
...Chapter 35. Pagi di penginapan....
Suara kicauan burung berbunyi dan sinar matahari menyinari ku. Maka dari itu, aku pun terbangun dan membuka mata.
Lalu, saat menoleh kesamping. Shiro sudah tidak ada.
Itulah kebiasaan dari Shiro, dia datang dan pergi sesuka hati.
Memahami itu, aku sontak bangun dan merenggangkan tubuh.
"Hidup sebagai manusia biasa. Tidak buruk juga di dunia lain.
Beberapa saat kemudian, salah satu Assassin Goblin yang mengawas seluruh kegiatan Lethicia dan lainnya datang dengan berlutut satu kaki dihadapan ku.
"Yang mulia, ada sudah bangun. Maaf, saya telah menganggu anda," ucap Assassin Goblin.
"Ada apa?"
"Saya ingin melaporkan kegiatan dari Lethicia dan kedua saudara nya...."
Setelah itu, Assassin Goblin menjelaskan semua nya yang mana ayah dan ibu mereka sangat khawatir hingga saat kedatangan ketiga putrinya dia sontak senang.
Lalu, Lethicia menjelaskan semua kejadiannya yang mana dia mengarang cerita berawal dari kelompok mereka yang nyasar di hutan dan ditangkap Orc lalu, mereka dijadikan budak selama beberapa bulan.
Sampai seorang pedagang bernama Albert Halley membeli mereka dari Orc dan saat ini, mereka bekerja untuk Albert Halley.
Disaat Lethicia bercerita itu, ayahnya sontak ingin bertemu dengan Albert untuk membebaskan mereka dari ikatan perbudakan.
Itulah laporan dari Assassin Goblin.
Mendengar itu, aku hanya tersenyum sendiri. "Membebaskan mereka, Jangan bercanda! Sekali milik ku tidak akan pernah ku lepaskan!"
Tidak lama kemudian, aku mendengar suara ketukan pintu. Lalu, aku pun memerintahkan Assassin Goblin untuk meninggalkan ku.
Tok! Tok! Tok!
"Kak Albert, sudah bangun?" suara Luna menyapa.
"Iya," jawabku seraya melangkah kearah pintu dan dia membukanya.
Lalu, saat pintu terbuka. Luna memberikan sapaan, "Selamat pagi, Kak Albert!"
"Selamat pagi, Luna!"
"Ibu sudah mempersiapkan sarapan," ucap Luna.
"Terimakasih."
"Luna, jika ingin mandi. Kita harus kemana ya?"
"Biasanya orang biasa mandi di sungai atau jika ada sumur ya mengunakan sumur. Tapi, penginapan ini memiliki kamar mandi umum. Kakak bisa mandi disana!" jawab Luna.
"Oh, begitu."
"Jadi, apakah kakak akan mandi dulu?" tanya Luna.
"Iya juga lebih nyaman mandi dahulu."
Aku menjawab itu lantaran penasaran dengan cara mandi manusia di dunia ini.
Lalu, aku pun diantarkan ke kamar mandi umum yang mana terdapat dua bagian terpisah untuk pria dan wanita.
Dan, aku pun masuk kedalam kamar mandi pria dan terlihat lah disana beberapa pria yang sedang berendam di ember yang besar.
"Ya, aku akan menganggap nya ini seperti di kolam berenang umum."
Sesudah itu, aku kembali ke lantai dasar yang mana lantai itu merupakan rumah makan penginapan dan duduk di kursi yang kosong.
Tidak lama kemudian, Luna datang membawa beberapa makanan diatas nampan dan disajikan keatas meja.
"Kak Albert, selamat menikmati!" ucap Luna dengan senyuman lebar.
"Terimakasih."
Lalu, Luna meninggalkan ku dan aku melihat kearah makanan yang disajikan yang mana aku disungguhi omelette dan pasta.
"Seperti nya lezat!" gumam ku dan aku pun sontak menyantap nya dengan lahap dan merasakan kenikmatan makanan tersebut.
Seusai makan, aku melihat Luna yang hendak berbelanja. Melihat itu, aku terpikir sesuatu untuk menemani nya belanja sekalian membantunya berbelanja.
Maka itu, aku pun menghampiri nya.
"Luna, apakah kamu mau berbelanja?"
Luna mengangguk kepalanya, "Iya, kenapa kak Albert? Apakah kakak ingin menitipkan sesuatu?"
"Bolehkah aku membantu mu berbelanja? Sekalian, aku ingin tahu kota ini."
"Tentu saja boleh. Terimakasih," jawab senang Luna.
Lalu, Luna dan aku saling bertukar senyum dan tidak lama mereka pun pergi ke pusat kota untuk berbelanja.