I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Goblin Become Merchant | Chapter 49. Empress Elisabeth III dan Princess Silica



...Arc VII. Goblin Become Merchant....


...Chapter 49. Empress Elisabeth III dan Princess Silica...


Beberapa hari setelah kejadian Dungeon Azure, Kay pun memutuskan untuk berpetualang lagi maka dari itu, dia pergi ke Guild Petualang.


Dan, setibanya disana salah satu resepsionis menghampiri Kay.


"Tuan Albert, mendapatkan misi khusus oleh Tuan Duke Urnes," ucap resepsionis seraya memberikan sebuah surat kepada Kay.


"Terimakasih," jawab Kay. Lalu, dia pun pergi meninggalkan resepsionis tersebut.


Lalu, Kay pun pergi ke rumah Lumina untuk bertemu dengan ayahnya, Urnes dengan mengunakan Warp.


Dan, setibanya disana terlihat ada kereta kuda yang sedang melaju keluar dari halaman rumah dan sesaat kemudian, kereta itu berhenti dan Urnes keluar dari kereta mewah tersebut.


"Oh, Albert. Aku tidak menyangka kau akan datang di saat yang ku butuhkan ini. Dewa pasti mengirim mu untuk ku," ucap Urnes.


Mendengar itu, Kay sontak menghampiri Urnes yang ada di kereta dan terlihat dari nada nya seperti nya ada hal yang serius.


"Pak Urnes, Apa yang terjadi? Kenapa anda terlihat terburu-buru?"


"Kakak ku telah diracuni," jawab Urnes.


Mendengar itu, Kay sontak terkejut. "Apa?"


"Lebih baik ikut dengan ku. Aku akan menjelaskan tentang semua kejadian nya!" seru Urnes.


"Baiklah."


Lalu, Kay pun menaiki kereta mewah.


Setibanya didalam, Urnes menjelaskan adanya kemungkinan Ratu di racun lantaran Ratu ingin membantu Kerajaan Mesomia, kerajaan kaum Elf untuk mengatasi perbudakan para kaum Elf dan membuat aliansi.


Jika, Ratu sampai meninggal dunia. Maka hak tahta akan turun pada putri tertua nya, Silica.


Itulah cerita dari Urnes.


"Jadi begitu. Lalu, apa yang bisa kubantu?"


"Aku ingin kau segera menyembuhkan racun yang menyerang kakak ku dengan mengunakan Recovery."


Kay yang mendengar itu menjawab nya hanya dengan anggukan kepala.


Beberapa lama kemudian, mereka pun sampai di istana yang dijaga ketat oleh penjaga meski begitu, Kay dan Urnes dipersilahkan untuk masuk.


Setibanya didalam, mereka pun bergegas ke kamar Ratu yang dimana di aula sudah dipenuhi oleh para bangsawan dan salah satu bangsawan menghampiri Urnes.


"Tuan Duke Urnes, ada sudah datang," sapa bangsawan.


Sosok bangsawan ini sangat tampan dengan rambut panjang yang diikat nya.


"Bagaimana keadaan Ratu?" tanya Urnes.


Bangsawan itu terdiam dan menggelengkan kepalanya.


Memahami itu, Urnes sontak menoleh kearah Kay.


"Ayo, Albert! Kita bergegas!"


Bangsawan itu pun melihat kearah ku, "Tuan Duke Urnes, siapa pria ini?"


"Nanti aku akan jelaskan," jawab Urnes.


Kay yang mendengar itu hanya memberikan jawaban dengan menundukkan kepala dan tersenyum.


Bangsawan itu pun menjawab nya dengan anggukan kepala.


Lalu, Kay dan Urnes pergi ke dalam kamar ratu yang mana aku dikejutkan dengan sosok wanita berambut panjang pirang dengan wajah yang pucat.


"Tuan Duke Urnes, siapa pria ini?" tanya tabib.


"Nanti aku beritahu. Yang jelas, dia bisa menyembuhkan Ratu."


Lalu, Urnes menoleh kearah Kay. "Albert, mohon bantuannya!"


"Baik," jawab ku.


Setelah itu, Kay pun mendekati Raja dan tidak mempedulikan tatapan curiga sang putri.


Meski begitu, Kay tetap saja terpesona lantaran putri Silica memiliki paras yang lebih cantik dibandingkan dengan Lumina.


Sesudah berjarak dekat dengan Ratu, kay pun merapalkan skill uniknya.


"Recovery."


Sesaat Kau merapalkan itu, wajah pucat raja berubah menjadi cerah kembali dan nafas nya yang berat menjadi pulih kembali. Tidak lama juga Ratu membuka matanya.


"Semua penyakit ku hilang. Ini seperti mimpi saja," ucap ratu.


Melihat itu tabib istana dan Silica tersenyum lebar.


"Ibunda!" seru Silica yang sontak memeluk raja yang masih berbaring di atas kasur.


"Oh, Silica. Maaf, ibu telah membuatmu khawatir," jawab Ratu.


"Ibunda! Aku takut!" ucap tangis Silica.


Setelah itu, ratu pun beranjak bangun dan dibantu oleh Silica.


"Urnes, siapa pria ini?" tanya Ratu


"Dia Albert Halley, seorang pedagang dan petualang. Dia juga lah yang telah menyembuhkan penyakit mata Ellie."


Lalu, Ratu melihat Kay yang mana dia juga memperkenalkan diri.


"Aku Albert Halley, hormat kepada Raja!" ucap Kau seraya membungkukkan badan.


"Tegaklah, Albert! Aku Ratu Elisabeth tiga mengucapkan terimakasih. Karena telah menyelamatkan ku hingga siapa sangka aku bisa sembuh secepat ini," ucap Elisabeth.


Aku pun mengembalikan posisi badanku dan menjawab nya dengan senyuman.


"Yang mulia, anda terlalu memuji. Aku hanya kebetulan ingin pergi ke rumah Tuan Duke Urnes."


Mendengar itu, Elisabeth tertawa kecil. "Hahaha ... pria yang rendah. Aku suka itu."


Sesaat kemudian, Silica beranjak dari duduk nya dan menghadap Kay lalu, memberikan tangan kanan nya.


"Terimakasih, Tuan Albert. Aku Silica De Nord. Salam kenal!"


"Aku Albert Halley. Sama-sama, Tuan putri!" ucap Kay seraya menerima tangan Silica.


Lalu, Kay dan Silica saling bertukar senyum.


Setelah itu, Elisabeth yang sudah pulih sepenuhnya sontak berganti pakaian dan melaporkan kesehatan nya itu kepada para bangsawan terlebih lagi, sang Ratu menutup kasus diri nya keracunan untuk menghindari ada nya keributan yang tidak perlu.


...# I am Goblin with System #...


Elisabeth III



Silica De Nord