin yang ada dihadapan nya menghilang dan mereka pun berpindah ke Dungeon Pocket.


Hilangnya Goblin itu membuat panik para pengawal dan mereka sontak melihat ku. lantaran dia menyadari hilangnya para Goblin karena sihir ku.


Menyadari itu, aku dan lainnya sontak menghampiri para pengawal yang masih bertahan.


"Bagaimana keadaan kalian?"


"Terimakasih, Tuan. Tapi, banyak dari kami yang terluka," jawab pengawal.


"Syukurlah tidak ada korban jiwa."


Beberapa saat kemudian, pintu kereta terbuka dan keluarlah sosok wanita cantik yang memiliki rambut coklat panjang dengan mata biru.



"Tuan, terimakasih. Anda telah membantu kami. Izinkan Aku Lumina De Nord untuk membalas jasa anda!" ucap Lumina dengan memegang dadanya dan menundukkan kepalanya.


Melihat Lumina aku sempat terdiam, dia sangat cantik dan terlihat bangsawan berbeda dari Lilia dan manusia lainnya. Lalu, saat aku menoleh kesamping. Lethicia bersaudara sontak berlutut satu kaki dihadapan nya.


"Apa yang kalian lakukan?"


"Tuan, dia keluarga kerajaan Nord," jawab pelan Lethicia.


Mendengar itu, aku tersadar bahwasanya nama belakang nya sama dengan kerajaan tempat yang ku tuju.


"Oh, begitu. Maaf, aku tidak sopan Nona Lumina."


"Kalian tidak perlu formalitas karena kalian sudah menyelamatkan ku. Jadi, bersikap biasa saja. Hehehe ..." jawab Lumina.


Saat Lumina mengatakan itu, Lethicia bersaudara sontak bangkit berdiri.


"Jadi, bisakah memperkenalkan diri kalian? Dan, kemana tujuan kalian?"


"Maaf, aku Albert Halley, seorang pedagang dan ini pengawal ku, Lethicia, Lilia dan Gosa," ucap ku seraya memperkenalkan pengikut ku.


Lethicia dan lainnya sontak perkenalkan dirinya dengan menundukkan kepala disertai senyuman.


Setelah itu, aku melanjutkan ucapan. "Aku ingin pergi ke kota Ashford."


Mendengar itu, Lumina sontak tersenyum dan menepuk tangan nya sekali. "Bagaimana jika Tuan ikut dengan kami! Kami juga berencana untuk kembali ke kota Ashford. Selain itu, aku akan membayar mu sebagai pengawal sampai ke kota. Bagaimana?" tanya Lumina.


Pergi bersama gadis keluarga kerajaan bukanlah hal bisa kulakukan setiap hari maka dari itu, aku pun tidak menolaknya.


"Jika tidak merepotkan, aku terima tawaran nona."


"Terimakasih, Tuan," jawab senang Lumina.


"Nona, jangan panggil aku Tuan! Panggil Albert saja!"


"Baik, Albert dan kamu juga jangan panggil aku Nona. Panggil saja aku Lumina!"


"Baik, Lumina!"


Aku dan Lumina pun saling bertukar senyum.


Lalu, Aku bersama dengan Lumina pergi bersama ke kota dengan duduk berhadapan dengan Lumina hingga dirinya terdiam dan terbujur kaku. Sedangkan, aku terus tersenyum menatap Lumina.


Lumina memang sosok gadis yang cantik.


Apakah aku bisa menjadi kan diri nya sebagai salah satu Harem di kehidupan ku?


...____...