
...Chapter 45. Lantai puncak....
Penjelajahan ku telah mencapai puncaknya dan berada di ruang tahta.
Sebuah ruangan yang sebelum aku dipindahkan keluar dungeon. Lalu, di kursi tahta terlihat Luna yang sedang tertidur di kursi besar dengan sosok pria tengkorak yang mengunakan jubah berdiri disamping Luna dan dia tidak lain ialah Kyu.
"Yo, Penyihir Kyu! Bukan, Dungeon Master Kyu."
“Tidak aku sangka, kamu akan datang secepat ini!” jawab Kyu.
“Terima kasih atas pujiannya dan sekarang apakah aku bisa meminta untuk mengembalikan Luna?!"
“Itu tidak mungkin! Meski, kamu memiliki kekuatan untuk bisa mendapatkan gelar pahlawan tapi kamu masih belum memiliki kualitas! Maka dari itu, sebuah ujian harus dilakukan! Sekarang datanglah, wahai prajuritku yang perkasa!” ucap Kyu.
Seusai mengatakan itu, dihadapan ku muncul beberapa lingkaran sihir dilantai. Lalu berlahan beberapa sosok wanita yang sama seperti di lantai 30 naik dari lingkaran sihir tersebut.
"Homunculus cantik? Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mereka lagi."
Sebelum nya aku berhadapan dengan empat Homunculus namun, kali ini ada dua puluh Homunculus dengan nama yang berupa nomor.
Selain homunculus, aku juga melihat monster Death Reaper yang membawa sabit besar dengan melayang dibelakang para homunculus tersebut.
“Gelar pahlawan itu dibutuhkan seseorang yang berani mengambil resiko maka dari itu, aku akan memberikanmu berkat Dewa!” ucap Kyu.
Lalu, Kyu memberikan lingkaran sihir kepada para homunculus, death reaper dan aku juga.
"Skill Limit breaker kah? Menarik!"
Limit breaker ialah skill tingkat Extra yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan target beberapa level dalam sekejap.
Aku juga merasakan peningkatan nya itu.
“Kalau begitu, aku tunggu kamu di lantai tertinggi setelah melewati pertarungan hidup dan mati ini,” ucap Kyu.
Lalu, Kyu menutup dirinya dengan sebuah kubah gelap dan sosoknya mulai menghilang bersama Luna.
“Cihhh … merepotkan!” gumam ku.
Lalu, Death Reaper memulai serangan nya dengan mengayunkan sabit nya kearah ku. Saat melihat status nya, monster Death Reaper memiliki kemampuan yang menarik.
[
Nama: Tidak ada.
Ras: Death Reaper.
Level: 80.
Skill: Instan Death.]
Lalu, saat Death Reaper mengayunkan sabitnya. Aku sontak menangkap sabit itu dan melesatkan sihir api.
"Fire Tower."
Sesaat kemudian, pusaran api yang berbentuk seperti tornado muncul dan melahap Death Reaper.
Disisi lain, datang ratusan panah sihir dari para gadis Homunculus yang mengelilingi ku.
Melihat itu, aku sontak memecahkan nya.
"Chaos Dismantling."
Setelah itu, aku mengunakan Skill [ Pelumpuh] untuk menghentikan pergerakan para Homunculus namun, mereka berbeda dari Homunculus sebelum nya.
Kali ini mereka mampu melepaskan diri dari pengaruh sihir ku.
Setelah itu, mereka pun menyerang ku secara bergantian. Namun, level dan kemampuan para Homunculus masih jauh berada di bawah ku hingga membuat aku dengan mudah mengalahkan mereka dengan tinju dan tendangan yang mana tangan dan kaki ku sudah dilapisi oleh skill Pingsan.
Skill ini adalah skill yang ku buat sendiri dengan mengunakan Dungeon Poin. Sebuah skill yang mampu membuat target yang mengenai skill ini menjadi tidak sadarkan diri.
Dan, karenanya para Homunculus langsung tidak sadarkan diri.
"Selamat tidur, wahai para gadis cantik! Dengan ini satu masalah selesai."
Tidak lama kemudian, Death Reaper berhasil menghancurkan menara api. Aku yang menyadari itu sontak menghadap kearah nya.
"Seperti nya aku telah meremehkan mu."
Setelah berhasil keluar, Death Reaper mengeluarkan aura hitam pekat dan memfokuskan nya ke sabit milik nya.
Melihat itu, aku menduga bahwa Death Reaper akan mengunakan skill Instan Death nya dan jika aku terkena serangan nya maka aku bisa mati dalam sekejap.
Memahami dugaan itu, aku sontak meluruskan tangan ku dan merapalkan skill unik.
"Chaos Dismantling."
Sesaat itu juga skill yang digunakan Death Reaper terpecah dan menghilang. Lalu, aku melanjutkan serangan.
Dengan membuat busur dari api dan anak panah dengan bentuk tombak. Lalu, aku pun menarik tali dan melepaskan nya kearah Death Reaper yang tentu saja api yang ku gunakan lebih kuat berupa api biru.
Hingga Death Reaper pun geram kesakitan.
Gwuaaa!
Dan, tidak lama kemudian. Death reaper itu mati dengan tengkorak yang berjatuhan begitu juga jubah dan senjata sabitnya.
Mengetahui itu, aku sontak menghampiri Death Reaper dan menyantapnya.
"Gluttony."
Sesaat menyantap nya, aku pun mendapatkan beberapa pemberitahuan.
Ding!
[Anda telah berhasil mendapatkan Extra Skill - Instan Death.]
Ding!
[Anda telah berhasil mendapatkan gelar pahlawan.]
Mengetahui hal itu, aku tersenyum senang lantaran dengan kemampuan ini aku bisa mengunakan teknik One Punch Hit.
Disisi lain, aku yang melihat gelar pahlawan. Karena aku belum mengerti dengan kemampuan gelar itu maka aku pun mengabaikan nya.
Dan, pertarungan pun berakhir. Aku pun melihat sekitar dan terlihat lah ada tangga disisi ruangan.
Tanpa ada keraguan, aku pun berlari dan menaiki tangga tersebut.
Semua yang kulakukan ini untuk menyelamatkan dan menarik perhatian nya Luna.