I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
Dungeon Pocket | Chapter 30. Keluhan Gosa dan permintaan Lilia bersaudara.



...Chapter 30. Keluhan Gosa dan permintaan Lilia bersaudara....


Ini kisah Shiro yang dahulunya dia kesepian mengurus Dungeon kini berbeda lantaran sekarang dia juga harus memimpin desa Dungeon menganti kan Kay.


Ditengah berkeliling desa, Shiro disapa oleh semua Goblin dan Shiro pun dengan ramah menjawab sapaan nya tersebut.


Lalu, ditengah desa itu terlihat Gosa yang sedang termenung di depan rumah nya. Shiro yang penasaran, dia pun menghampiri nya.


"Gosa, ada apa?"


Saat Shiro bertanya, Gosa sontak menyadarkan lamunan, beranjak diri dan memberikan hormat.


"Yang mulia, Ratu!" sapa Gosa.


"Iya, ada apa, Gosa? Kenapa kamu termenung disini?"


"Begini ..."


Lalu, Gosa pun menceritakan semua nya bahwasanya 26 larva yang dimiliki nya ada 16 larva yang menolak sama sekali dirinya sehingga memperlambat pertumbuhan Goblin. Tidak hanya itu saja, ada beberapa larva yang berontak agar tidak distubuhi oleh nya.


"Jika Raja pulang nanti, saya pasti akan dihukum! Ahufuu ..." ucap akhir Gosa dengan diakhiri menghela nafas panjang.


Dari cerita itu, Shiro sedikit janggal. "Tunggu! Bukankah, itu harus dilakukan oleh Raja. Kenapa dia tidak mau?"


Gosa pun melihat kearah Shiro, "Yang mulia, tidak mau memberikan Keprjakaan nya kepada seorang Larva. Meski, saya tidak tahu apa itu keperjakaan?"


Mendengar itu, Shiro sontak tersipu malu dan merasa bangga bahwasanya Shiro telah dipercaya oleh Kay untuk memutuskan keperjakaan nya. Meski, saat itu Shiro selalu berpikir sosok nya menjadi Goblin sudah dipastikan tidak perjaka. Ini didasari oleh sifat alami nya yang mana selalu memprkosa lawan jenis nya.


Tapi, juga tidak tahu jika dia diluar saja. Berapa wanita yang akan membuat nya tertarik.


Memahami itu, Shiro tersenyum sendiri.


Saat melamun, Gosa pun menyapa Shiro. "Yang Mulia, Ratu?"


Shiro pun sontak menyadarkan lamunan, "Oh, iya. Maaf, Gosa dan kamu tidak perlu khawatir. Aku memiliki solusi."


Lalu, Shiro mengambil sesuatu dari sihir penyimpanan nya yaitu ramuan botol dengan cairan berwarna merah muda dan Shiro memberikan nya kepada Gosa.


"Gosa, ini Aphrodisiac atau obat prangsang. Saat kamu ingin berhubungan, oles kan pada larva agar dia terngsang. Setelah itu, kamu bisa sepuasnya melakukan nya dengan rasa nikmat satu sama lain."


Gosa yang mendengar itu, dia pun dengan senang hati menerima nya.


Shiro pun tersenyum dan mengangguk kepalanya.


Setelah itu, Gosa pun masuk ke rumah nya dan mengunakan ramuan tersebut.


___


Disisi lain, aku sedang berada di gedung pertemuan yang ku bangun di desa Goblin. Yang mana, Lethicia, Lilia dan Fira meminta bertemu dengan ku.


"Ada apa? kalian ingin bertemu dengan ku."


"Yang mulia, izin kan kami kembali ke kota! Jika, kami berlama-lama maka pasukan ayah kami akan mengirimkan tentara bayaran nya untuk menyerang desa," ucap Lilia.


Mengirimkan tentara bayaran? Mungkin jika desa dan aku belum memiliki pasukan itu adalah hal yang mengkhawatirkan namun, tidak saat ini.


Aku yang sudah memiliki level tinggi, tempat tinggal yang tersembunyi dan pasukan Goblin yang terlatih. Untuk apa aku takut?!


"Jadi, kalian mengancam ku?!" jawab ku terhadap pernyataan Lilia.


"Bukan itu maksudku, Tapi ..." ucap Lilia seraya menundukkan kepalanya.


Ditengah pembicaraan, Shiro memotong pembicaraan.


"Kay, kenapa tidak kamu berpetualang saja ke kota tempat mereka tinggal?"


Mendengar itu, aku terkejut dan melihat kearah Shiro. "Tapi, apakah bisa? Aku seorang Goblin. Jika, aku ke kota maka manusia akan mengincar dan membunuh ku."


"Jika memang ada manusia yang seperti itu bukankah kamu bisa langsung membunuh nya." Shiro pun menatap Lethicia bersaudara dengan aura intimidasi. "Begitu juga para pengkhianat."


Lethicia bersaudara pun menundukkan kepalanya karena takut akan aura intimidasi dari Shiro.


Melihat itu, aku pun menenangkan suasana.


"Masalah itu tidak perlu khawatir. Skill unik [Slave Contract] akan membunuh budak yang terikat kontrak jika mereka berkhianat.


"Aku bersumpah. Kami tidak satu niatan pun untuk mengkhianati Yang Mulia," ucap Lethicia.


"Oh, aku harap begitu," jawab santai Shiro dengan senyuman intimidasi dan menakutkan.


Jujur saja, ide Shiro sangat menarik dan aku sendiri ingin mencoba menjadi manusia di dunia lain.