
...Chapter 19. The White Dragon, Shiro...
Setelah beberapa lama aku hidup di dunia lain. Baru saat ini, aku bertemu dengan sosok naga yang sebenarnya meski, sudah bertemu dengan naga tengkorak namun, naga yang ada dihadapan ku ini memiliki kesan yang berbeda.
"Siapa kamu?" ucap sang naga Putih.
Aku yang melihat keadaan naga putih itu terikat dan tidak memiliki hawa membunuh. Aku pun menyarungkan pedang dan menjawab nya.
"Aku Kay, Seorang Raja Goblin."
"Goblin bernama. Menarik! Pantas saja kamu berhasil melalui semua lantai Dungeon ku ini. Aku Shiro, pemilik dari Dungeon bawah tanah ini dan sudah lama sekali tidak ada yang mengunjungi ku seperti saat ini," jawab Shiro.
Mendengar nama Shiro, aku pun menaruh curiga.
Apakah dia seorang Reinkarnator yang sama seperti ku? Apapun itu lebih baik, aku abaikan.
Lalu, aku pun melirik kearah rantai yang diikatkan nya.
"Nona Shiro, kenapa kamu terikat?"
Shiro pun menghela nafas panjang, "Aku telah di kurung oleh seorang pahlawan yang mengunakan Ultimate Skill nya untuk mengurung ku disini," jawab Shiro.
Saat pembicaraan itu, aku pun melihat rantai yang mana rantai itu berbahan logam khusus dengan warna hitam pekat yang mungkin tidak bisa dihancurkan oleh siapapun.
Melihat itu, aku pun terpikir sesuatu.
Apakah aku bisa menghancurkan nya dengan Transmutasi?
Karena rasa penasaran itu, aku pun meminta izin nona Shiro.
"Nona Shiro, apakah kamu ingin lepas dari rantai itu?"
Shiro tersenyum kecil, "Jika aku bisa melepaskan diri dari segel ini. Maka, sudah kulakukan dari dahulu. Aku ingin sekali melihat dunia luar," ucap Shiro yang membuat ku tersentuh.
"Kalau begitu, izinkan aku mencoba skill ku!"
Shiro tersenyum dan mengangguk kepalanya.
Memahami itu, aku sontak menghampiri Shiro dan memegang rantai yang ada di kakinya. Lalu, memulai rapalan unique skill Transmutasi.
Sesaat melakukan itu, tiba-tiba petir emas muncul dan menyerang ku. Namun, petir itu tidak melukai ku hingga rantai itu berlahan retak hingga akhirnya hancur total.
Shiro yang melihat itu, dia sontak senang dan meraung dengan sekuat tenaga.
"Akhirnya! Aku bisa bebas!" seru senang Shiro.
Ding!
[Anda telah mendapatkan Unique Skill Unlimited Imprisonment.]
Ding!
[Extra Skill Steel Stomach telah berevolusi menjadi Unique Skill Chaos Stomach.]
Melihat kedua pesan itu, aku tersenyum sendiri.
Lalu, lamunan ku disadarkan oleh ucapan Shiro.
"Terimakasih, Tuan Kay sudah membebaskan ku," ucap Shiro.
"Jangan panggil aku Tuan! Panggil saja, Kay!"
"Iya, Kay. Kalau begitu, kamu panggil aku juga Shiro saja," jawab Shiro.
"Apakah tantangan Dungeon ini sudah selesai?"
"Sebenarnya, kamu harus menghadapi ku namun, Aku tidak ingin bertarung dan mengaku kalah. Karena kita teman," jawab Shiro.
Mendengar kata teman membuat ku tersentuh. Kata itu sudah lama sekali tidak pernah ku dengar sejak lulus dari sekolah menengah atas.
Setelah bekerja, aku hanya sendiri dan bersaing satu sama lain.
"Kay?"
Mendengar sapaan Shiro, aku melepaskan lamunan.
"Iya, maaf. Yasudah jika begitu, ayo Shiro kita keluar dari sini!"
"Sebelum itu ... aku ingin meminta bantuan lagi!" pinta Shiro.
"Meminta tolong apa?"
"Bantu keluarkan ku dari Dungeon ini! Aku tidak bisa keluar," ucap Shiro.
"Eh?!"
...◆◆ ◇...